Nada Piano Menemukanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 27 March 2017

Siapa di antara kita yang percaya keajaiban. Ya aku percaya keajaiban bahkan aku selalu mengharapkan keajaiban itu datang. Aku ingin sesuatu terjadi pada kehidupan aku dan ayahku. Aku selalu ingin seperti anak perempuan yang lainnya, menjadikan ayahnya seseorang yang sangat sangat berharga. ayah menjadi pendengar setianya dalam menghadapi masalah kehidupan remaja, dan ada beberapa anak perempuan menganggap ayah adalah cinta pertamanya.
Tapi sayang itu semua tak bisa kudapat, hingga saat ini aku belum pernah merasakan apa arti kehadiran seorang ayah, aku belum pernah merasakan kecupan seorang ayah, belum pernah merasakan hangatnya pelukan lelaki yang biasa dipanggil ayah itu dalam dinginnya kehidupanku. Dan mungkin semua itu hanya khayalanku saja, karena aku juga tak tau di mana ayahku berada.

Kata mama ayahku pergi tugas ke luar kota, sebuah tugas yang tak dapat ditinggalkan ayah. Ayah pergi saat aku masih di kandungan mama, dan sampai sekarang kami tak tahu di mana keberadaan ayah. Kemarin ayah dinyatakan hilang oleh pihak kepolisian, yang tak jelas keterangannya. Tapi aku masih berharap pada keajaiban semoga Tuhan mempertemukan kembali aku dan papa.

“Ma… Dean pergi sekolah dulu ya, da… Oiya ma, entar sore mama dateng kan ke konser piano dean?” teriakku pada mama dan membuat mama keluar menghampiriku karena suaraku yang melengking.
“iya, entar mama dateng bawain dress yang mau dean pake juga nanti” ucap mama tenang sambil menciumku.
“ma, tadi Dean mainnya bagus gak ma?” aku tersenyum manja pada mama dan berharap jawaban iya dari mama.
“iya, dean mainnya bagus mama senang” ucap mama lagi sambil mengelus kepalaku.

Sejenak aku terdiam, memandangi temanku yang sedang asiknya berbincang dengan papa dan mamanya. Sepertinya gadis itu sedang bercerita pengalaman konsernya tadi pada papa dan mamanya. Sedangkan aku hanya bisa bercerita pengalamanku dengan mama.

“ma, coba ada ayah ya ma” ucapku spontan dengan nada sedih.
“dean kok ngomong gitu kan ada mama di sini nemani dean” jawab mama mencoba menenangkanku, yang ingin menangis.
“Dean pingin seperti mereka ma, dipeluk ayahnya, becerita dengan ayah mereka. Dan menghabiskan waktu mereka bersama sama ma” jawabku lagi pada mama.
“Dean… yang sabar yang sayang ingat aja mama ada di sini untuk dean. Ok?” mama memelukku.

Entahlah, entah apa yang membuatku menoleh ke belakang. Seseorang pria kudapati sedang memperhatikan aku dan mama. Menurut perkiraanku umur bapak itu satu atau dua tahun lebih tua dari mama.

“ma, siapa pria itu? Apa mama kenal? Sepertinya dia sedang ngeliatin kita deh” ucapku polos pada mama.
“…ng.. enggak dean…” Mama menjawabku dengan sedikit panik gak tau apa yang terjadi sepertinya mama mengenali pria itu. Tapi apa yang ditutupi mama.
“mama kenapa ma? Mama kenal? Kok mama jadi aneh jawab dean” kataku pada mama penasaran.

Setelah kejadian tadi, mama jadi aneh. Mama diam terus dan hanya menjawab apa yang ditanyakan saja. Mama juga gak mau membahas siapa pria itu sebenarnya. Tapi aku tak mau membahas itu lagi dan aku menganggap kalau mama, hanya terkejut melihat tatapan pria itu. Tapi, gak tau entah apa yang mengganjal hati ini setelah kejadian tadi.

Pagi ini aku terbangun dari tidurku, menjalani hariku seperti biasa sama dengan mama kami berdua menjalani pagi ini seperti biasa, mama pun sepertinya tak ada menyinggung tentang tatapan aneh pria itu.

“ma, Dean berangkat sekolah dulu ya. Nanti dean langsung ke tempat les piano” ucapku pada mama mencairkan suasana di meja makan.
“eh, iya sayang hati hati ya, jangan pulang telat entar mama gak ada teman di rumah” jawab mama tersenyum padaku.

Setelah pulang sekolah seperti biasa 2 kali dalam seminggu aku mengikuti les piano, entah kenapa aku tertarik dengan alat musik ini, aku berharap bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri di salah satu Sekolah musik terbaik.

“good afternoon every body” salam miss Angela dengan ramah sebelum pembelajaran dilanjutkan.
“good afternoon miss” jawabku dan lima orang lagi yang ada di ruangan ini.
“kita kedatangan tamu hari ini, dia adalah pendiri tempat les musik ini. Jadi, sir ini datang jauh dari London hanya untuk dapat berjumpa dengan kalian” jelas miss Angela pada kami.
‘bukannya pria ini…’ ucapku dalam hati.
“helo good afternoon every body, hai semua perkenalkan nama saya Henry josep saya berasal dari Bekasi, saya tinggal selama 16 tahun di London. Dan tahun ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Indonesia untuk menghabiskan waktu saya di sini, dan juga karena saya merindukan seseorang yaitu kalian siswa saya yang ada di indonesia” jelas pria itu ramah, dan sempat membuyarkan lamunanku.

Sesampainya di rumah aku menceritakan kejadian tadi dengan mama, mama kembali diam seperti semlam, seperti pertama kalinya menatap mata pria itu. Entah kenapa ada yang aneh dengan pria itu. Dan entah kenapa juga aku semakin penasaran siapa ayah sebenarnya, mama tak pernah mau membahas siapa ayaha sebenarnya, dan kejadian hilangnya ayah pun tak dijelaskan mama dengan jelas, semua cerita mama tentang ayah tak pernah logis jika kupikirkan dengan serius lagi.

Di akhir minggu ini aku kembali ke tempat les piano itu, dari ruanganku terdengar seseorang memainkan sebuah lagu kesukaanku. Lagu itu sering kumainkan saat aku sedih karena dapat membuatku tersenyum lagi, lagu itu juga kumainkan saat aku senang. Aku pun memasuki ruangan itu dan aku melihat seorang pria memainkan lagu itu.

“Apakah anda juga menyukai lagu itu sir?” ucapku pelan dan membuat sir Henry menghentikan permainannya.
“iya, lagu ini dapat membuat sir senang disaat sedih, dan membuat sir bahagia saat sir senang” sir menjawab pertanyaanku dan melanjutkan lagi permainannya.
“Habanera” aku dan sir Henry mengucapkan judulnya bersamaan.
“sir, Dean juga suka lagu itu dan alasan Dean menyukai lagu itu sama dengan sir. Kita menyukai lagu yang sama dengan alasan yang sama” ucapku pelan pada sir Henry aku tak tahu apakah sir itu mendengar ucapanku tadi.
“iya aneh ya dean” jawab sir itu yang ternyata mendengar ucapanku tadi.

Semakin lama aku semakin dekat dengan sir Henry, aku menjadi sering datang ke tempat les musik padahal itu bukan jadwal lesku, aku diundang oleh sir Henry untuk belajar piano bersamanya.

“ma, mama tau gak aku dan sir Henry makin dekat dia orangnya asyik lo ma. Aku banyak dapat ilmu baru dari dia” ucapku riang pada mama.
“oh, kamu harus pintar bagi waktu” hanya jawaban singkat itu yang mama lontarkan padaku, entahlah aku tak tau apa yang terjadi sepertinya mama tak pernah merespon senang ceritaku kalau tentang sir Henry.
“oiya ma, asal ayah dulu dari mana sih ma?” aku bertanya pada mama.
“kenapa kamu selalu bahas tentang ayah, Bekasi” mama menjawabku dengan nada tidak senang, dan sepertinya mama menyesali jawabannya tentang asal kota ayah.
“oh, Bekasi? Berarti sama dengan sir Henry ya ma?” aku berkata polos pada mama.
“kan udah mama bilang jangan bahas ayah lagi, itu membuat kamu semakin teringat dengan ayah lagi kan. Juga sir Henry, kamu harus fokus dengan pembelajaranmu.

Aku tak mengerti kenapa mama menjadi marah gini ketika aku membahas tentang ayah dan Sir Henry, apa yang salah tentang pertanyaanku itu. Ini aku yang salah atau ada sesuatu dengan mama yang berhubungan dengan ayah dan Sir henry, dan itu semua tidak boleh kuketahui. Kenapa semua ini membuatku semakin bingung. Ah, aku semakin bingung jika memikirkan semua ini. Aku tetap berharap aku mendapat jawaban yang baik dari semua teka teki ini.

“ma, Dean boleh minta parasetamol gak ma?” ucap lemas pada mama, setelah aku bangun dari tempat tidurku.
“lho Dean kenapa?” ucap mama panik sambil memegang keningku.
“gak papa ma, Cuma gak enak badan aja” aku mencoba meyakinkan mama, bahwa aku baik baik saja.
“gimana kalau kamu gak usah sekolah dulu nak, entar mama permisikan. Juga gak usah datang les musik dulu” saran mama pada ku.
“jangan ma, hari ini Dean ada ujian di sekolah, Dean juga ada janji dengan sir Henry di tempat les piano” aku mencoba meyakinkan mama, aku takut mama melarangku pergi karena pertemuan ku hari ini dengan Sir Henry lebih penting di antara semua kegiatanku.
“Sir Henry lagi, ya udahlah terserah sama Dean aja yang penting mama udah ngasih tau Dean” mama menjawab pertanyaanku dengan nada yang tak biasanya, sepertinya mama kembali gak senang karena aku kembali membahas Sir Henry.

Setelah pulang sekolah aku ngelanjutkan les pianoku, karena aku harus menepati janjiku dengan Sir Henry.
“sir, Dean datang. Ayo kita mulai dari mana?” ucapku pada sir Henry, aku datang dengan muka pucat yang membuat sir Henry panik.
“Mbrukkkk…” aku terjatuh dan kemudian aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya padaku.

“ma, Dean di mana?” ucapku pada mama, aku baru tersadar setelah kejadian itu, kulihat mama sedang berdiri di samping tempat tidur di samping orang yang tak asing lagi denganku, Sir Henry.
“Tadi, Dean pingsan di tempat les. Lalu sir Henry yang bawa Dean ke sini” mama ngejelasin padaku.

Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, karena kulihat mata mama sembab. Begitu juga dengan Sir Henry yang sedang berdiri dengan ekspresi aneh yang tak biasanya. Tapi, belum ada dari mereka yang berbicara tentang apa yang terjadi pada kami saat ini.

“ma, mama kenapa? Sir henry juga kenapa?” Tanya ku pada mama dengan nada yang masih lemas.
“ini ayah sayang” ucap Sir Henry yang membuatku terkejut, Sir Henry mengatakannya semuanya sambil menangis.
“ma… kenapa mama gak pernah bilang apa yang terjadi sama Dean, mama gak pernah bilang kalau ayah itu masih ada. Mama gak pernah ngasih taukan Dean kan apa yang sebenarnya terjadi” aku tak bisa menahan emosi karena sekarang aku telah tahu semuanya.
“dulu mama sempat berfikir kalau Dean itu gak boleh kenal siapa Ayah Dean. Dulu ayahmu, pergi ninggalin kita demi sekolah musiknya di London. Saat itu mama gak suka dengan cara ayahmu seperti ini. Padahal ayahmu berjanji akan datang kembali ke Indonesia 2 tahun kemudian, menurut mama itu adalah waktu yang lama untuk kita berdua sayang. Sejak saat itu juga mama mencoba menghilang dari keluarga ayah, dan mencoba untuk fokus hidup untuk kita berdua” mama menceritakan kejadian yang sebenarnya baru hari ini setelah aku berusia 16 tahun tanpa kehadiran seorang ayah.
“maafin ayah Dean…” Seru Sir Henry dengan kata ayah.

Terimakasih Tuhan karena Tuhan mempertemukan kepingan kepingan cerita dari keluarga kami yang hilang. Sekarang aku dapat merasakan arti kehadiran ayah seperti anak perempuan lainnya,

Cerpen Karangan: Eka Angelin Girsang
Blog / Facebook: Ekangelinnn.blogspot.com / Eka Angelin Girsang

Cerpen Nada Piano Menemukanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Air Terjun

Oleh:
Banyak hal yang tak bisa kita sangka akan terjadi di masa depan. Hal atau kejadian yang jauh dari angan dan harapan, dan kini aku telah membuktikan betapa sang pencipta

Kehidupan Reni

Oleh:
Allahhu Akbar Allahhu Akbar Suara Adzan sudah terdengar dari kamar Reni, langsung saja reni bergegas mengambil air Wudhu di belakang rumahnya, setelah itu ia melaksanakan Sholat berjamaah bersama kedua

Gadis Pemandang Langit (Part 1)

Oleh:
Dia gadis yang menawan, kebiasaannya adalah memandangi langit, siang atau malam di taman kota. Namanya Niky Bilqis, sering dipanggil Kiki, ia akan memandangi langit dengan banyak ekspresi, seperti nangis,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *