Novel Dari Kalirejo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Sebelum libur akhir tahun datang, aku mendapat kabar mengejutkan yang datang dari tanteku di desa kalirejo. Katanya kakek sakit keras maka dari itu dia menyuruh ibu untuk datang ke desa kalirejo.
Aku langsung memberi kabar kepada ibuku. Ibu sangat terkejut, ia langsung melihat jam yang menunjukkan pukul 12.30. lalu aku dan ibuku bersiap-siap untuk pergi ke desa kalirejo.

Sesampainya di terminal ternyata kami ketinggalan bus, dan kami harus mengejar bus itu sampai di makam pahlawan. Alhamdulillah ternyata bus itu menunggu kami. Lalu ibuku bertanya pada kernet bus itu, “apakah bus ini ke desa kalirejo?” Lalu kernet bus itu menganggukkan kepalanya. Dan kami langsung mencari tempat duduk, tapi sayang kami mendapat tempat duduk paling belakang, ya tapi gak papa dari pada harus berdiri sampai ke kalirejo, cape deh…!

Perjalanan sampai ke desa kalirejo terasa sangat panjang karena jalannya sangatlah rusak, membuat tubuh ini seperti dilempar dan dijatuhkan dari tempat yang tinggi. Aku dan ibuku harus sangat sabar karena perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 2,5 jam. Ehm rasa sangatlah mual. Apa lagi bau tak sedap ini datang dan membuatku tambah mual mencium bau ini. Di sepanjang perjalanan aku selalu berdoa agar perjalanan yang sangat menyiksa ini agar cepat berakhir.

Perjalanku dan ibu hampir sampai namun ada 2 orang wanita separuh baya, turun dan membawa durian, namun duri pada durian ini mengenai kakiku. Untung saja tidak sampai terluka. Ehm memang perjalanan ini sungguh menyiksaku.

Akhirnya saat yang di tunggu-tunggu datang juga saat aku sampai di desa kalirejo. Saat ini aku rasa semua penderitaan yang ada pada diriku ini sudah hilang begitu saat aku sudah turun dari bus yang durjana itu, yang membuat semua tubuhku ini terasa remuk.

Lalu aku dan ibuku beristirahat sebentar di warung dekat aku turun dari bus. Setelah sudah cukup merasa lebih baik aku melanjutkan perjalanan dan berhenti mampir di tempat tanteku untuk menunaikan shalat asar. Di sana aku dan ibuku ngobrol-ngobrol, lalu ada seorang pemuda yang datang dan masuk ke kamar. Melihat pemuda itu lalu tante ku memanggilnya dan menyuruhnya untuk bersalam dengan kami. Dia mengatakan padanya “ini bude sama mba ranti” lalu ia tersenyum. O… sekarang aku baru tau kalau dia ternyata anaknya tanteku.

Setelah pukul 17.00 kami malah diantar ke rumah kakekku. Setelah sampai di sana orang-orang sangat terkejut, karena mereka merasa di antara meraka tidak ada yang memberi tau mereka kau kakekku sakit keras. Lalu ibuku mengatakan bahwa yang memberi tau ibuku adalah tante suly. Setelah itu ibuku langsng masuk ke kamar kakekku, di situ air mata ibu tumpah dan membasahi pipi. Lalu kakekku mengatakan pada ibu agar tidak menangis.

Ternyata kekhawatiran ibuku yang dibayangkan tidak menjadi kenyataan. Lalu kita menginap 1 hari di sana, namun rupanya aku tidak menyukai suasana di sana. Mulai dari makanannya sampai tempat tidurnya. Namun aku tetap menghargai, walau aku tidak menyukainya tapi aku tetap memakannya.

Pagi-pagi sekali aku sudah harus sampai di stasiun untuk pulang, tapi aku mampir dulu ke tempat tanteku, di sana aku ditanyai, lalu tiba-tiba dia mengambil novel dan memberikannya padaku.
Sesampainya di rumah kubaca cerita itu, eh ternyata oh ternyata… ceritanya tentang cinta-cintaan, ya… udah deh gak jadi tak baca sekali.

Cerpen Karangan: Tri Suranti
Facebook: Tri Ranti

Cerpen Novel Dari Kalirejo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hidup yang Bersyarat

Oleh:
Ketika waktu terus berputar, pikiranku mengeembala jauh hingga ke tempat kau berada. Mencari-cari bayangan yang telah hilang jauh dari pandanganku. Sebuah sosok yang tegar dan kuat menghadapi segala cobaan.

Harta dan Tahta

Oleh:
Namaku Seanna Quionia Maldives, itu nama yang diberikan oleh Eyang putriku yang bermukim di Solo. Kamu memang Keanggunan dan Kesuburan Maladewa, itu juga yang sering ia ucapankan dulu. Ya,

Hujan dan Kebencian

Oleh:
Hari ini, ayah pergi pagi-pagi sekali. Entah apa yang akan dibuatnya di petakan sawah milik orang yang ia garap. Apakah ia akan mencangkul tanah yang tandus karena kemarau sepanjang

Derita Andi Si Pengamen Cilik

Oleh:
“Bintang kecil di langit yang biru…” nyanyian Andi yang serak karena kerongkongannya belum dilewati air sejak pagi. Dari jendela-jendela mobil, Andi mengais rezeki hanya untuk membeli sebungkus nasi. Dengan

Dia Yang Tak Kukenal

Oleh:
Aku meletakkan sepatuku di rak khusus alas kaki yang terbuat dari kaca. Aku memasuki rumah sederhana yang terletak di sebelah selatan Surabaya. Hari ini, Aku pulang sangat terlambat. Biasanya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *