My New Life

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 7 December 2021

Namanya sisca, gadis berbadan mungil, periang, cantik, pintar dan ramah kepada semua orang. Dia tinggal di rumah sederhana. Tetapi dia tidak sedih karna hal tersebut, dia tetap riang dan sangat akrab dengan penduduk desa.

Sisca tinggal dengan kedua orangtuanya dan adik laki lakinya, namanya Robin. Robin masih duduk di bangku kelas 6 SD sedangkan Sisca kelas 1 smp.

Siang yang cerah, pada hari libur yang indah. Sisca sedang menyelesaikan tugasnya bersama teman temannya di rumah Jodi teman teman Sisca adalah Jodi, Gavin, lia, cantika, mika, dan Dika. Saking asyiknya mengerjakan tugas, mereka tidak sadar kalau hari mulai petang.

Setelah tugas selesai Sisca langsung pulang meninggalkan teman temannya. Ketika sampai di rumahnya dia melihat barang barang di halaman rumahnya mulai dari kardus, ransel dan lainnya berada di halaman rumahnya

“apa yang terjadi?”
“apakah ada hal buruk terjadi?”
“oh, tidak” ucap Sisca mendesah dalam hati penasaran cemas.

Dalam pikirannya, dia menduga hal buruk yang terjadi. Mulai penagih hutang yang datang untuk menyita barang barang di rumah mereka karena orangtua Sisca belum sanggup membayar hutang hutang mereka.

Sisca segera masuk ke dalam rumah dia melihat Robin yang sedang berkemas di ruang tamu
“Robin ada apa ini?”
“Kakak ngerti gak sih kita akan pindah rumah ke kota”
“Hah? terus sekolah kita bagaimana?”
“Teman kita”

Robin hanya membalas pertanyaan Sisca dengan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau. Kemudian ayah memberitahu kami bahwa kami akan tinggal di rumah om Joni. Mereka mengajak keluarga Sisca tinggal di rumah om Joni.

“Tadi ayah ditelepon oleh om Joni katanya mereka mau menjemput kita sebentar lagi makanya kita bersiap sekarang”
“ayah… bagaimana teman teman kami di sini”
“lain kali kita berpamitan pada teman teman kalian ya tetapi jangan sekarang karena kita tidak ada waktu”
“baiklah ayah”

Om Joni adalah adik ayah Sisca, dia tinggal di kota dan sangat kaya. Dia bekwrja di perusahaan milik orang asing. Begitu pula dengan tante Sarah, mereka sangat sibuk

“Katanya sih kak Rini dan Kak Leo kesepian. Karna sering ditinggal mama papanya keluar kota bahkan keluar negeri” jelas Robin yang sedang mengepak pakaiannya
“oh eh ayah dan ibu mana bukankah tadi di sini?”
“tadi kedepan kakak aja yang bengong mama papa keluar aja gak tau”
“biarin dah lah mending beres beres baju aja”

Sisca sambil mengepak pakaiannya berbicara pelan seolah bingung
“aku akan tinggal di rumah om Joni. Hmmm… bagaimana ya kapan aku memberitahu teman teman ya… ah pusing pusing nanti aku kirim surat pada mereka”

2 jam kemudian, keluarga om Joni datang. Rini dan kak Leo ikut juga. Sisca dan Rini langsung berpelukan
“Kangen” ucap mereka bersamaan
“jelas kangen terakhir kita bertemu adalah idul fitri tahun lalu”

Mereka langsung menyimpan barang barang ke dalam mobil om Joni dan berpamitan ke tetangga dekat rumah, setelah berpamitan mereka langsung pergi meninggalkan rumah

Sepanjang perjalanan, Sisca, Robin, Rini, dan kak Leo tertidur sepanjang jalan mungkin mereka kecapean karena sedari tadi bercanda terus.

Cerpen Karangan: Annisa Kirana

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 7 Desember 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen My New Life merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Silhouette of a Man

Oleh:
“Dek…” Ayah menggoyang-goyangkan kakiku dengan pelan. “Dek… ayo bangun, udah pagi…!!!” “Masih pagi, Yah…” Mataku memohon untuk tetap dipejamkan. “Baru hari kedua masuk SMP. Kok udah nggak semangat, Dek?”

Jendela Kesayangan

Oleh:
Cuaca malam ini begitu tak mendukung. Bukan lagi gerimis, derasnya hujan disertai suara dari cahaya-cahaya yang menghiasi langit malam begitu menggelegar, membuat tubuh semakin gemetar. Sayup-sayup terdengar suara hentakan

Allah Itu Adil

Oleh:
Terdengar suara riuh rendah di lokal Aqira, yaitu IV-D. Pak guru sedang membagikan hasil ulangan Matematika. Semuanya takut dan agak deg-degan sambil menelan ludah. Menurut mereka, matematika adalah mata

Hijrah (Part 1)

Oleh:
Orang-orang bilang, masa SMA adalah masa-masa keemasan. Masa itu pula, orang-orang akan memilih lingkungan mana yang sreg dengan hatinya dan menjadikannya zona nyaman. Ya, mungkin begitu. Tetapi bagiku, masa-masa

Bayangan Matahari

Oleh:
Bayangan Matahari Hitam.. Pantulan atau cerminan? Mereka bermakna dalam, Mereka bayangan.. Matahari harusnya berbayang Jadi, ‘kan kuberi satu Cukup untuk keberadaanmu Satu yang lebih darimu Aku tertegun membaca secarik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *