Pengulangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 25 February 2017

Hujan rintik rintik turun beberapa saat setelah Jenazah Kakakku dimasukkan ke dalam ruang peristirahatannya yang terakhir. Isak tangis yang masih terlihat di beberapa sanak saudaraku termasuk orangtuaku belum terhenti. Hanya aku, anggota keluarga yang tak menangis karena sepeninggalannya. Aku masih tak percaya kalau ini akan terjadi. Padahal selama ini, akulah yang paling bersikap sangat jahat kepada kakakku. Ya, namaku adalah Randy, aku adalah anak kedua dari dua bersaudara.

Sesaat aku mengingat kembali kejadian dimana aku sering memarahi kakakku dan menyakitinya.
“Dasar kakak Bodoh! Gak guna! Pergi aja kamu… bisanya cuman bikin Malu aku!” Bentakku kepada kakakku pada saat itu, entah kenapa aku bisa semarah itu hanya karena teman temanku meledekku dengan sebutan manja karena tingkah kakakku yang sangat memanjakanku.
“Maafin kakak ya dek, kakak cuman pengen kamu seneng” ucap kakakku sedikit menitihkan air mata. Yah, jika mengingat kejadian kejadian yang telah kulakukan, yang tersisa hanyalah penyesalan yang tiada akhirnya.
“Andai aja… Andai aja waktu bisa kembali…” Ucapku dengan nada pelan dan menitihkan air mataku.

Tiba tiba ada suara di dalam kepalaku,
“Kamu bisa kembali kok… hanya saja kesempatan itu hanya datang sekali dan waktunya itu tepat sesaat sebelum kematian kakakmu, kamu harus menyelamatkannya” ucap suara itu.
“Hah, apa benar?” suaraku dalam batin. Entah saja tiba tiba aku merasa mengantuk dan tergeletak di sana.

Kubuka mataku sesaat setalah aku tergeletak lemas tadi, tapi yang aku lihat pertama kali adalah wajah kakakku yang tepat berada di depanku dan sedang memangkuku. Sontak aku langsung menangis dan mendekapnya.
“Kak Rani… Maafin ya… Maafin Randy… Randy selalu jahatin kakak, randi selalu ngomong kasar ke kakak… Randy janji gak akan ngulanginnya lagi..” Ucapku sambil menangis tersedu sedu bahagia masih bisa melihat kakakku satu satunya.
“Randy… kamu mimpi apa? Udah kakak maafin kok selalu… lagian kamu itu adek kakak satu satunya… kakak pasti jagain kamu bagaimanapun keadaannya” ucap kakakku.
Aku yang saat itu tergeletak di pangkuan kakakku pun segera dipindahkannya ke tempat tidurku. Dan aku ingat kejadiannya. Kakakku akan pergi setelah ini, dan di perjalanan nampaknya ia akan tertabrak kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Kak… Kak Rani jangan pergi yah… pokoknya jangan pergi yah…” ucapku meminta kakakku supaya tidak pergi.
“Kenapa Ran? Kenapa kakak gak boleh pergi?” Ucapnya bingung
“Pokoknya gak boleh… kakak harus tetep di rumah terus nemenin aku” ucapku manja.
“uuhhh biasanya gak mau dimanjain, sekarang minta manja nih adek kak Rani…” Ledeknya
“Ih.. kakak apaan sih” ucapku agak kesal. Namun kami kemudian tertawa bersama, aku pun berfikir kakakku tak akan pergi, jadi aku tertidur sebentar.

Tapi, aku mengingat ingat kembali dan ternyata kakakku pergi bukan karena ada acara, melainkan dia pergi untuk membeli bahan membuat bubur untukku yang saat itu sedang sakit dan tertidur. Langsung aku buka mataku dan melihat kak Rani tidak ada di samping tempat tidurku.
“Kak Rani!!! Kakak di mana… kakak!!” aku mencari carinya di rumah, dan aku tersadar dimana aku harus mencarinya. Menurut Informasi setelah kakak meninggal, dia tertabrak oleh truk berwarna biru di dekat persimpangan jalan di dekat rumah. Aku segera menuju kesana tanpa alas kaki.

Aku mencari mencarinya dan akhirnya aku melihat kakakku yang sibuk membawa barang belanjaannya. Aku tak melihat tanda tanda adanya truk berwarna biru. Hanya saja sejenak pandanganku tertuju pada mobil berwarna hitam yang melaju kencang. Dan kakakku sepertinya tidak menghiraukan mobil itu dan terus menyeberang, dan di lain arah ada truk biru yang tak kusadari kehadirannya, ya itu adalah truk yang katanya menabrak kakakku dan sontak aku segera menuju kakakku dan berteriak kepadanya.
“Kak Rani!! Awas kak!!” aku mendorong kakakku dengan sepenuh tenaga dan langsung saja mobil hitam yang melaju dengan kencang tadi menabrak tubuhku dengan keras. Aku langsung tak sadarkan diri.

“Ah… mungkin ini balasan yang pantas untukku yang sering menyia nyiakan kakakku. Mungkin saat ini aku sudah mati, yah berarti aku berhasil menyelamatkan kakakku namun tak bisa menyelamatkan diriku sendiri, hihihi” ucapku sambil tertawa di dalam batin

Namun sesaat aku mendengar suara yang tak asing, ternyata setelah itu aku masih bisa membuka mataku dan kulihat papa, mama, serta kak Rani melihatku dengan tatapan sendu, syukurlah aku masih hidup. Aku bahagia sekali dan menceritakan kejadian tadi kepada papa dan mama. Aku akhirnya bisa menyelamatkan kakakku, dan sepertinya masa depan akan berubah. Kami pun hidup bahagia bersama.

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Pengulangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Invisible

Oleh:
Mataku terpejam seakan semua hal dalam hidupku tak berarti. Aku berangan untuk mengetahui hal besar dalam hidupku. Dalam hidup terdapat hal penting, aku akan mencari hal itu. Meski itu

Sahabatku

Oleh:
Nama ku Keysha. Hari ini, adalah hari pertama ku masuk sekolah. Aku takut, aku takut aku dibenci oleh orang-orang disana. Tetapi, aku sedikit tenang karena sahabatku juga akan sekolah

Demi Ibu

Oleh:
Hari libur yang cerah ini kuhabiskan untuk membantu Ibu di Restoran miliknya, Seasons Food. Restoran ini di beri nama seperti itu, karena di sini selalu mempunyai tema musim, seperti

Lukisan Oleh Langit

Oleh:
“Kau boleh pergi jika tidak sanggup menerima kenanganku.” Di bawah terik yang menyapu mendung sedari pagi. Di atas lantai dingin campuran semen, air, dan pasir. Bayangan ring basket tertoreh

Shadow

Oleh:
Hari ini, tepatnya pukul 8 pagi, bayanganku tiba-tiba bergerak. Keadaan sekitarku asing, penuh tepuk tangan penonton seraya mengelu-elukan namaku. Dan aku sadar sepenuhnya, aku sedang berada di sebuah arena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *