Pelajaran Berharga Dari Barisan Para Semut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 20 June 2017

Sore ini Brian menatap barisan semut-semut yang berbaris dengan rapi di dinding. Beberapa dari para semut itu terlihat berkelompok membawa remahan biskuit yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.

Menit-menit telah berlalu, Brian mulai bosan melihat barisan semut yang tak kunjung bubar. Dengan senyum jailnya, dia lalu menyentuh lembut seekor semut yang sedang berbaris. Alhasil semut itu lari terbirit-birit, keluar dari barisan. Brian tertawa, lalu kembali lagi menyentuh satu per satu semut, terus-menerus hingga barisan para semut menjadi kacau.

“Aduh… aduhhh sakiiiit! Ibu! Ibu!” teriak Brian, berlari ke dalam rumah.
“Ada apa? Kenapa teriak-teriak, Nak?” tanya Ibu Brian lembut.
“Tanganku gatal-gatal digigit semut.”
Ibu Brian geleng-geleng kepala, lalu bergegas mengambil minyak gosok.
“Apa yang kau lakukan, hingga tanganmu gatal-gatal begini?” tanya Ibu Brian sambil mengoles minyak ke tangan Brian.
“Aku… Emmm hanya ingin semut-semut itu berjalan dengan cepat, agar bisa menikmati makanannya,” jawab Brian lirih.
“Aduuh Sayang, seharusnya kau tak boleh lakukan itu. Para semut berbaris rapi agar segalanya dapat berjalan dengan tertib.”
Brian mengerutkan dahinya, heran.
“Mari, ikut Ibu,” ucap Ibu Brian, lembut.

Brian terpaku, menatap lurus ke arah dinding. Para semut telah kembali berbaris dengan rapi sambil menjunjung makanannya.
“Nah, semut-semut ini berbaris rapi sebab ingin masuk ke dalam rumahnya. Lihat, ada barisan semut yang keluar dan ada yang masuk. Segalanya berjalan dengan tertib dan rapi.”
Brian mengangguk, lalu dia mengulurkan tangannya hendak menyentuh kembali para semut-semut itu. Namun sayang, aksinya kali ini berhasil digagalkan oleh sang ibu.

“Eits, jangan disentuh,” ucap Ibu Brian, tegas nan lembut.
“Mengapa Bu?” tanya Brian dengan intonasi protes.
“Jika kau kembali menyentuhnya, maka barisan semut ini akan kembali kacau. Bayangkan, jika semua semut bersikap egois ingin masuk duluan, maka jalan masuk para semut akan tertutupi oleh tubuh-tubuh mereka. Aksi dorong-mendorong pun terjadi, dan yang lebih parah lagi, tidak ada yang akan masuk ke dalam rumah sebab semuanya ingin masuk duluan. Jika sudah begitu, bagaimana mereka bisa menikmati makanannya?” jelas Ibu Brian, yang langsung mendapat anggukan setuju dari Brian.

“Jadi Bu, jika ingin segalanya tertib dan rapi harus membutuhkan kesabaran yaa?” tanya Brian, mulai paham.
“Betul. Wah anak Ibu sudah paham rupanya,” ucap Ibu Brian, senang.
“Kapan barisan para semut ini akan bubar Bu?” tanya Brian.
“Kalau semua pekerjaan mereka telah selesai.”
Brian mengangguk-angguk lagi.

“Bu, mengapa saat Brian menyentuh seekor semut supaya cepat jalannya, kok semut itu malah kabur?” tanya Brian heran.
“Itu adalah srategi pertahanan diri, sama seperti Brian, jika disentuh oleh seseorang yang tidak dikenal pasti kau akan lari ketakutan mencari… eh Brian, ini kan sarapan kamu tadi pagi,” ucap Ibu Brian, melotot gemas ke arah anaknya.
“Ma-maaf Bu. Tadi pagi, Brian sudah kenyang, jadi Brian membuang separuh biskuit yang Ibu berikan,” ucap Brian, menyesal.
“Lain kali, jangan begitu lagi yaa Nak. Ingat, jangan mubadzir terhadap makanan, hargai rezeki yang Tuhan sudah berikan pada kita. Jika sudah kenyang, disimpan jangan dibuang,” ucap Ibu Brian.
“Iya Bu. Hmm, berarti biskuit ini sudah jadi rezeki buat semut yaa Bu?”
Ibu Brian melotot namun kemudian mengangguk sambil tersenyum.
“Anak Ibu sudah semakin pintar. Ayo belajar, besok masih mau ulangan kan? Belajar yang rajin supaya naik kelas tiga dengan nilai yang baik.”
Brian mengangguk lalu mereka pun masuk ke dalam rumah.

Cerpen Karangan: Itin Lessy
Facebook: Yosphina CL

Cerpen Pelajaran Berharga Dari Barisan Para Semut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengalun

Oleh:
Tap… tap… 1… 2… 3… tap… tap… 1… 2… 3… 4… angkat tangan kanan. Turunkan. Seblak. 1… 2… tap… tap… Semua gerakan itu terlihat sempurna di mataku, benar-benar menyatu

Senyuman Kakakku

Oleh:
Di sebuah Kota Metropolitan terdapat sebuah keluarga yang terkenal sangat harmonis. Keluarga itu terdiri dari Ayah, Bunda, Kak Shania, dan Rana. Dalam keluarga itu, Ayah adalah orang yang taat

Bingkisan Cinta Untuk Kakak

Oleh:
“Bukankah sudah aku katakan aku dan ibu baik-baik saja di sini. Kau tak percaya padaku? Kau ini saudaraku atau bukan?” ujar seorang lelaki dari kejauhan. Ia terdiam sejenak. Ia

Kisah Boneka Beruang

Oleh:
Ada sebuah boneka beruang yang bernama Teddy lebih lengkapnya Teddy Bear. Teddy memiliki majikan yang bernama Citra. Citra sangat sayang dengan Teddy. Ke mana-mana mereka selalu bersama. Dari bayi

Kecil Kecil Sudah Berani Nyuri Aja

Oleh:
Mike adalah anak laki berumur 7 tahun. Hobinya adalah Mencuri di pasar dan di tempat yang ramai orang sehingga tidak ada yang tahu bahwa dia mencoba mencurinya. Ia adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *