Pendengarmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 October 2017

Pagi ini aku tak tahu mau dibawa ke mana sama abah, semua baju dan barang-barangku sudah tertata rapi dalam tas yang siap dibawa bersamaku.
Aku hanyalah seorang anak laki-laki yang baru berusia 7 tahun yang masih ingin tinggal di rumah bersama kedua kakakku dan bersama kasih sayang kedua orangtuaku. Tapi apalah aku yang tak tahu harus berbuat apa.

Abah membawaku pergi bersamanya, menitipkanku pada seorang kyai pengurus pondok pesantren dan meninggalkanku pergi. Hari-hariku terasa sepi tanpa kehadiran orang yang sangat aku butuhkan. Hari-hari yang harusnya diisi dengan bermain dan bersenang-senang untuk seorang anak seusiaku, harus aku lalui dengan menghafalkan hadist dan Al-Qur’an. Bagiku itu tidak masalah karena kutahu mungkin ini adalah yang terbaik untukku.

Seminggu, dua minggu, sebulan aku di pondok pesantren. Teman-temanku hampir semua mendapat kunjungan dari orangtua mereka, mendapat pelukan dari orangtua mereka. Aku hanya bisa melihat mereka, dan menunggu waktu agar rasa rindu ini bisa terobati dengan kehadiran kedua orangtuaku… namun bulan ini ternayata mereka tidak bisa datang melihatku. Sedih memang, tapi aku bisa menunggu…

Tiga bulan sudah aku menunggu, akhirnya untuk pertama kalinya abah dan umi menjengukku, akhirnya rasa rindu ini dapat terobati. Bahagia, tapi aku sedih mengapa aku harus menunggu begitu lama… kunjungan orangtuaku yang selalu aku harapkan, namun setelah berjalannya waktu mereka mulai jarang mengunjungiku. Tiga bulan sekali, enam bulan sekali, tidak ada kunjungan sama sekali.

Andai aku bisa mengungkapkan isi hatiku aku ingin bilang “Abah, umi aku tahukah engkau aku iri melihat teman-temanku yang belum genap sebulan orangtuanya mengunjunginya. Aku iri melihat teman-temanku yang sering mendapat pelukan dan kasih sayang dari orangtuanya. Abah, umi aku berterima kasih untuk semua kebutuhanku yang telah engkau penuhi. Tapi, diusiaku yang masih segini yang sangat aku butuhkan adalah kasih sayang darimu”. Itu hanyalah isi hatiku yang mungkin tak pernah bisa kuutarakan langsung kepada engkau abah, umi.

Sedihku mendengar kisahmu akhi, di usia semuda itu engkau harus berjalan jauh dari orang yang engkau sayang. Tahukah engkau akhi yakinlah semua itu dilakukan demi kebaikanmu, karena kasih sayang orangtua tak bisa terlukiskan dengan sebuah kata dan kadang tak bisa ditunjukkan secara langsung di depan mata kita. Selalu ada alasan dibalik tindakan, tetaplah menjadi seorang anak yang mematuhi orangtua.

Cerpen Karangan: Viki
Facebook: vikki

Cerpen Pendengarmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Kompak

Oleh:
“Kenapa sih kalian berantem terus!? Coba sekali-kali kompak! Bunda capek kalau kalian begini terus!?” ujar bunda jengkel. Ferly dan Lyta tertunduk. “Kalian kembar. tapi kelakuannya selalu bertentangan! Harus ada

Understand

Oleh:
“Fel! Lo sekarang ada di mana?,” tanya Billy saat Felly hendak keluar dari mobilnya. “Kenapa emang?,” tanya Felly sebelum ia menjawab pertanyaan dari Billy. “Lo semalem nggak nginep di

Perjuangan Seorang Ibu

Oleh:
Siang dengan panasnya terik matahari tak mampu mencegah Ibu tua itu untuk tetap bekerja. Dia terus bekerja tanpa menghiraukan panas teriknya matahari siang demi mendapatkan nafkah. Dari jauh terlihat

Ketupat Untuk Prilly

Oleh:
“Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Laailaahaillallaah huallaah huakbar. Allaahu akbar walillaa hilham.” Begitulah takbir berkumandang, esok adalah hari besar yaitu hari raya Idul Fitri. Aliando sedang duduk di

Cinta Tanpa Syarat (Part 2)

Oleh:
Suasana rumah sakit cukup ramai siang itu. Tampak Pak Rio sedang terburu-buru menemui Shady. “Shady, bisakah kita bicara sebentar?” “Baik, Om. Ada apa?” “Begini, seperti janji Om, Om sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *