My Life And Your Happiness Mother

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 June 2017

Ujian Nasional ini merupakan akhir dari perjuanganku di jenjang SMP memang terasa sangat cepat tapi ini lah hidup, kebahagia yang kini kurasakan dengan mendapat nilai yang bagus dan memperoleh nilai rata rata tertinggi di antara teman teman ku.

Namaku kintan purnama sari biasa dipanggil kintan, setelah kelulusan kemarin aku memilih melanjutkan di sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMK, ya aku memilih untuk bersekolah di jurusan teknik yang berada di kotaku, memang sedikit jauh dari rumahku tapi sekolah ini termasuk sekolah terfavorit di kotaku banyak teman teman SMPku yang melanjutkan ke sana, di sana aku ingin melanjutkan semua cita cita yang aku impikan selama ini, Dengan bermodal nilai dan keberanian aku bertekad untuk mendaftar ke sana.

Banyak anggota keluargaku yang tidak setuju aku melanjutkan di sekolah teknik tersebut karena nilai ujianku yang cukup bagus mereka bersikeras agar aku melanjutkan ke SMA lalu kualiah “apa dengan aku melanjutkan ke SMK aku tidak bisa kuliah?” tanyaku dengan nada marah, seakan mereka akan membiayai semua pengeluaran saat aku bersekolah di SMA lalu kuliah, aku juga cukup sadar dengan perekonomian orangutanku sangat rendah, jadi aku selalu berfikir untuk melanjutkan SMK agar setelah lulus aku bisa langsung bekerja karena aku kan mendapat bekal kerja dari sekolahku, aku hanya tidak ingin menyusahkan kedua orangtua terutama ayahku yang rela berkerja keras demi aku, meskipun sedang sakit sakitan saat ini, dia rela bekerja banting tulang demi kebutuhanku, aku tak tega melihat ayahku seperti itu aku selalu berdo’a agar hidupku bisa lebih baik setelah aku bekerja nanti. Tak banyak berfikir aku langsung mendaftar ke sekolahan yang aku imipikan selama ini, “aku tau ini pilihanku dan aku harus sukses setelah belajar di sini selama 3 tahun” bicaraku dalam hati.

Pendaftaran pun dibuka pukul 08.00 tapi aku sudah sampai di sana pukul 07.00 ya memang aku sengaja berangkat lebih awal karena jarak rumahku ke sekolahn agak jauh dan antri ya itu yang selalu terjadi saat mendaftar di sana, maklum juga sekolahan tersebut kan termasuk sekolah favorit di kotaku, aku berangkat dari rumah naik sepeda ontel pagi-pagi sekali aku bangun dan bersemangat untuk berangkat ke sekolahan, sekolah yang aku impi impikan selama ini.

Esoknya setelah daftar, pengumuman yang masuk di sekolahan tersebut pun sudah terlampir di papan pengumuman yang sangat besar, banyak siswa siswa lain yang saling berdesakan demi melihat urutan nama mereka berharap nama mereka tercantum di papan tersebut, begitu pula aku. Aku cari namaku di daftar tersebut tapi tidak ketemu tak lelah aku pun mencari lagi dengan teliti. Alhamdulillah ternyata aku masuk di sekolahan tersebut dengan jurusan elektronika industri jurusan yang aku pilih ke dua dari jurusan yang aku suka tapi tidak papa, aku tetap bersyukur karena aku bisa masuk di sekolahan ini sekolah yang aku impikan sejak dulu “masalah jurusan kalau aku belajar sungguh sungguh pasti aku bisa, lagian jurusan itu aku juga yang milih” bicaraku dalam hati. Memang aku belum pernah tau tentang elektronika tapi tak apa lah, “kan kalau aku masuk jurusan ini aku bisa buat robot dan memprogramnya sesuka hatiku” ujarku sambil berkhayal. Dengan kemampuan dan pengetahuan yang minim yang aku ketahui tentang elektro hanyalah itu.

Setelah aku mengetahui aku masuk di sekolah tersebut aku bergegas untuk pulang dengan sepeda tua, aku kayuh pedal tersebut secepat cepatnya agar aku sampai rumah lebih cepat, akhirnya pun aku sampai rumah dan bergegas untuk memberitahu kedua orangtuaku, tapi ternyata rumahku sepi “kok tumben rumahku sepi kemana orangtuaku?” ujarku samabil kebingungan. tak lama kemudian ada tetanggaku yang menghampiriku “ayahmu sedang di rumah sakit dia kena serangan jantung” ujar tentanggaku sambil tegesa gesa, hatiku langsung terenyuh dan air matapun menetes deras. tak banyak kata aku pun langsung ke rumah sakit dan di sana aku melihat ibuku sendang menunggu di depan ruang UGD sambil menangis.

Kuusap air mataku dan mencoba tegar di depan ibu, aku menenangkan ibu agar dia tak menangis lagi, memang ayahku sudah menyidap penyakit ini sejak lama, dia menyidap penyakit jantung dan saat ini dia terkena serangan jantung, tak henti hentinya aku menenangkan hati ibu aku selalu berkata “ayah akan baik baik saja bu” ujarku sambil memeluk ibu. Tak lama kemudian dokter keluar dari UGD dan dia bicara kalau ayahku sudah tiada, tangisan ibu dan aku pun pecah saat itu orang yang aku sayang yang selalu mensupport aku yang menghidupi keluargaku selama ini telah mengembuskan nafas terakhir, ayah yang terbaik dan superhero bagiku dan ibu sekarang telah tiada.

Setelah tak lama aku ditinggal oleh ayahku, ibuku pun mencari uang sendiri aku selalu berusaha membantu ibuku tapi ibu selalu berkata “belajarlah yang rajin ya nak bahagiakan ayahmu kalau kau sudah sukses nanti kau baru membantu ibu” ujarnya lemah lembut sambil mengelus elus rambutku. Sejak itu aku bertekad untuk bersungguh dalam bersekolah aku selalu fokus untuk kebahagian ibuku dan ayahku di sana.

“Kringgggg” alarmku berbunyi menujukan jam 05.00 memang sengaja aku bangun pagi pagi untuk sholat subuh dan bersiap siap sekolah, hari ini merupakan hari pertamaku ke sekolah hatiku sangat bahagia sekali hari yang kutunggu tunggu pun datang, bergegas gegas aku berangkat dan masih ditemani sepeda ontelku yang tua itu kenang kenangan dari ayah, tak lama kemudian aku sampai ke sekolah jam 06.00 ternyata sekolahan masih sepi, rupanya aku jadi siswa pertama yang sudah sampai ke sekolah, sambil menunggu yang lain datang aku pun menelusuri sekolahanku yang sangat luas. tak lama kemudian bel sekolah pun bebunyi “kringggg” pertanda masuk sekolah bergegas aku menuju ruang kelasku dan ternyata di sana sudah ada banyak murid lain.

Ternyata aku dapat bangku paling depan di kelas itu senangnya hatiku karena selama sekolah aku selalu duduk paling depan, hari pertama sekolah kita disuruh untuk mengenalkan diri dan tibalah giliranku, akupun dengan pedenya meperkenalakan diriku kepada guru dan teman teman baruku, setelah beberapa menit aku mengenalkan diri perkenalan pun selesai dan hari itu materinya hanya pengenalan saja, padahal aku tak sabar mendapatkan pelajaran tentang elektronika kan aku kepingin buat robot, selalu itu yang aku bicarakan. Kelamaan berkhayal sampai bel pulang pun berbunyi “kringgggg”. Cepat cepat aku mengemasi barang barangku lalu pulang. Hari pertama yang sangat menyenangkan, Kujalani sekolahku hingga satu tahun sambil berjalannya waktu aku mendapatkan sahabat sahabat terbaikku iya aku sekarang sudah duduk di kelas 2 begitu cepat dan menyenangkan seperti biasa aku selalu mendapatkan nilai baik dalam semesterku ini karena kedua orangtuaku sebagai motivasi hidupku aku bisa seperti ini.

Dan suatu hari ada ajang lomba pelajar tingkat provinsi di situ aku dan teman temanku diajak oleh kakomliku mengikuti lomba tersebut kita di jadikan satu tim dalam mengikuti lomba tersebut. “aku tidak boleh menyia nyiakan kesempataan ini” ujarku dalam hati. aku dan teman temanku langsung berbagi ide untuk menciptakan suatu barang yang tepat guna, ternyata ideku dan teman teman langsung di acc oleh kakomliku, setelah mendapat persetujuan aku langsung merangakai dan memprogam teknologi yang aku buat susah payah kami membuat teknologi tersebut sampai kami pulang malam bahkan menginap, aku rela meninggalkan ibuku di rumah tapi ibuku pasti mengerti ini demi kebahagiaannya dan ayah yang sudah di surga.

Berselang beberapa hari kemudian waktu lomba pun tiba, ternyata banyak juga siswa siswa yang membuat teknologi canggih lainnya aku dan teman temanku sempat minder tapi kita selalu berfikiran positif, dan sekarang waktu aku dan teman temanku mepersentasikan teknologi yang aku buat. setelah beberapa juri melakukan penilaian, tiba acara puncak yaitu penentuan juara 1 2 dan 3, aku selalu berdoa dan berdoa agar teknologi yang kubuat dengan timku menjadi juara satu, tak lain lagi karena aku ingin membahagiakan ibu dan ayahku.

Waktupun tiba secara berurutan MC menyebutkan juara 3 2 dan 1 “ternyata juara 3 dan 2 bukan dari SMK kita” ujarku sambil gelisah. suasanapun mulai memanas tiba saatnya juara 1 di sebutkan hatiku pun berdebar debar “juara 1 adalah SMKN 2 BOJONEGORO” ujar MC dengan keras. “Alhamdulillah” aku langsung bersujud dan mengucapkan syukur berkali kali pada akhirnya aku dan timku membawa piala sebagai juara 1, ucapan selamat berkali kali terucap dari guru guru dan teman temanku kepada timku, aku sangat bahagia dan bergegas pulang untuk menceritakannya kepada salah satu motivasi hidupku tak lain adalah ibuku.

Setibanya aku sampai rumah aku melihat sesosok wanita paruh baya sedang membuat jajanan untuk dijual besok dia adalah hidupku ibuku, tak ragu aku langsung memeluknya sambil memberitahu ibuku kalau aku dan timku mendapat juara 1 lomba tingkat provinsi. Ibuku langsung bersujud dan bersyukur “Alhamdulillah ya Allah engkau telah memberiku anak yang cantik pintar dan bisa mebuatku bahagia”. ujar ibuku smabil menagis.

Begitu banyak kutorehkan prestasi prestasi dalam ajang lomba kabupaten maupun provinsi yang menjadi penyumbang piala sekolah tercintaku ini dan pada akhirnya sampai aku sudah duduk di kelas 3 saat ini waktu sudah tak lama lagi aku harus belajar terus untuk mempersiapakan ujian kelulusanku, try out demi try out telah aku ikutin dan tibalah ujian kelulusan dilaksanakan aku selalu berusaha untuk memberi yang terbaik aku selalu ingat ibu ibu ibu, dan ibu yang selalu ada buat aku ibu penyemangat diriku. Sudah beberapa hari aku melaksanakn ujian, dan ujian kelulusan pun selesai, berbulan bulan aku menunggu hasil kelulusanku, hari yang aku tunggu tunggu pun tiba yaitu pengumuman nilai ujian kelulusan. pengumuman pun akhirnya di tempel di papan pengumuman dan Alhandulillah aku mendapatkan nilai baik, selain aku mendapatkan nilai yang baik aku mendapat tawaran dari perusahaan bonafit di Indonesia berkali kali aku mengucapkan syukur, “Alhamdulillah atas keehendak yang kau beri ya Allah semua yang aku inginkan kau kabulkan”. aku bergegas gegas untuk pulang aku langsung berbagi kebahagian kepada ibuku dan kebetulan keluargaku sendang berkumpul di rumahku mereka pun ikut bahagia atas prestasi prestasi yang aku raih dan diterimanya aku di perusahaan bonafit di Indonesia.

Setelah beberapa tahun aku bekerja di perusahaan tersebut hidupku dan ibuku pun mulai membaik, perekonomian yang semula rendah pun sekarang lebih dari cukup, aku mengumpulkan uang hasil gaji setiap bulan dan aku mengumpulkannya selama bertahun tahun, setelah uang itu berkumpul banyak aku membeli rumah dan mengajak ibuku untuk pindah ke kota dan tinggal bersamaku, aku pun juga meneruskan belajarku hingga kuliah sambil bekerja. hidup kami di sana sangat bahagia dan satu persatu keinginan ibu dan aku pun terwujud. “terimakasih ya Allah engkau telah memberiku kebahagian diatas kesulitan yang aku jalani saat ini”.

Jangan pernah takut bermimpi, Sadari apa yang kita inginkan dan kita harapkan jangan malu atau takut untuk memperoleh semua yang kita impikan, ingatlah satu hal ini “bahagiakan orangtuamu diatas kebahagianmu” maka kita akan menjadi orang yang berhasil atas ridhonya, lalu jangan pernah berhenti bersyukur atas nikmat yang beliau berikan terhadap kita.

Cerpen Karangan: Ayu Adelia
Facebook: Ayu Adelia
namaku ayu adelia aku masih duduk di bangku kelas 2 smk, maaf kalau kata kata dalam cerpenku agak belibet dan gak pas, maklum masih penulis pemula yang amatir dan tunggu karya cerpenku selanjutnya

Cerpen My Life And Your Happiness Mother merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Singkat

Oleh:
Hari ini hari sabtu, aku mendapat tugas yang menjenuhkan sekali, aku memutuskan untuk keluar rumah sebentar mencari udara segar agar tidak stress, atau mungkin setelah jalan-jalan aku bisa fresh

Sulitnya Jadi Anak Bungsu

Oleh:
“Hiks..hiks..” isak tangisan dari anak bungsu yang bernama Chalisa tapi panggil saja Lis, dia memang sering menangis mungkin bisa setiap hari. “Uh..uh..” amarah kedua Kakak Lis yang berisyarat agar

Terima Kasih Bunda

Oleh:
Tes.. tes.. tes.. tetes hujan perlahan-lahan turun dan akhirnya menyentuh tanah, langit masih terlihat mendung dan tak terlihat sinar kemilau sang mentari yang selalu tersenyum dengan hangat kepadaku. Kriek..

Sakura Bersemi di Hatiku

Oleh:
Namaku adalah Emilia. Aku memiliki seorang sahabat yang begitu sempurna di mataku. Namanya adalah Angela. Kami memiliki satu tujuan yang sama untuk masa depan kami. Negara yang menumbuhkan tunas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *