Nggak Jadi Main Timezone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 28 May 2013

krinnnggg…. krinngg….krinnngg bunyi alarm ku. Dengan sangat berat aku pun bengun. Lalu aku segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat menuju sekolah tercinta. sebelum berangkat terlebih dahulu aku meminta izin kepada kedua orang tua ku.
“Mah, pah aku berangkat dulu ya!” izin ku.
“Hati-hati ya, belajar yang benar” jawab mamah

Tak lama kemudian pun aku sampai di sekolah. sesampai disana aku langsung membuka buku. karena tadi malam aku kecapean, jadi aku lupa belajar.
“fan rajin banget sih, gak biasanya kamu kaya gini?” tanya temanku liqa sambil duduk disampingku.
“iya nih, tadi malam aku lupa belajar” jawab ku sambil menatap buku

Bel masuk pun berbunyi. sebelum kami belajar kami berdo’a terlebih dahulu, setelah itu baru kami memulai pelajaran. Pelajaran pertama adalah pelajaran IPA. Bu guru menyuruh kami semua untuk belajar kembali, karena ada ulangan mendadak. Bu guru memberi waktu hanya 15 menit untuk belajar.

15 belas menit pun telah berlalu, saatnya ulangan di mulai. Karena tadi aku benar-benar serius belajar jadi aku mengerjakan 20 soal dengan cepat.
“Anak-anak kalau sudah kumpulkan di meja ibu” kata bu guru
“iya bu” jawab anak-anak serentak.
“oh ia, hari ini pulangnya agak cepat karena ada rapat guru. Jadi, nanti kalau bel berbunyi kalian boleh pulang”. ucap bu guru.
“horrreee….” jawab anak-anak dengan gembira.

Bel pulang pun berbunyi, aku mulai membereskan alat tulis yang ada di meja. lalu sahabat-sahabatku yaitu Lqa, Kenzie, Faghira, dan Sya-sya datang menghampiriku.
“kita pulang bersama yuk!” kata kenzie
“ayo” kata ku
Karena tak ada jemputan kami oun pulang berjalan kaki. walaupun hari ini sangat panas, kami tetap semangat, karena kami selalu bersanma.

Sesampai di rumah, aku langsung menuju lemari es dan mencari-cari minuman yang segar. Setelah itu, aku langsung meminumnya dan menuju ke kamar lalu ganti baju.
“Uuuuhhh di rumah sepi banget sih!. mamah sama papah lagi kerja. kakak masih sekolah..”
clek.. clek bunyi pintu terbuka.
“assalamu’alaikum” salam kakak
“wa’alaikumsalam” jawab ku dengan rasa senang karena kakak pulang.
“de, mamah dan papah belum pulang?” tanya kakak
“belum kak. kakak besok libur kan?” tanya ku.
“iya, emanh ada apa?” tanya kakak heran
“besok main timezone yuk” ajak ku
“kakak mah boleh-boleh ajah. tapi, kita tanya dulu ke mamah dan papah. ok?” ucapnya.
“ok deh.” jawab ku

Sudah lama ku menunggu tapi mamah tak kunjun datang. aku menunggu sampai jam 12 malam. sampai-sampai aku tertidur di sofa ruang tamu.
tak lama kemudian mamah datang dan membangunkan ku,
“de, ayo pindah ke kamar sayang” ucap mamah dungan lembut
aku pun segera bangun dan menanyakan
“mah besok kita main timezone yuk” kataku dengan mata yang masih ngantuk.
“iya” jawab mamah
Tapi keesokan harinya aku ngajak mamamh tapi mamamh bilang gak bisa. sampai dua hari libur sekolah telah berlalu, sekarang waktunya berangkat sekolah. aku masih kecewa karena mamah gak nepatin janjinya.

Cerpen Karangan: Aida Anggreani
Facebook: Kamsi Tok
hai.. namaku aida anggreani. aku sekarang duduk di bangku kelas 5 sd tersana baru bababkan. aku tinggal dikota cirebon. aku mempunyai kakak yang bernama widya eka ningrum. ia sekolah di smpn 1 babakan

Cerpen Nggak Jadi Main Timezone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Bisa Mengulang Waktu

Oleh:
Pagi-pagi sekali, samar-samar sahutan ayam membangunkanku. Kala mentari masih malu-malu menampakkan dirinya. Kurasakan hembusan angin dingin membelaiku. Aku melirik ke jendela kamar yang sepertinya terbuka. Ternyata dugaanku benar. Aku

Bayangan Matahari

Oleh:
Bayangan Matahari Hitam.. Pantulan atau cerminan? Mereka bermakna dalam, Mereka bayangan.. Matahari harusnya berbayang Jadi, ‘kan kuberi satu Cukup untuk keberadaanmu Satu yang lebih darimu Aku tertegun membaca secarik

Senja

Oleh:
TAKDIR adalah satu kata yang menentukan keadaan dan kehidupan setiap orang. Takdir pulalah yang membuat bumi terkadang penuh dengan deru tangisan di secara bersamaan terdengar dengan tawa kelakar orang-orang

Malaikatku

Oleh:
Di sekolah… “Huh, hari ini ada ulangan harian, belum belajar lagi”, kataku. aku sebal karena hari ini ada ulangan harian sedangkan aku belum belajar. Tadi pagi aku dimarahi ibu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *