Pahlawan Hidupku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 8 August 2017

Hai! Namaku Nisa. aku bersekolah di sekolah negeri Kota Jakarta. Aku mempunyai dua orang kakak, namanya Kak Nia dan kak Vani. Keluargaku semuanya sangat jago masak, dari ibu, ayah, kak nia dan kak Vani semuanya jago masak, tapi aku sendiri saja yang gak bisa masak. Aku ingin sekali bisa masak tapi aku selalu tidak punya niat untuk memasak. Sebenarnya kadang aku punya niat sih untuk belajar memasak namun tidak ada yang mau mengajari aku memasak. Ayah, kak Nia, ka Vani mereka tidak mau mengajari aku memasak. Sebenarnya ibu bisa mengajari aku memasak namun ibu Banyak
kerjaan rumah.

“Kak Nia ajari aku memasak dong!” pintaku.
“Males ah kakak banyak PR” jawab Kak Nia.
Aku agak kecewa mendengar jawaban dari Kak Nia.

“Kak Vani ajari aku memasak dong!” pintaku.
“Males ah” jawab Kak Vani.

“Yah ajari aku memasak dong” pintaku.
“Ayah masih banyak pekerjaan” jawab ayah.

“Sudahlah nak! Nanti kalau ibu ada waktu akan ibu ajari memasak” kata ibu.
Aku tersenyum kepada ibu.
“Ibu memang satu-satunya orang yang paling baik” batinku.

Beberapa Hari kemudian ibu tidak terlalu banyak pekerjaan ia mengajakku untuk belajar memasak.
“Nak ayo Kita belajar memasak” kata ibu.
Aku bersorak gembira. aku dan ibu pun pergi ke dapur untuk memasak.

Akhirnya aku pun bisa masak wah senangnya!. Aku bisa masak karena bantuan ibu, kalau tidak ada ibu aku tidak akan bisa memasak
“Ibu memang baik sekali” gumamku.
Aku memang tidak akan pernah melupakan kejadian ini!.

TAMAT

Cerpen Karangan: Asti Ardelia Ashofi
Nama: Asti ardelia ashofi.
Alamat: JL. Riung Asri No. 18 RW 4 / RT 10.
TGL lahir: Bulan 12 / tgl 23 / thn 2007.

Cerpen Pahlawan Hidupku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Let’s Game or Die (Part 1)

Oleh:
Craang… Craaang…. Crang bruukkk… Crang… Aarrrggghhttt… Ku kernyitkan mataku sambil ku tutup rapat-rapat kedua telinga ini dengan bantal mengharap bisa menghalau suara gaduh yang sudah hampir menjadi alarm pagiku.

Yellow House

Oleh:
“kukuruyuk.. petok petok” suara ayam tetangga Gita yang ribut membangunkan Gita. “Hoaem… jam berapa ini” ujar Gita sambil menutup mulutnya gara-gara menguap. “jam 8 pagi.” teriak Gita ketika melihat

Hadiah Istimewaku

Oleh:
“Besok Minggu balai desa mengadakan jalan sehat dan lomba anak. Kita harus ikut ada hadiah dan doorprize, lho” kata ibuku. Ya. Seperti tahun kemarin, aku ikut jalan sehat dan

Jambu Untuk Anakku

Oleh:
Riuhnya bunyi dedaunan di sebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling bercermin pada bola mata masing-masing. Terlihat dua

Adikku yang “Istimewa” (part I)

Oleh:
Nama aslinya Abdul Gofur, tapi kami sepakat memanggilnya Ipung, dia adik laki-lakiku. Mengapa nama panggilannyanya bisa melenceng jauh? Tak usahlah dipusingkan, itu demi melegalkan kehendak nenekku yang sangat tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *