Mother, I Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 February 2016

Tak pernah terbayangkan jika aku akan kehilangan sesosok wanita yang melahirkanku. Namaku Lia, aku memiliki seorang ibu yang sangat lembut dan baik hatinya bak seorang bidadari yang tak bersayap, semasa hidupnya ia mengalami banyak rintangan ia menderita berbagai penyakit, salah satunya adalah stroke, penyakit itu mengantarkan bidadariku kepada surganya Allah.

Satu bulan yang lalu… Tanggal 18 desember adalah hari pembagian raport, dan aku mendapat peringkat satu, betapa bahagianya hati yang ditumbuhi bunga ini tak terkecuali sang bidadariku, meski penyakit itu melumpuhkan sebagian tubuhnya, dengan bahasa isyarat ia mengatakan jika ia bangga pada diriku yang tak sempat membahagiakannya. Pada tanggal 20 desember, tepat ultahku yang ke-15 tahun, suasana senang mewarnai hari itu, kado itu adalah uang sebesar Rp.7000,- uang itu ku pakai untuk membeli pulsa, aku tak tahu jika itu adalah kado terakhir dari ibuku. Ku lewati liburanku bersama sang bidadari tak bersayap, dalam waktu sekejap aku tak dapat lagi melihat senyum indah itu wajah ceria tak tampak lagi.

“Bu, cepat sembuh ya.” ucapku sambil menahan tangis.
Berulang kali ku ucapkan kalimat itu dengan bukit harapan.
“Yah, Ibu pasti sembuh kan?”
“Ayah, yakin Ibu sembuh! Pasti sembuh!”

Dunia serasa gelap seketika, di akhir awal bulan ku dapatkan jawaban yang buruk atas tanya dan harapan yang terlontar dari mulutku ini, ibuku, bidadariku meninggalkan dunia fana ini. Hati yang lara dan tangis yang meratap ku coba hilangkan pada raga dan jiwa. Meski hati masih menangis ku coba tuk ikhlas pada garis tinta Allah. Bidadariku yang tak bersayap semoga surga tempatmu tinggal! Ibu pergilah dengan tenang, kan ku coba tuk mengikhlaskanmu, makasih atas senyum, semangat, dan kasihmu yang tak kan hilang sepanjang masa seperti ragamu.

Cerpen Karangan: Osilia Deva Firdaus
Facebook: Osilia Deva Firdaus

Cerpen Mother, I Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengulangan

Oleh:
Hujan rintik rintik turun beberapa saat setelah Jenazah Kakakku dimasukkan ke dalam ruang peristirahatannya yang terakhir. Isak tangis yang masih terlihat di beberapa sanak saudaraku termasuk orangtuaku belum terhenti.

My Little Angel (Part 1)

Oleh:
Hari-hari kulalui dengan penuh dosa. Minum, dugem dan sebagainya. Ibu mertuaku sering mengingatkanku untuk tidak melakukannya. Tapi bagiku, dia hanyalah ibu mertuaku. Dia tidak lebih dari seorang wanita yang

Impianku Menjadi Pianis Terkenal

Oleh:
Hari ini hari yang kutunggu. Setelah lama menunggu. Katanya, hari ini SMP Mentari akan mengadakan seleksi untuk mengikuti lomba pianis tingkat internasional. Aku menggenggam erat tanganku yang bergerak dari

Jalan Pulang

Oleh:
Samar-samar kudengar dehasan nafas Ayahku. Kami sedang mendaki sebuah gunung menuju rumah tempat kami bercerita, tempat kami melepas piluh, tempat kami tertawa. “Ayah, biarkan Aku Jalan sendiri Yah.” mintaku

Kunang Kunang Kenangan

Oleh:
Mentari pamit ke rembulan, meminta agar kini rembulanlah yang bertugas menerangi jagat kehidupan. Mungkin rembulan masih mengantuk, atau bahkan malu sehingga malam ini ia sembunyi di balik awan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *