Pengorbanan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 3 September 2015

Di sebuah kota pada pagi hari yang cerah. Naira gadis seorang gadis cantik asal jawa itu masih duduk terdiam di halte bus. Entah apa yang tengah ia pikirkan saat itu, mungkin saat itu ia berpikir bagaimana cara agar dia mendapatkan uang untuk Ibunya berobat. Ia kini hanya memiliki seorang Adik kelas 3 SMA yang saat ini akan mengikuti UN, ia pun membingungkan bagaimana ia bisa mendapatkan uang yang berjumlah banyak sekaligus untuk untuk dua orang yang sangat ia sayangi. Lamunannya terbuyarkan tatkala kernet bus berteriak padanya. Naira adalah pekerja paruh waktu yang kerjanya serabutan, sebenarnya dia masih harus kuliah, tapi kondisi yang tidak memungkinkan memaksanya untuk putus kuliah.

Suatu ketika sepulang dari kerja Naira pulang ke rumah, dan mendapati Ibunya yang terkapar pingsan dengan lumuran darah dari mulutnya. Ia langsung meminta bantuan kepada Adiknya Wahyu untuk membantunya membawa Ibunya ke rumah sakit, sesampainya di sana Naira langsung pergi untuk menemuai dokter dengan guna menanyakan penyakit apa yang sedang menghinggapi Ibunya, dokter pun mengatakan bahwa Ibunya terkena penyakit kanker paru-paru, dan Ibunya harus dioperasi. Operasi itu memakan uangnya yang sangat besar jumlahnya. setelah mendengar pernyataan dokter Naira ke luar dengan hati teriris, ia bingung bagaimana ia bisa mendapatkan uang yang cukup besar.

Di tempat lain Wahyu merenung dan tampak bimbang, di tangannya ia membawa kertas yang cukup formal kelihatannya. Ketika Naira menanyai apa isi kertas itu Wahyu tak sedikit pun menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya. Naira yang penasaran menarik kertas itu lalu membacanya, dan ternyata itu surat teguran karena sudah 3 bulan Wahyu belum bayar sekolah. Wahyu hanya tertunduk dan menangisi semua keadaan, dalam sekejap suasana menjadi sangat hening. Di dalam diamnya Naira menangisi semua keadaan yang terjadi. Dia semakin bingung bagaimana cara untuk membayar SPP.

Dua kemudian masih di rumah sakit, ada seorang penderita kanker hati membutuhkan pendonor dan keluarga orang itu bersedia membayar mahal bagi yang bisa mendonorkan hatinya, karena stock donor hati di rumah sakit sedang habis, Naira pun tahu hal itu, tiba-tiba dengan langkah tegap ia menuju ke ruang dokter pasien tersebut, ia memberitahukan bahwa ia mau mendonorkan hatinya untuk pasien itu, dokter pun langsung melakukan test, dan hasilnya positif.

Operasi pendonoran hati itu dilakukan pada malam itu juga. Naira kembali ke ruangan Ibunya dirawat, ia menitipakan surat kepada Adiknya untuk Ibunya, ia pun menitipkan satu tas besar yang berisi uang untuk biaya hidup dan sekolah Wahyu. Ia pun berpesan agar Wahyu menjaga Ibu dengan baik. Mendengarkan itu Wahyu menjadi heran apa maksud Kakaknya.

“Nanti malam adalah operasi Ibu, kamu harus manjaga dan menemaninya.” kata kakanya. Naira langsung mencium kening Ibunya sebagai salam perpisahan, ia juga membisikkan kata-kata pada Ibunya.
“Ibu, Ibu cepet sembuh ya, Naira pamit!! Naira sayang Ibu” setetes air mata menetes di pipinya.
Operasi Ibu Naira sudah dilakukan, begitupun operasi pendonoran hati Naira. Ibu Naira selamat dari maut, namun sayangnya Nairah tidak lagi bernyawa.

Satu minggu setelah operasi dan pada saat itulah kondisi Ibu Naira sudah pulih, ia menanyakan di mana keberadaan Naira. Wahyu hanya bisa terdiam dan memberikan sepucuk surat dari Kakaknya.

Untuk Ibu,
“Ibu mungkin saat Ibu terbangun, aku sudak tak lagi menemanimu. Aku bahagia bu walau memang awalnya terasa sakit, mungkin sakit ini tak seperti yang engkau rasakan. Bu aku bahagia aku sudah bisa bersama Ayah, memeluknya seperti keinginanku dulu. Tapi, Ibu pasti lebih bahagia karena di sana Ibu masih memiliki Wahyu dan masih bisa bersama. Ibu harus menjaga kesehatan, jangan sedih bu aku di sini sudah bahagia, kini hanya tinggal Ibu yang harus tersenyum. Ingatlah, Naira mencintai Ibu karena Allah.
Dari anakmu,
NAIRA.”

Setelah membaca surat Naira Ibu dan Wahyu pergi ke makamnya untuk berziarah, di tempat itulah Naira beristirahat dengan tenang untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Ananda Ariani Agustin
Facebook: Ananda Ariani Agustin
Nama Ananda Ariani Agustin lahir di Surabaya 1 Juni 1997, masih berstatus pelajar di salah satu SMK di Gresik.

Cerpen Pengorbanan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cry For Love (Part 2)

Oleh:
Kulihat wajah mama yang terlihat panik. Kuhentikan mobil di depan mall. “Mama!” seruku pada mama. Melihatku datang, mama langsung berlari menuju mobil dan tanpa berkata langsung masuk ke dalam

Sepotong Hati

Oleh:
Nila tak tahan jika harus berpisah dari suaminya, Mas Pram. Sudah setahun ini mereka menjalani hubungan jarak jauh. Sejak 10 bulan lalu Nila mengajukan pindah pada instansi tempatnya bekerja.

My Life

Oleh:
Pada suatu siang yang cerah, ada seorang gadis cantik yang bernama alika pevita dia adalah, seorang pecinta komik dan novel. saat itu ia sedang berada di dalam toko buku

Juara Pertama Untuk Ibu

Oleh:
Terdengar suara orang yang sedang membuka pintu, dan ternyata itu adalah ibuku. Adikku yang sangat gembira menyambut ibuku yang sudah pulang dari kantornya. Dan dia memberikan sebuah kado untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *