Mrs. Perfect

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 18 May 2013

Sempurna, itulah sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan diriku ini. Setiap orang pasti mendambakan hidup seperti aku ini. Aku, seorang anak kecil yang lugu berumur 7 tahun. Hidupku sangatlah berwarna. Aku dilahirkan di sebuah keluarga yang serba berkecukupan. Apa yang aku mau selalu di wujudkan oleh kedua orang tuaku. Orang tuaku pun hidup sangat romantis, seperti pasangan raja dan ratu yang biasanya ada di dongeng. Banyak orang mengira aku ini adalah anak yang manja karena aku adalah anak satu-satunya. Tapi aku tidak pernah merasakan itu, aku hanya hidup seperti anak-anak pada biasanya. Aku hanya meminta apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan ke kedua orang tuaku.

Saat aku berumur 13 tahun, kata sempurna yang menggambarkan diriku itu tidaklah pudar, bahkan kesempurnaan itu bertambah dalam diriku. Seiring berjalannya waktu, aku tumbuh cantik, ramah, baik, dan dapat bersahabat dengan siapa saja. Yah, sekarang aku baru saja masuk ke sekolah SMP favorit. Di sana, aku bertemu banyak teman. Saat hari pertama aku masuk sekolah, semua mata tertuju padaku. Aku bingung dan canggung saat itu. Teman-temanku baik yang cewek maupun cowok ingin berkenalan denganku. Saat itu, ada seorang cowok yang merebut pandanganku. Pandanganku hanya tertuju padanya. Dia itu keren, walaupun agak sedikit pendiam dan aku mengetahui kalau namanya itu Rangga.

Suatu hari, aku memiliki kesempatan untuk berkenalan dengannya di kantin sekolah. Dia yang mulai menyapaku “hey, nama kamu siapa? anak baru ya?”. Aku pun menjawabnya “Nama aku cinta, iya aku anak baru”. Ya, memang namaku itu agak sedikit aneh. Orang tuaku bilang mereka memberiku nama Cinta agar orang yang ada di dekat ku itu bisa mencintaiku. Dan Rangga pun memberitahu namanya kepadaku. Perkenalan kami pun semakin dalam. Rangga meminta pin BB aku dan dia sering mengirim ku pesan. Aku merasakan ada perasaan yang berbeda saat aku di dekatnya. Dia pun sangat perhatian padaku.

Sesuatu terjadi saat itu, ketika aku pulang sekolah. Aku melihat mamaku, orang yang paling aku cintai menangis. Aku berusaha menenangkannya dan saat itu aku pun menanyakan apa yang terjadi. Dia pun menceritakan sesuatu yang membuatku tidak dapat mempercayainya. Dia mengatakan kalau papaku itu bangkrut dan dia punya seorang istri simpanan bahkan memiliki buah cinta dengan perempuan itu. Mamaku bilang akan menceraikan papaku. Aku bingung, aku sedih, aku kecewa, dan aku tidak bisa percaya semua itu terjadi padaku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku kemudian lari ke kamarku dan langsung menangis. Aku belum siap buat menerima semuanya. Aku tidak percaya bahwa seorang yang sangat aku hormati, yang sangat aku cintai, dan seseorang yang mengajariku bagaimana menjadi seorang yang baik tega membohongiku dan membohongi mamaku.

Kesempurnaan hidupku dengan sekejap sirna semuanya. Aku malu, setiap aku ke sekolah teman-temanku selalu mengejekku. Aku tidak berani bertemu dengan Rangga karena aku malu. Dan semua nilai-nilaiku di sekolah itu turun. Aku tidak tahu mengapa, ataukah itu karena aku depresi memikirkan hidupku saat ini. Saat ini, mamaku bekerja untuk membiayai hidup kami berdua dan untuk aku bersekolah.

Ini saatnya pengumuman kelulusan, dan saat kertas pengumuman di buka. Mamaku terlihat sangat kecewa. TIDAK LULUS! itulah kata yang tertulis di pengumuman itu. Aku sedih, aku kecewa dan aku tidak mengira bahwa orang yang membuatku ada di dunia ini bisa membuatku seperti ini. Saat itu, aku sangatlah putus asa. Aku bilang bahwa aku tidak ingin bersekolah lagi, aku ingin di rumah saja. Mamaku pun sangat sedih mendengar itu. Mamaku pun segera pergi ke salah satu sekolah SMA, di memohon agar aku bisa masuk ke sekolah itu. Dan akhirnya berhasil. Tapi pengorbanan mamaku itu tak ada gunanya. Aku sudah tidak memiliki semangat untuk bersekolah.

Suatu hari, mamaku jatuh pingsan dan segera masuk ke rumah sakit. Dia sakit dan hanya bisa berbaring di rumah sakit. Aku pun sedih untuk beberapa kalinya. Saat itu aku sadar, bukan hanya aku yang kecewa, depresi, sedih. Tapi mamaku juga merasakan itu, bahkan lebih dari aku. Aku merasa bersalah kepada mama, bukannya membuat dia bahagia malah membuat dia lebih sedih. Saat ini, aku sudah sadar seperti orang yang sudah bangun dari tidurnya. Aku ingin membuktikan, bahwa tanpa papa aku juga bisa bangkit. Aku kembali bersekolah dan setelah pulang sekolah aku menjadi pelayan di sebuah kafe. Aku bekerja karena ingin membantu mama membayar uang sekolahku. Prestasiku di sekolah pun meningkat drastis. Aku memperoleh beasiswa untuk kuliah di salah satu universitas. Aku senang beban untuk biaya sekolahku sudah berkurang. Aku ingin sekali menjadi seorang dokter. Aku belajar dengan giat dan dengan waktu yang tidak cukup lama aku sudah lulus S1.

Saat ini, aku bekerja di sebuah rumah sakit yang cukup terkenal. Hari pertama masuk kerja, aku sangat terkejut. Aku bertemu dengan seseorang yang membuat aku jatuh cinta pertama kalinya, yaitu Rangga. Kami berdua pun sangat senang dapat bertemu lagi. Rangga bilang bahwa dia sangat merindukanku dan dia sedih waktu itu aku menjauh darinya. Kami pun semakin sering berhubungan karena kita bekerja di rumah sakit yang sama. Kami pun menjadi pasangan kekasih.
Aku senang sekali dapat hidup seperti ini. Meskipun tanpa sosok seorang papa, aku pun bisa bangkit dan mencapai cita-citaku. Aku sekarang hidup berdua dengan mama, dan tidak lupa seorang lelaki yang saat ini mewarnai hidupku. Aku senang bahwa cerita hidupku ini akhirnya happy ending seperti di film-film dan kata sempurna yang menggambarkan aku tidaklah pudar. Aku tetap menjadi Mrs. Perfect. Hahaha

Cerpen Karangan: Nova Seflylya
Facebook: id-id.facebook.com/Nova-Seflylya?
I’m Nova Seflylya. I’m 14y.o. I just a simple girl 🙂

Cerpen Mrs. Perfect merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Perubahan Kecil

Oleh:
Aku duduk terdiam mendengar penjelasan Dosen di kelas, waktu yang sudah menunjukkan matahari terbenam membuatku makin sadar betapa lelahnya aku dan ingin menyudahi pelajaran Ekonometrika ini tetapi apa daya

Si Hitaf

Oleh:
Sunyi senyap ditemani dendangan melodi jangkrik seakan-akan mengisi kegelapan hatiku. Di sebuah kegelapan gubuk dengan berjuta kemalangan di dalamnya kisahku bermula. Tempat aku dan keluarga kecilku bertahta dan mengarungi

Kado Terakhir Buat Mama

Oleh:
Fikita termenung sendirian di dalam kamarnya, ia bingung mau bilang apa pada ibunya. Gelisah dan khawatir yang ia rasakan. Tanda-tanda itu baru ia ketahui beberapa bulan ini. “Hidupku kini

Bersama Adikku

Oleh:
Tak mungkin. Tak mungkin ia pergi begitu saja. Aku masih sayang dia, karena dia adikku tercinta. Aku tak bisa membayangkan ia pergi untuk selamanya. Badannya yang kecil itu, mengapa

Sang Pria

Oleh:
Awalnya aku kira, seseorang datang untuk menetap. Namun faktanya, seseorang datang memang untuk pergi, tidak harus mempercayainya tapi dengan menjalani hidup para manusia itu mengerti bahwa kehidupan memang tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *