Nasi Goreng Terakhir Untuk Alya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

“Pokoknya aku gak peduli aku mau nasi goreng hari ini kalau enggak aku gak mau sekolah titik” ucap seorang gadis dengan nada tinggi kepada ayahnya.
“Uhuk.. Uhukk.. Tapi Alya! Ayah sedang tidak enak badan”. Jawab ayahnya sambil terbatuk batuk
“Gak peduli..”. Ucap Alya marah.
“Uhm baiklah Alya, ayah akan masakan tapi kamu janji harus habiskan dan berangkat sekolah yah!” ucap ayah Alya sambil tersenyum tapi Alya membalasnya dengan ketus.
“Iyah! Cepetan ah nanti aku telat lagi! Mau aku dihukum gara gara ayah heuhh..”.

Ayah Alya pun pergi ke dapur untuk memasak tapi selang beberapa menit doni pacarnya Alya menjemputnya dan Alya kesal menunggu ayahnya yang memasak tak kunjung datang, hingga dia pun pergi dan sambil menggerutu. “Dasar ayah lelet, kagak tau apa kalau gue tuh lapar dasar tua!” ucapnya sambil keluar dan pergi meninggalkan rumah serta ayahnya.
Doni yang melihat wajah kekasihnya yang cemberut pun bertanya tentang keadaan Alya “Al, kamu kenapa? Kok kaya lagi kesal sih”.
“Au ah, udahlah aku gak pengen ngomongin apa apa!”. Ucapnya ketus.
Doni diam seketika saat mendengar Alya seperti itu, dia pun tancap gas agar segera sampai ke sekolah

Sementara itu ayah Alya kembalii ke ruang tamu dengan sepiring nasi goreng, namun saat didapatinya tak ada seorangpun yang ada di ruangan itu, ternyata Alya pergi, memang ada sedikit rasa kecewa tapi apa daya dia anggap dia bersalah atas segalanya terjadi.

Saat di sekolah Alya masih kesal dengan ayahnya sampai dia tanamkan kebencian di hatinya khusus untuk ayahnya. Dia membenci ayahnya semenjak smp saat dia diambil dari ibunya, dia ingin tinggal dengan ibunya tapi ayah Alya memaksa dirinya untuk tinggal dengan ayahnya. Sampai masalah ini masuk ke pengadilan dan hak asuh pun ayah Alya yang menang, tentu saja Alya menganggapnya buruk dan mulai membencinya sampai sekarang.

Jam istirahat sekolah pun berbunyi seperti biasa Alya dan grupnya nongkrong di warung mak ijah, entah kenapa perut Alya terasa sakit tapi dia hiraukan namun semakin ia hiraukan semakin sakit dan kini sakitnya menjadi jadi hingga dia pingsan dan tergeletak di kantin sekolah. Melihat hal itu teman teman Alya pun segera berhamburan dan membawanya ke rumah sakit.

Esokya sekitar jam 00:30 dini hari, Alya bangun melihat kondisinya dan keberadaannya di rumah sakit dia pun bangun dan mencari orang orang, Delisa yang melihat itu langsung memburunya dan segera menarik tubuh Alya kembali ke tempat tidur.
“Alya, kamu baru siuman dari operasi jadi jangan gerak dulu!”. Ucapnya
“Apa?? Operasi!”. Ucap Alya terkejut.
“Iya operasi transportasi ginjal”. Ucapnya.
“Hah! Tapi aku gak punya penyakit ginjal!”. Ucap Alya seperti tak percaya
“Entahlah, tapi saat kau pingsan di kantin kemarin siang dokter mengatakan kau harus operasi itu”. Jawab Delisa
“Lalu siapa yang donorkan ginjal itu!”.
“Uhm,. Aku lupa lagi al.. Sudahlah sekarang kamu istirahat biar enakan! Nanti kan orang orang ada seneng kalau kamu udah masuk sekolah lagi”. Jawab Delisa seperti menyembunyikan sesuatu
“Uhm tapi aku ingin ucapkan terima kasih pada pendonor itu!” ucap Alya
“Besok kita tanya dokter, hari ini kamu istirahat ya!”. Kata Delisa menenangkan Alya.

Akhirnya Alya menurut dan dia istirahat, saat Delisa meninggalkan ruangan itu Rena pun datang, dia adalah teman curhatan Alya di sekolah berbeda dengan Delisa dia teman kecilnya Alya.
“Loe lagi tidur al!” katanya
“Enggak kok, sini ren”
“Eh bokap loe mana? Kok kagak..” ucap Rena dipotong Alya
“Gak tau gue, mampus kali”. Ketus Alya
Paaaaarrrrrrr..
“Apa sih del, kok kamu nampar aku sih”
“Kamu gak boleh gitu al samau, ayah kamu udah banyak berkorban al”.
“Korban apa, dia udah misahin aku sama ibuku, itu yang namanya pengorbanan hah!”
“Dasar kamu ya! Yang donorin ginjalnya itu siapa hah! Ayah kamu!”.
“Ha, loe bohong!”
“Terserah, aku udah capek al, kamu gak sadar mulu ayah kamu tuh berusaha lindungi kamu dan kamu tau ini tuh surat ayah kamu buat kamu sebelum dia meninggal dan donorkan ginjalnya untukmu!” ucap Delisa. Sambil melemparkan secarik kertas ke wajah Alya, lalu Delisa keluar dan Alya mengambil surat dari ayahnya dan dia baca surat itu.

“Teruntuk anaku Alya rahma sucipto
Kata maaf ayah hari itu sampai hari ini pun kau takkan maafkan, ayah sayang kamu Alya sangat sayang sekali, hidup ayah pun akan ayah taruhkan demi hidupmu agar kau bisa menikmati dunia ini, oh iya sayang kamu pasti laper ya setelah operasi! Sebelum ayah pergi ayah telah siapkan segalanya termasuk makanan kesukaanmu yaitu nasi goreng, makanlah nasi goreng terakhir dariku Alya ayahakan rindu padamu meski ayah tau kau membenci pada ayah tapi itu pantas untuk ayah.
Salam cinta dari ayahmu
Rian sucipto”

Ucap ayah Alya dalam surat itu, hal itu membuat air mata Alya jatuh dan Alya bergegas pergi dia pun menghiraukan Rena yang bingung akan pertengkaran Alya dengan Delisa.

Akhirnya Alya sampai rumah dan dia hanya bisa menagis saat melihat ayahnya telah terbujur kaku terbungkus kain kafan, Alya langsung ayahnya yang telah terbujur kaku. Saat dia memeluk ayahnya seorang wanita menyodorkan sepiring nasi goreng, ternyata itu nasi goreng buatan ayahnya Alya untuk Alya. Yah itulah nasi goreng terakhir dari ayah yang Alya nikmati saat dihari kematian ayahnya.

Cerpen Karangan: Nyimas Wangi
Facebook: Nyimas Wangi

Cerpen Nasi Goreng Terakhir Untuk Alya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Last Prom Night With My Soulmate

Oleh:
Tak ada yang mengajariku tentang bagaimana cara memperlakukan orang yang aku cintai. Karena cinta sesuatu yang alami. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkan rasa cintanya itu. Termasuk

Ada Yang Pergi dan Kembali

Oleh:
“Mereka selalu berjuang demi beberapa lembar rupiah yang halal. Dengan cara apa pun asalkan halal. Setiap harinya berjuang demi menafkahi keluarga. Mereka bukan kepala atau Ibu rumah tangga, tapi

Penyesalan yang Terlambat

Oleh:
Ketika bel lonceng sekolah berbunyi, yang menandakan bahwa waktunya untuk pulang, segera aku menuju parkiran bersama temanku. “Yat, gimana kamu mau kerumahku nggak sekalian nganterin aku pulang?” tanya Yusril

Sampai Jumpa

Oleh:
Suasana jenkel dan penuh kebencian melandaku berat rasanya ketika Mamah dan Papa menyuruh aku pindah sekolah dari California terus pindah ke jakarata sedangkan aku tak tinggal dengan mereka, melaikan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *