Misteri Kematianku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 14 February 2018

Namaku Dara Allison. Aku sebuah jasad yang belum ditemukan. Umurku 17 tahun saat kematianku. Saat ini aku berada dalam alam yang berbeda. Tapi aku masih heran tentang kematianku. Banyak orang yang mencari-cari jasadku. Seingatku beginilah ceritanya.

“Bye mom, aku pergi sekolah” “hati-hati di jalan Dara.”. Aku heran dengan wajah sedih mommy dan daddy saat mereka melepaskan aku dan Tara ke sekolah. Lalu aku pergi ke sekolah bersama adiku Tara. Aku berpisah dengannya saat bel masuk berbunyi. Aku melaksanakan pelajaran dengan tertib.

Ketika pulang sekolah, Tara meminta izin kepadaku untuk pergi bersama temannya, Paul. “Kakak, aku ingin pergi bersama dia. Tolong beritahu momy, aku pulang sedikit terlambat”. Lalu aku mengizinkannya. Terpaksa aku pulang sendiri.

Aku berjalan kaki selama kurang lebih 1 km dari sekolah menuju rumahku. Di perjalanan, aku mendengar teriakan anak kecil dari rumah kosong tingkat seperti istana di tepi kota. “Tolong, tolong, tolong aku!”. Aku khawatir dan langsung masuk ke dalam. Tetapi, di dalam terasa sangat-sangat aneh. Ketika masuk ke dalam, aku keringat dingin, lantainya bercampur darah. Aku mendengar suara sebuah suara dan kupikir itu adalah sebuah nyanyian. Aku bukannya menolong orang itu, malah, aku terpancing ke arah suara itu.

Aku masuk ke dalam lorong-lorong penuh darah dan lumut. Lalu aku berhenti sejenak karena melihat tulisan sepatah kata di bagian kanan tembok lorong. Tulisanya adalah… “Your Enter Your Blood Belongs To Me..”. Aku merasa takut sangat takut dan keringat dinginku bercucuran. Tetapi, aku terus menerus berjalan, makin lama makin banyak darah. Betapa terkejutnya aku ternyata suara itu adalah sebuah jeritan dengan bahasa Spanyol. Jeritan itu karena ia disiksa dan dibunuh. Pria yang membunuh anak itu langsung menyuruhku pergi dan mengancamku. Aku mundur dan bercucuran air mata dan ada yang menyekapku dan aku hanya pingsan.

Ketika aku bangun, diriku bercucuran darah dan disekap, tapi darah itu bukan darahku melainkan darah orang yang terbunuh di sebelahku. Aku berusaha kabur tapi, penjahat itu menangkapku. Ia menyeretku lalu ia membawaku ke sebuah lubang besar. Aku meminta tolong tapi tak bisa. Lalu aku diceburkan ke dalam lubang. Nah, ini bagian anehnya, ketika di perjalanan menyentuh dasar lubang, aku merasa, aku sudah ada di alam yang berbeda. Aku melihat cahaya yang bersinar terang.

Untungnya aku bisa memecahkan misteri kematianku. Aku memecahkannya dengan berbagai macam sandi. Sebenarnya aku mati karena mommy dan daddy yang merencakannya. Aku sempat berfikir mengapa mereka tega melakukan itu? Ternyata, mereka ingin aku bahagia. Mereka ingin aku selamat dan Tara juga mengalami hal yang sama namun berbeda tempat. Mommy dan Daddy tahu bahwa ramalan cuaca menunjukan bahwa seminggu lagi akan terjadi gempa berukuran 9,6 SR. Mereka ingin aku dan Tara selamat. Mereka ingin aku merasakan kebahagian. Mereka ingin aku dan Tara tidak mengalami penderitaan dan penyiksaan gempa melainkan hanya sebuah kebahagiaan yang awalnya hanya terasa seperti tertancap di ujung pisau. Kuyakin pengobanan ini sangatlah sulit. Merelakan kedua putrinya pergi? Merelakan kedua putrinya Tertusuk pisau? Aku yakin pengorbanan yang dilakukan mereka sangatlah sulit.

Aku sekarang sudah bahagia bersama Tara di surga. Saat gempa, mereka selamat karena ditolong oleh helikopter yang dimiliki oleh yayasan anak. Mereka sangat menyesal karena mengapa mereka harus membunuh anak anaknya sedangkan mereka tidak berfikir bahwa ada yang menyelamatkan mereka?

Dara Helen Allison, Tara Rosella Allison, Helena Maurelle Allison (Mommy), Hugo Yofth Allison (Daddy), Paul Jean Wingson

Pesan: Se keji-kejinya yang orangtua lakukan kepada kita, yakinlah bahwa mereka menginginkan kita bahagia dan selamat. Adapun penyesalan oleh orangtua saat mereka menyakiti anaknya. Adapun anak yang telah bahagia karena orangtuanya selamat meskipun orangtua mereka sering menyakiti mereka. Adapun orangtua yang ceroboh. Tetapi kalian sebagai anak maafkanlah orangtua kalian yang ceroboh. Tugas mereka para orangtua hanya perlu waspada dan selalu berfikir dua kali saat ingin menyakiti anak.

Cerpen Karangan: Kintan Auliya
Facebook: Lilyanne Kintan Potter
Instagram: @BellaLillyLuna

Nama Julukan: Kathrine/Bella
Tgl lahir: Jakarta, 19 Agustus
Agama: Islam
Zodiak: Leo

Cerpen Misteri Kematianku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kalung Untuk Mama

Oleh:
Gerimis tipis hadir mengusik malam. Memberikan sedikit guyuran dan aroma khas pada tanah. Aku membisu sendiri dalam kamar. Kamar berantakan! Dimana banyak lembar foto usang tercecer di atas seprai.

Sepotong Senja dari Pantai

Oleh:
Pesan singkat itulah yang membawanya berdiri di sini. Tidak seperti biasanya meski setiap hari ia keluar masuk pantai ini. Hamparan pasir nan putih menyapanya. Sepoi angin membelai kerudung tipisnya

Bukan Ibu Cinderella

Oleh:
Malam ini begitu tenang, setenang tetesan mata air di puncak gunung. Namun tenangnya malam ini tak setenang hatiku. Di malam 7 hari kepergian almarhumah bundaku. Bunda yang amat aku

Buku-Buku yang Hilang

Oleh:
Malam semakin larut. Setiap malam, di saat orang-orang terlelap tidur, langit malam kota Gaston yang tadinya cemerlang dipenuhi oleh bintang-bintang, kini berubah gelap dipenuhi oleh sesuatu yang beterbangan. Apakah

Saat Pena Berbicara

Oleh:
Bibir manis itu tidak lagi untuk berkata, di sudut kamar tanpa cahaya dia duduk termenung dengan meneteskan air mata. Entah apa yang ia rasakan? Entah apa yang ia pikirkan?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Misteri Kematianku”

  1. F says:

    Cerita ini sanggat menginspirasi para pembacanya! I like it! Kakak, ternyata agama dan zodiak kita sama lho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *