Pelangi Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Perpisahan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 December 2013

Jam berdetak cepat secepat detak jantung keyla. ia melangkah kesana-kemari layaknya setrika yang sedang menyetrika pakaian. ia tidak memikirkan apa-apa kecuali adiknya reyhan yang sedang operasi. keyla tidak bisa bebuat banyak ia hanya bisa berdoa kepada sang tuhan akan operasi adiknya. setelah lebih lima jam keyla menunggu. dokter keluar perlahan dari ruang operasi dihiasi dengan muka sedih “pertanda buruk”.

“dok gimana keaadan adik saya?” tanya keyla cemas
“maaf sekali nak keyla,”
“kenapa dok?” menyela pembicaraan
“adik anda yang bernama reyhan tidak bisa ditolong lagi, jantung nya tidak merspon akan jantung yang baru”
“nggak dok! adik saya nggak boleh meninggal!, saya mau hidup sama siapa lagi dok!”
“maafkan kami nak keyla, kami sudah berusaha semaksimal mungikin”

Air mata terus mengalir membasahi pipi keyla. ia menangis histeris. keyla tidak menyangka reyhan bisa pergi secepat ini. keyla putus asa. ia bingung mau hidup sama siapa lagi. orangtuanya telah meninggal saat umur keyla delapan tahun. ia hidup sebatang kara bersama adiknya. seorang yang membantu hidup keyla bangkit lagi. tapi sekarang reyhan telah tiada. layaknya pelangi hidup keyla telah menghilang jauh dari hidupnya untuk selama-lamanya.

Setelah adiknya disemayamkan keyla hanya berjalan lesu. tak ada tujuan kemana ia harus pergi. keluarganya pun menolak akannya. terpaksa ia harus pergi ke suatu tempat. tempat yang membuat hatinya damai, sebuah tempat yang bisa melupakan kejamnya hidup. “BUKIT PELANGI”. Keyla slalu kesana bersama adiknya jika mereka mendapat masalah. canda tawa selalu menghiasi muka keyla dan reyhan. tapi sekarang. sekarang itu semua tinggal kenangan. kenangan terindah, kenangan yang selalu membuat tetesan air mata saat keyla mengingatnya. tapi keyla tetap bersyukur pernah menikmati indahnya hidup.

Keyla merenung di bukit pelangi hingga seorang pemuda menegurnya
“mbak, lagi apa disini?”
Keyla segera menghapus air matanya yang sedari tadi mengalir
“nggak a, a, aku nggak ngapa-ngapain” jawab keyla dengan terbata
“benar mbak nggak kenapa-napa, kalau mbak ada masalah cerita aja ke saya?”
“iya, adik saya meninggal?”
“oh, adik mbak meninggal, udah ihklasin aja mbak, doakan adik mbak agar ia tenang di alam sana!”
“iya kamu bener juga, mmm, sebelumnya, ngapain kamu kesini?”
“aku juga sama seperti mbak, merasa kehilangan, aku disini nemenin dia yang kehilangan!!”
“nama kamu siapa?”
“Pentingkah sebuah nama untuk mbak?”
Tiba-tiba gerimis kecil membasahi pakaian keyla
“Mbak nggak neduh?, nanti mbak sakit”
“kamu ini siapa sih! Ngatur-ngatur aku!!!” keyla marah-marah sambil melihat perlahan ke wajah pemuda itu. betapa kagetnya keyla setelah melihat wajah sang pemuda.
“ka, ka, kamu? ini nggak mungkin!” tanya keyla tak percaya
“iya mbak ini aku reyhan!” sambil tersenyum manis
Keyla hanya terdiam memerhatikan wajah adiknya yang tampak bersinarkan cahaya
“ini nggak mungkin! Reyahan sudah mati” jawab keyla masih tidak percaya
“iya, mbak malaikat masih mengijinkan aku buat ketemu mbak, sekarang mbak jangan nangisin aku lagi, doain aku ya mbak biar kelak aku bahagia di alam sana!”
“Reyhaaan!!! iya, dek, doa mbak selalu menyertaimu!” keyla bahagia memeluk adiknya erat
Dengan indahnya pelangi muncul setelah gerimis tadi
“mbak maaf ya aku nggak bisa nemenin mbak lama-lama”
“nggak, kamu nggak boleh pergi lagi!”
Reyhan hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan sedih melihat kakaknya. perlahan tubuhnya yang bersinar melayang di atas pelangi dan menghilang. keyla hanya menangis bahagia merasa hidupnya bangkit kembali setelah hancur berantakan. sejak saat itu saat ada pelangi di bukit ia selalu melihat senyuman manis adiknya.

Cerpen Karangan: Imam Nur Hidayat
Blog: Imamnurhidayat2.blogspot.com
imam nur hidayat biasa dipanggil imam nggak punya hobi apa-apa selain nulis & baca

Cerpen Pelangi Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sister

Oleh:
“Hahaha…” tawa seseorang terbahak-bahak dari ruang tengah “woiiii! Berisik” teriakku kesal melihat tingkah kakakku yang sangat menggangguku belajar “hahaha!!!” tawanya malah semakin mengeras, huuh… gimana bisa konsen kalau begini

Setetes Air Surga (Part 2)

Oleh:
Andrew menatap dalam-dalam. Matanya kelam. “SP yang kedua, seorang pelanggan komplain. Suatu hari saya tidak masuk karena tiba-tiba bayi saya sakit. Sehari sebelumnya saya sudah menitipkan tiket beliau di

Karenamu

Oleh:
Desau angin berhembus merayap menyingkap jilbab neza malam ini. Getar hati akan getirnya kecewa masih segar terasa di bibir hatinya. Entah sejak kapan tetes bening dari mata menjamah pipinya

Good bye, Sarah

Oleh:
Sarah, seorang anak berusia sekitar 9 tahun sedang duduk termenung di lapangan sekolahnya. Ia dihukum oleh gurunya karena tidak mengerjakan pr. Jika ia mengulangi perbuatan itu lagi, maka orangtuanya

Bukan Ayah Idola

Oleh:
Rasanya aku malas sekali untuk ke luar dari kamar. Semenjak kejadian tadi, hatiku sedikit terluka. Aku memilih untuk menuliskan perasaanku ke dalam sebuah buku diary bersampul ungu di hadapanku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *