My Special Day

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 8 May 2014

Awan hitam masih menaungi langit kota Bandung, gemericik air hujan dan gelegar halilintar membuatku semakin bergidik ngeri. Di cuaca seburuk ini aku masih berdiam di halte depan sekolah. ku edarkan mata elangku menatap sekeliling, sepi… semua rumah, toko dan bangunan pemerintah yang biasanya ramai kini bagaikan kota tua yang mencekam. ku ambil telfon genggamku dan memencet nomor seseorang yang sudah aku hafal. berharap dia mau mengangkat dan menjemputku disini.

“Ada apa?! aku sedang sibuk, tidak bisakah kau menelfon nanti saja?!” ucapnya sebelum aku berbicara terlebih dulu. dia pun juga langsung menutup sambungan telfonku.
“Cih! kakak macam apa dia?! dia bahkan tidak memikirkanku sedikit pun!” umpatku mendengus kesal.

1 jam sudah aku berdiri disini, namun tak ada satupun kendaraan yang melintas, aku hanya dapat menikmati gemuruh hujan di depanku, berharap dia cepat reda atau seseorang datang membawakan payung untukku.

“Kok belum pulang?” Tanya seseorang di depanku menjeda melodi hujan
“Lupa nggak bawa payung, kamu sendiri kok malah main hujan-hujanan..”
“Hehehe.. habis seru sih… mau ikutan?”
“Enggak ah! dingiinnn…” jawabku memeluk tubuhku sendiri
“Terus.. sampe kapan kamu akan berdiam disitu? mending kita pulang bareng.. kita kan satu arah!”
“Kayaknya enggak deh! kamu duluan aja, aku nunggu hujannya reda aja”
“Udahlah! ayo!” ucapnya langsung mmenarik tanganku
“Hey!! Aku kan udah bilang, aku nggak mau..” omelku
“Udahlah… ayo maen ini seru tau!”

Aku pun akhirnya juga mau bermain dengannya di tengah derasnya hujan, tak mempedulikan seragam SMA yang masih menempel di badanku. walaupun pada awalnya terasa begitu canggung, tapi lama-kelamaan aku juga bisa tertawa lepas seperti anak kecil. walaupun dingin tapi aku senang.

Hujan mulai mereda, sayup-sayup hangat sinar mentari senja ku rasakan menghangatkan tubuhku yang basah kuyup. kini kami duduk di bukit belakang sekolah menikmati pelangi yang dihiasi sinar sang surya yang perlahan-lahan berjalan pergi menjauhi senja ini.

“Dik! Percaya nggak, kalau habis hujan itu pasti ada pelangi, terus di ujungnya ada bidadari yang turun dari langit?” tanyaku bersemangat
“Percaya, (Menatap pelangi) emangnya kenapa?” Mengalihkan pandangannya ke arah ku
“Hah?! kamu percaya?”
“Iya, soalnya aku udah lihat bidadarinya di depanku…”
“Gombal dehhh..”
“Eh, serius!! Kamu itu cantik… kalau dilihat dari sedotan… hehehe”

Hari sudah pagi, namun lagi-lagi sinar mentari terhalang oleh awan mendung yang menghiasi langit pagi ini.. Hawa dingin kembali menyelimuti pagi kelabu ini. perlahan-lahan aku turuni anak tangga kamarku, menemui sarapanku hari ini. kulihat kakakku yang dingin itu tengah menyantap sarapannya.
“Kemarin pulang sama siapa?”
“Sama Temen.”
“Kenapa nggak pulang sendiri?”
“Kalau ada temen, kenapa pulang sendiri?!”
“Hari ini kamu berangkat bareng kakak.”
“Hah? ada angin apa, sampe kakak mau nganterin aku? kemaren waktu aku suruh jemput aja nggak mau! kakak tau nggak, kemaren aku nungguin kakak sampe 1 jam?! aku tau kakak sibuk, tapi aku pengen kita kaya dulu kak!. Dulu kapanpun aku butuh, kakak selalu ada buat aku, tapi, setelah mama sama papa cerai, kakak berubah. kakak jadi dingin, nggak asik buat diajak becanda.” ucapku langsung meninggalkan meja makan. namun belum sampai 1 meter berjalan aku kembali mengambil sarapanku. aku tau kakakku terkikik kecil melihat tingkahku.
“Beneran nggak mau berangkat bareng kakak?” tanyanya
“Enggak…” jawabku mengambil gelas dan meminum minumannya

Jam Istirahat…
“Nis!! Nanti sore jalan yuk..” ajak Dicky duduk di sebelahku
“Emmttt, oke! Jam berapa?”
“Nanti gue jemput aja.. gimana? Mau nggak?”
“Okeey, jangan ngaret ya..”
“Pasti!”

Aku telah siap dengan dress mini putihku. aku mengaca sebentar lalu mengambil tas kecilku dan bergegas pergi.

“Mau kemana kamu?” Tanya kakakku yang menonton tv di ruang tengah
“Jalan, nggak boleh?”
“Kakak ikut..”
“Hah?! Nggak nggak…”
“Loh kenapa?”
-Tiinnn, tiiin “Nis! ayo!!” ucap Dicky membunyikan klakson
“Mau kencan ya?”
“Siapa juga yang mau kencan? kalau mau ikut, ikut aja!!”
“Nggak jadi deh. Takut ngeganggu yang lagi kencan…” Ujarnya
“Nggak kencan!!!” jawabku bingung dan langsung melangkahkan kakiku menemui Dicky
“Dasar ABG…” ucap kakakku memandangku yang menemui Dicky
“Tumben kamu nggak ngaret…” ucapku
“Nggak dong.. silahkan masuk cantik..” jawabnya membukakan pintu mobil
“Biasa aja kali Dik.”
“Nggak dong! mulai hari ini aku akan perlakuin kamu dengan sepesial :). ayo masuk.”

Kini kami menelusuri sungai palayangan dari jembatan kecil penghubung 2 tepi sungai ini. suasana hari ini sangat ramai, ditambah lagi hari ini malam minggu, tempat ini sudah bagaikan lautan manusia karena banyaknya remaja yang pergi berkencan ke tempat ini.

“Dik, kapan ya kita terakhir maen kesini? kayanya udah lama banget kita nggak maen ke tempat ini.” ucapku memakan permen kapas yang kami beli di depan.
“Kira-kira 3 sampe 4 tahun yang lalu, o ya Nis! kamu tunggu disini bentar ya? jangan kemana-kemana..” pesannya berjalan pergi
“Mau kemana?”
“Udah, tunggu aja, aku nggak bakal lama kok.”

Aku menuruti perkataannya, aku berdiri di tengah-tengah jembatan sungai, ku tatap perahu-perahu kecil yang mengambang di bawah jembatan kecil tempatku berdiri saat ini. tak berselang lama perahu-perahu itu melepaskan lilin kecil yang membentuk formasi yang sangat indah, aku tertegun melihatnya, air mata haru kini menyelimutiku, aku bahkan tidak ingat jika hari ini adalah ulang tahunku.
“I Love You” suara itu terdengar begitu kaku di telingaku. aku alihkan pandanganku ke arah datangnya suara itu. seorang cowok tengah berjongkok dengan sebuket bunga.
“Dik! jangan becanda dong, ayo bangun…”
“I need you, and I miss you…”
“Kalo kamu nggak mau terima aku, aku bakalan loncat dari jembatan ini.” lanjutnya menaiki pagar pembatas dengan merentangkan tangannya
“Eh.. eh.. turuunnn…”
“I Love You Nisa!!! Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu.. aku mau kamu jadi pacar ku… I Love You!!!” ucapnya kembali berteriak.
Aku benar-benar di buat malu olehnya, bagaimana tidak malu?! kini kami menjadi pusat perhatian para pengunjung,..
“Wahh.. dia sangat romantis..” ucap seorang cewek yang melintas
“Kau bahkan tidak pernah melakukan itu!!” lanjutnya pada pasangannya
“Dicky! turun dong!! malu tau!”
“Terima, terima, terima, terima!!” teriak pengunjung lain menyoraki
“I Love You!!!” jawabnya
“I Love You too!” jawabku sedikit gugup namun disambut dengan suara gemuruh tepuk tangan para pengunjung
“Beneran?!” tanyanya memastikan
“I, I, iya! Sekarang turuunn..”
“Makasih ya..” jawabnya turun dan memelukku

Malam ini aku benar-benar mau dibuat Dicky mati berdiri dengan semua kejutan yang dibuatnya, aku juga tak menyangka jika kakakku yang super dingin itu ternyata juga turut andil dalam Surprise party malam ini. aku bahkan tak ingat sama sekali dengan ulang tahunku, tapi mereka mengingatnya, sungguh! malam ini adalah malam yang paling indah bagiku, walaupun nggak ada mama sama papa di samping aku, walaupun nggak ada pesta meriah dengan kue yang besar, tapi aku punya sahabat, pacar dan kakak yang sayang sama aku. dan sayang itu nggak bisa dibeli dengan uang, seperti kepercayaan.

Cerpen Karangan: Nina Anis Safitri
Blog: shincharismatic.blogspot.com
Facebook: Nina Anis Safitri

Nama Lengkap: Nina Anis Safitri
Nama Panggilan: Nina / Anis
Tempat Tanggal Lahir: Sukoharjo, 30 Oktober 2013
Hobi: Menulis cerita
Pendidikan: Bersekolah di SMP N 5 Sukoharjo, kelas 8 A

Cerpen My Special Day merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semu

Oleh:
20 juni 2010 Masih membekas jelas sosok bayangmu, saat kau tinggalkan aku yang terpaku mengantarmu di depan gate check in di bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bayangmu, saat kau lambaikan tanganmu

Permintaan Terakhir

Oleh:
Nama aku Azkia Aasylla aku tinggal bersama ibu dan ayah tiriku. Aku mempunyai kakak lelaki yang aku sayang walaupun ia sering membuat aku menangis dan sering menuduh aku. Kami

Bapak Pinjami Aku Hatimu

Oleh:
Suara burung terdengar seperti irama pengiring tidur, ditemani suara ombak kecil, berdenting sangat lembut alunannya. Daun pohon yang tertiup angin terlihat melambai-lambai, dan matahari mulai meredupkan sinarnya, sebab senja

Hadiah Natal

Oleh:
Hari ini, dua hari sebelum perayaan Natal, dan aku masih belum merasakan sesuatu yang berbeda. Suasana di rumah masih sepi seperti hari-hari biasa. Sampai saat ini kedua orangtuaku pulang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *