Pelukan Papa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 31 March 2013

Namaku Grace, sejak kecil aku ditinggal papaku. Entahlah papaku kemana. Yang pasti aku sangat merindukan sosoknya dalam hidupku. Sekarang aku tinggal sama Oma dan mama. Sejak aku umur 5 tahun aku sudah tinggal bersama mereka, orang yang aku cintai dan aku sayangi sampai saat ini. Terkadang aku merasa iri dengan teman temanku yang mempunyai sosok papa. Aku ingin sekali bisa memeluk dia walau cuma satu kali.

“mama, Grace boleh nanya sesuatu enggak?” tanyaku kepada mama yang sedang duduk sambil nonton tv.
“boleh Grace sayang, kamu mau nanya apa?” jawab mama dengan nada lemah lembut
“papa Grace sebenarnya dimana sih ma? Grace kangen sama papa, Grace pengen kaya temen temen yang lain punya papa” tanyaku kepada mama sambil meneteskan air mata
“Grace sayang, papamu ada kok. Dia sedang kerja jauh. Grace jangan sedih dong, mama kan jadi ikut sedih” jawab mama sambil menghiburku.

Akupun langsung meninggalkan mama dan masuk ke kamarku.
“Jangan menyerah, janganlah sedih kau pasti bisa asalkan mau terus berdoa dan berusaha, kau pasti bisa asalkan mau” Hpku pun berdering, dengan alunan lagu Super7, kulihat tidak ada namanya.
“siapa ya yang nelpon aku?” tanyaku dalam hati. Akhirnya akupun mengangkatnya.
“Haaallooo, dengan siapa ya?” tanyaku
“bisa bicara dengan Grace?” tanya Lelaki penelpon itu.
“iya saya sendiri. Bapak ini siapa?” tanyaku kepada penelpon itu. Suaranya seperti bapak bapak.
“Grace anakku, ini papa nak, papa rindu sama kamu, papa ingin di hari terakhir papa, papa bisa bertemu dan memeluk kamu sayang” jawab lelaki yang tak ku kenal itu.
“maaf pak, mingkin bapak salah sambung kali. Papa saya…” perkataan ku terputus
“ini benar papa nak, papa ingin bertemu dengan kamu. Umur papa sudah tidak panjang, papa sedang dirumah sakit, kalau kamu enggak percaya disini ada Oma kamu, kamu boleh ngomong sama dia” jelas lelaki itu
“hallo Grace, ini Oma, papamu sedang dirumah sakit, dia ingin sekali bisa bertemu dan memeluk kamu. Oma harap kamu bisa segera kerumah sakit bersama mamamu.” kata Oma
“iii…iii..yyy..aaaa Oma” jawabku dengan nada terputus putus.

Setelah itu aku menghampiri mama yang sedang dikamar, dan menjelaskan semua kejadian tadi.

Aku dan mamapun segera ke rumah sakit itu. Sampai disana, aku melihat seorang lelaki yang sedang berbaring ditempat tidur.
“itulah papa kamu Grace” kata mama
“itu papa?” tanyaku
Akupun langsung menghampirinya.
“papa, Grace kangen sama papa, papa kemana aja sih?” tanyaku sambil memeluk papa yang sedang berbaring ditempat tidur.
“Grace, bukannya papa enggak mau bertemu kamu, tapi Oma dan mama mu yang merahasiakan semua ini” jelas papa yang tak melepas pelukanku
“papa sakit apa? Grace nggak mau kehilangan papa” tanyaku kepada papa sambil meneteskan air mata
“Grace sayang, papa kamu sakit kanker otak” kata Oma sambil mengusap rambutku yang panjang
“APPPAAAA! papa sakit kanker otak? kenapa enggak Grace aja? Grace sayang papa, Grace enggak mau kehilangan papa” jawabku sambil meneteskan air mata dan memeluk papa dengan kuat.
“tapi Grace…” jawab papa
“tapi apa pa?” tanyaku dengan teriak
“Grace, jadi anak yang berguna ya, apa sayang sama Grace” pesan papa kepadaku sebelum ia pergi meninggalkan kami
“pa……papa….. Jangan tinggalin Geace pa, Grace sayang papa” tangis ku yang tak henti henti.

Gracepun mengantar papanya ketempat peristirahatan terakhir. Baru saja bertemu, sudah berpisah. Baru saja merasakan hangatnya dipeluk papa, papanya sudah pergi untuk selamanya. Sedih banget kehilangan orang yang kita cinta. Apa lagi baru bertemu.
“ya Tuhan apakah ini cobaan dariMu? kenapa engkau tidak ambil aku saja? kenapa harus papa orang yang aku cinta dan aku sayang” begitulah tangis Grace saat dikamarnya.

Cerpen Karangan: Natalia Melati
Facebook: https://www.facebook.com/natalia.pangaribuan1

Namaku Natalia Melati
Aku sekolah di SMP NEGERI 259 JAKARTA
Cerpen ini adalah cerpen ke 9 ku
semoga kalian bisa menerima hasil cerpen cerpenku
kalau mau kenal aku follow twitterku @Natalia_Pangrib, yang @NataliaMelati_7 sudah ku ganti unsername nya jadi @Natalia_Pangrib.
thanks semua….

Cerpen Pelukan Papa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Banggakah Kau Denganku Pak?

Oleh:
Ini bakatku, ini duniaku, tolong hargai aku! Beri aku kebebasan, beri aku kesempatan, agar aku bisa menjadi ‘AKU’. “Pak, benjing jam sedoso saged tindak dateng Gedung Maharani mboten? Alhamdulillah,

Pak Tua Berkaki Lima

Oleh:
Seseorang berkaki-lima, berseri-seri wajahnya yang sudah mulai renta karena telah hidup cukup lama. Ada sekitar lima sampai enam mahasiswa di sekelilingnya, semerawut menunggu giliran pesanannya dapat segera dibawa. Cekatan,

Maafkan Aku Bunda

Oleh:
Aku berada di sebuah taman hijau yang indah dipenuhi dengan bunga-bunga merah yang bermekaran, di tengahnya ada kolam air bundar yang penuh dengan susu coklat yang sangat menggiurkan, di

Thank You, God

Oleh:
Hati Mono amat terpukul, saat mengetahui bahwa istrinya yang sedang hamil tua tidak bisa melahirkan secara normal, satu-satunya jalan adalah tindakan operasi sesar. Tapi dari manakah ia mendapatkan uang

Kesedihanku

Oleh:
Sampai saat ini, yang menurutku telah 21 hari aku berada di sini, seingatku tak ada seorang pun dari keluargaku yang datang menjenguk. Suamiku, anak-anakku, ayah, ibu, mertuaku, semuanya. Tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *