My Brother

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 21 June 2017

Siang itu kami akan berlibur ke rumah nenek mengendarai mobil. Saat itu aku senang, tapi dibalik kesenangan aku merasakan akan terjadi sesuatu yang mengerikan yang akan menimpa kami.

“Yah kayak lebih baik nggak usah ke sana deh yah” Kataku agak takut.
“Kenapa sayang ini kan liburan?” Tanyanya heran.
“Perasaanku nggak enak yah” Jawabku mulai takut
“Cuman perasaan kamu kok. Yuk berangkat” Katanya cuek sambil masuk mobil.

Selama perjalanan kami bersenang-senang kecuali aku. Aku ketakutan sndiri, hanya diam dan menatap jalan.
“Dek kok diem aja?” Tanya kakakku heran.
“Perasaanku nggak enak kak, aku takut” Jawabku hampir menangis
“Sudahlah, dibawa happy aja deh dek”.

Tiba-tiba setelah kakak mengatakan itu, terlihat dari kejauhan sebuah mobil avanza dengan kecepatan tinggi oleng dari arah berlawanan. Aku tak bisa menghindarinya. Mobil kami berguling ke luar jalur. Seketika penglihatanku berubah menjadi gelap, aku tak sadarkan diri.

Saat aku siuman aku sudah berada di rumah sakit, aku tak tau di rumah sakit mana. Ruangan kami terpisah.
“Nama adek siapa?” Tanya seorang perawat ramah.
“Lala, ayah ibu kakak di mana?” Tanyaku setengah sadar.
“Ibu adek ada di ruang sebelah kalau ayah adek ada di ICU” Jawabnya sambil sedikit sedih.

Setelah beberapa saat aku duduk lalu melihat sekitar. Beberapa manit kemudian ibuku masuk ke kamarku. Di kepalanya terdapat perban yang menyelimuti. Dia mendekat sambil menangis. Aku bingung, ingin bertanya tapi takut akan membuatnya menangis, lalu aku putuskan uantuk diam.

Esoknya ayahku yang datang. Kondisinya lebih baik daripada ibu. Tapi kenapa kakak tak datang?. Tapi aku takut tanya.

1 minggu kemuadian kami akhirnya kami pulang dari rumah sakit. Pulang pun aku tak melihat kakak sama sekali. Sampai rumah aku memberanikan diri untuk bertanya. “Bu, yah, kakak mana kok dari kemarin nggak kelihatan?” Tanyaku sedikit takut.
“Sayang kamu harus terima kenyataannya oke?” Tanya ayah dengan nada sedih.
“Maksud ayah?” Tanyaku bingung.
“Saat kecelakaan dia ngelindungi kamu dari pecahan kaca. Kata dokter beberapa kaca menusuk jantungnya, dan luka di kepalanya juga parah, kakak sudah dioperasi tapi gagal. Kakak meninggal karena luka yang terlalu banyak” Saat ayah mengakhiri kalimatnya tiba-tiba ayah menangis. Aku juga ikut menangis, tak sangka kakak yang aku sayangi telah pulang menuju ilahi.

“Ya allah, inikah rasanya kehilangan orang yang hamba sayangi, rasanya sakit ya allah. Ya allah kenapa kau ambil dia terlalu cepat, hamba belum siap, hamba masih ingin dia ada di sisi hamba ya allah. Ya allah jagalah dia di sisimu, masukkanlah dia di surgamu ya allah. Amin”

Cerpen Karangan: Nayla Amaniy
Facebook: Nayla Amaniy

Cerpen My Brother merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ibu

Oleh:
Terkadang segala sesuatu itu tak semudah yang kita bayangkan. Kehidupan berjalan terasa begitu cepatnya. Awalnya aku merasa masih sangat muda tak terasa usiaku semakin bertambah. Aku takut tak bisa

Ayah

Oleh:
“Rila… Sini!!!” Teriak Frita “Paan sih ta… Berisik banget” Kataku “Ntar datang ya ke rumah gue” Kata Frita “Iye iye kalo dibolehin ma bokap” Kataku “Yaelah… Plis ril datang

Nenek, Aku Minta Maaf

Oleh:
Kring.. Kring.. kring. Bunyi alarm itu membangunkan seorang gadis yang sedang tertidur lelap di kamarnya. “Argrhh! Sudah jam berapa ini? Nenek! Kenapa kau tidak membangunkanku? Ini sudah jam 7.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “My Brother”

  1. oger says:

    Cerpen kamu bagus, feelnya dapet, cuman kurang kaya aja, mungkin kamu bisa kasih beberapa cerita atau dialog lain, entah itu flashback atau dialog humor biar pembaca gak bosan, misalnya si adek lagi berantem sma kakaknya, namun pas kecelakaan itu rupanya kakaknya tetap menyelamatkan adikny walau lagi berantem tadinya, disitu kan feelnya dapet banget… ya terserah kamu la gimana gayanya kamu.. jangan bosan dan tetap semangat nulis cerpennya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *