Mukena Cantik Ala Tarisha

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 21 November 2016

Pada bulan puasa yang mendekati hari raya idul fitri, semua umat islam membeli kue kering, dekorasi rumah agar menarik, dan lain hal sebagainya. Tak terkecuali keluarga Tarisha. Mereka akan beli hal untuk Lebaran. Tarisha segera bersiap. Setelah sholat Dhuhur, Ia mandi dan memakai pakaian. Tarisha memakai baju kaus polos warna jingga, memakai jilbab warna merah yang diberi oleh sahabatnya pas Tarisha ultah. Tarisha juga memakai celana semata kaki warna hitam-putih dan motif kotak-kotak. Tarisha pun memakai jaket warna merah yang agak tebal, dan jam tangan warna putih bermotif kepingan es. Tarisha memasukkan Smartphonenya, tisu basah kecil, buku novel (jika Ia bosan di perjalanan), mukenanya yang sudah pudar warnanya, dan sajadahnya yang masih bagus warna hijau muda-putih, ke dalam tas Ransel perginya yang berukuran sedang berwarna Merah, dan ada Tulisan:

Tarisha fatmalia
Capricorn, 04-01-2006.

Selesai berdandan, Tarisha segera ke luar dari kamarnya. “Dah siap, Tarisha? yuk masuk mobil” ujar Uminya Tarisha. Tarisha segera memakai sepatu perginya warna hitam dan ada hiasan bunga warna Putih dan mereka segera berangkat menggunakan mobil pribadi. Yang menyetir adalah Abinya Tarisha. Mereka menuju “PANBIL MALL”.

Sesampai di PANBIL MALL…
Tarisha dan orangtuanya segera masuk ke mall. Karena sudah masuk jam sholat ashar, mereka segera menuju mushola mall dan menuaikan sholat ashar. Usai sholat, mereka mencari kue dan stoples. Kue yang mereka pilih (yang ada Stoplesnya) ialah:
Kue nastar
Kue kastangel
Kue putri salju
Kue coklat

Umi dan Tarisha membeli kue dan stoples, sedangakn abi membeli karpet ruang tamu. Soalnya punya Tarisha sudah robek-robek.

Umi dan Tarisha memilih Snack ringan seperti permen kotak-kotak kecil warna-warni, roka (bola-bola coklat yang renyah dan ada taburan kacang kecilnya), kacang mete, makanan berbentuk stik panjang yang warna merah mencolok (dikasih bumbu balado), dan kue bawang. Sedangkan Tarisha, memilih 5 stoples warna-warni. Setelah membayar semua barangnya, mereka mencari abi. Akhirnya ketemulah abinya. “Abi, umi, nanti aja beli pakaian dan alat sholatnya. Kita cari tempat makan, yok… soalnya mau buka puasa, nih…” celetuk Tarisha panjang lebar seraya melihat jam tangannya.

Mereka lalu pergi ke KFC, memesan makanan, dan menunggu waktu Adzan. “Umi, abi, bawa kurma tak?! Tarisha kan kalau buka puasa harus makan kurma titik tak pakai koma” ujar Tarisha cemas. Yap! Tarisha itu, jika berbuka puasa harus makan kurma. Kalau tak, ia tak nafsu makan. Buktinya, Tarisha makan satu kotak kurma sendiri sampai tak ada sisa dagingnya. Tapi, untung mereka punya 35 kotak kurma. Itu dapatnya dari kantor abinya. Wah, Tarisha kurmacholic ya teman, hihihi.
Uminya mengeluarkan 2 kotak kurma. Umi yakin, bahwa Tarisha tak cukup kalau 1 kotak bertiga. Jadi Tarisha sendiri, dan umi sama abi.

Tanda buka puasa pun berbunyi. Tarisha meminum air mineral dan menghabiskan sekotak kurma dalam waktu 5 menit. Wah, Tarisha Lapar apa doyan, ya sobat xixixixix.

Usai makan kurma, Tarisha mencuci tangan lalu makan. Usai makan dan membayar, mereka menuju perlengkapan sholat dan busana muslim. Sebelum kesana, mereka sholat maghrib dulu. Oh ya, Keluarga Tarisha tuh, kalau lebaran, suka pakai pakaian yang seragam warnanya. Mereka tahun ini memakai pakaian muslim warna putih. Tarisha memilih baju gamis lengan panjang warna putih, dan bergambar Perempuan memakai hijab dan ada tulisan “D’Hijabers”. Di belakang baju ada tulisan “I ‘am a Muslim Girl’s”. Ia memilih jilbab segiempat berhiaskan mutiara-mutiara cantik, dan juga, bros Warna putih dan berbentuk kepingan es, dan tas kecil untuk idul fitri warna putih bergambar menara eiffel dan ada tulisan “EIFFEL TOWER’S, PARIS”. Oh ya Tarisha disuruh memilih Baju dan mukenanya. Karena mukenanya sudah jelek dan kusam. Tarisha melihat mukena warna putih polos. “TIING….” Terlintas lampu ide Tarisha. “Aku kan masih banyak kain flanel. Kenapa aku tak coba aja, ya…” gumam Tarisha dalam hati. Hmm… jadi penasaran Dia mendapat ide apa?!.

Tarisha lalu mengambil mukena tersebut dan membayarnya di kasir. Tadi umi sempat kasih uang pada Sebanyak RP 500.000.00 Usai dibayar, ia menghampiri umi yang asyik memilih jilbab yang mana. “Eh Tarisha. Sudah dibayar barangnya?” tanya umi yang masih asyik memilih jilbab yang nanti dikenakan pada saat idul fitri. “Dah. Tadi Tarisha membeli Baju gamis warna putih, jilbab segiempat warna putih, mukena warna putih polos, tas kecil gambar menara eiffel, juga bros bentuk kepingan es. oh ya umi, ini kembalinya” jelas Tarisha panjang lebar sambil memberikan kembaliannya pada umi.

Sesampai di rumah
Usai sholat isya’ dan ganti pakaian, Tarisha mengambil kain flanel, gunting, jarum jahit, dan benang. Ia lalu menggunting berbagai bentuk dan dijahitnya di mukena tadi ia beli. Rupanya, Ia ingin menghias mukena itu. Tarisha memang Kreatif.

Usai sholat ied di masjid terdekat
Ovira, sahabat Tarisha atau sering dipanggil Ovi, menghampiri Tarisha yang tepat duduk di samping uminya masih memakai mukenanya. Ia meminta maaf pada Tarisha jika ada kesalahan. Setelah bermaafan, mereka saling pelukan. “Wah! cantik banget, sha mukenamu! ini beli atau bikin?!” puji dan tanya Ovi. “Mukenanya beli, kalau yang hiasnya aku, Vi hehehehe….” ujar Tarisha sambil cengengesan. “Pantas kamu dibilang murid paling cerdas dan kreatif hihihihihi…,” ujar Ovi sambil cekikikan. Tarisha juga ikut Cekikikan. Benar apa yang dikatakan Ovi. Di sekolah, Tarisha mendapat gelar tersebut. Menurutmu teman, apakah Tarisha Cerdas, Kreatif, atau dua-duanya hihihihi…

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: alya Aniza

Cerpen Mukena Cantik Ala Tarisha merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Hitaf

Oleh:
Sunyi senyap ditemani dendangan melodi jangkrik seakan-akan mengisi kegelapan hatiku. Di sebuah kegelapan gubuk dengan berjuta kemalangan di dalamnya kisahku bermula. Tempat aku dan keluarga kecilku bertahta dan mengarungi

See You Again Papa, Mama

Oleh:
Mendung datang dalam kehidupanku. Sudah berhari hari sejak aku kehilangan semua orang yang kusayangi. Aku selalu didatangi mendung tanpa akhir. Kehidupanku sunyi dan kelam. Kapan aku hidup bahagia. Mungkin,

Otanjoubi Omedeto Gozaimasu

Oleh:
Namaku Reika, lengkapnya Origashi Reika. Aku anak kedua dari 4 bersaudara. Kakak pertamaku bernama Anama lalu Adikku yang pertama Yukka, dan yang kedua Lilyana. Orangtua kami selalu sibuk dengan

14 Tahun Aku Mengharapkan Mu

Oleh:
Dua puluh dua tahun yang lalu. Adi masih berumur 8 tahun, kejadiannya dengan mudah dia lupakan. “Tolonglah Bu, sekali ini saja tolonglah Arga,” Pinta Bu Diyah kepada Bu Raina

Piano atau Biola?

Oleh:
Terdengar Olive memainkan piano dengan lembut. Semua orang yang mendengarnya langsung terpesona. Olive memainkan lagu pop kesukaanya. Tok tok bunyi pintu bertanda ada tamu. Ternyata, yang datang adalah sahabat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *