Pelukan terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 November 2017

Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-12. Aku tidak tahu apakah Kak Rey, Mama, ataupun Papa akan mengucapkan selamat ulang tahun padaku.

Kriing… Kriiing… kriiing
Jam yang terletak di samping tempat tidurku berbunyi. Setelah aku bangun, aku langsung mematikannya. Setelah aku mandi dan memakai seragam sekolah, aku segera turun ke bawah
Perutku sangat lapar karena tadi malam aku tidak makan malam. Karena itulah sebabnya aku langsung duduk di meja makan.

“Rere, hari ini kamu makan di sekolah aja,” kata Mama dengan wajah yang datar.
“Iya, hari ini Mama masak cuma segini. Dan kamu hari ini berangkat sekolah sendiri ya. Papa pengen nganterin Kak Rey,” Papa pun menyetujui.
Hatiku bagaikan dihantam palu. Ya Allah, apakah mereka lupa bahwa hari ini adalah ulang tahunku? Apakah mereka tidak tahu bahwa aku tidak makan malam kemarin? Apakah mereka lupa bahwa aku mengidap penyakit kanker otak stadium akhir?

Aku langsung berlari ke luar. Sepanjang perjalanan, tak terasa butiran air mata menetes di pipiku. Setelah itu kepalaku terasa sangat sakit. Mataku berkunang-kunang dan kemudian aku jatuh di tempat. Aku pingsan. Setengah sadar aku melihat beberapa orang menggotongku dan membawa ku ke rumah sakit.

“Rere sayang, adik kakak, kamu sudah sadar, dek? kakak kangen banget sama dek,” saat sadar aku telah berada di rumah sakit. Aku melihat Mama, Papa dan Kak Rey di hadapanku. Mereka menangis.
“Kak Rey, Mama, Papa, boleh nggak Rere minta sesuatu? Rere cuma pengen dipeluk untuk terakhir kalinya sama Mama Papa dan Kak Rey,” ucapku sambil menangis. Aku yakin hidupku tinggal sebentar lagi karena aku sudah tidak kuat menahan sakit.
Papa, Mama dan Kak Rey histeris. Mereka satu per satu memeluk dan menciumku. Dengan terbata-bata aku berkata.
“Laailaahailallaah,”

Aku pun kini telah berada di sisi Allah Swt. Aku melihat semua keluargaku menangis memandangi mayatku yang kaku dan dingin. Di samping Allah Swt, aku berkata “Ya Allah, berikanlah rahmatmu kepada keluarku,”

Cerpen Karangan: Cut Ashifa Sawallida
Facebook: Cut Ashifa Ali Hasymi
Namaku Cut Ashifa Sawallida. Aku lahir pada tanggal 14 November 2005. Hobiku adalah membaca dan menulis. Aku suka membaca buku novel, majalah, komik, pengetahuan umum, dan lain-lain. Aku juga suka menulis Cerpen dan puisi. Itulah hobiku yang sangat kusukai sejak kecil.

Cerpen Pelukan terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Depressed

Oleh:
“Kamu itu gimana sih? Masa kamu kalah dari teman kamu si Winda itu, bagaimana bisa IP kamu tertinggal jauh sama IP dia?” omel seorang wanita paruh baya, yang sedang

Audieku Sayang

Oleh:
Kasih sayang orangtua kepada anaknya memang tidak akan pernah ada habisnya, dari anak itu masih dalam kandungan, hingga dilahirkan ke dunia, bahkan walaupun nanti anaknya sudah menikah dan tidak

Wanita Kertas

Oleh:
Sebuah catatan kecil seorang wanita yang memiliki sifat seperti kertas, lembut dan penuh lekukan. sebuah cerita seorang wanita yang hidup sendiri tanpa ada 1 cinta pun yang ia punya

Ambisi Berakhir Lari

Oleh:
Berantakan. Semua yang ada di depanku berantakan. Diri ini tak kuasa lagi menguak kesendirian yang memilukan. Cukup! Aku tak bisa menerima kenyataan ini. Semuanya terasa mimpi. Delusi yang nyata.

Dibalik Semangat Kakek

Oleh:
Hari Libur telah tiba, Aku dan keluargaku seperti biasa liburan ke rumah kakek di Bogor. Rasanya tak sabar untuk cepat-cepat bertemu dengan Kakek. Bayangan wajah kakek sudah hadir di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *