Penjajah Sebenarnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 29 May 2018

Hidup memang tak selalu ingin sempurna. Dan mengharapkan sesuatu yang terbaik. Inilah aku. Anak desa yang terjerat wabah desanya. Sebuah desa yang konon adalah tempat pembuangan mayat hasil buruan penjajah karena dianggap menentang aturan mereka. Mereka yang dulu hormat pada negara. Tiba-tiba merampas semua hak pribumi. Benar-benar kurang tahu diri penjajah itu.

Ya. Mau bagaimana lagi. Ini sudah terlanjur. Terlanjur makan senjata sendiri. Senjata yang dulu adalah wilayah yang hijau bak permadani zamrud. Sekarang justru berbalik menjadi milik para penjahat tak pernah belajar itu. Ini kesalahan para pendahulu kami. Rela menjual tanah hanya demi menyambung hidup. Apakah itu pantas untuk dilakukan dan apakah terhormat serta tidak takut harga diri terinjak? Aku tak tahu. Kini akan buktikan lewat sebuah desa terpencil ini.

Rama. Itulah nama yang diberikan kakekku. Katanya agar seperti Rama yang menyelamatkan Sinta dari bahaya. Aku tak tahu jelas ceritanya. Apakah bisa disebut tidak nasionalis? Ah. Itu cerita wayang. Bukan soal perjuangan menyambung hidup nyata kami.

Sebenarnya, aku keturunan raja di Kerajaan Malao. Tetapi, entah generasi ke-berapa yang hingga kini dilupakan. Jadi, karakter kerajaan mewarisi diriku. Aku tak yakin dengan semua ini. Mengapa pemerintah justru tak peduli dengan nasib rakyat miskin. Mereka bahkan tak tahu kalau aku adalah raja yang terdampar di sebuah desa yang tak bernama.

“Rama, jangan main HP terus. Bantu Ibu di dapur saja sini,” seru Ibu.
“Nanti dulu, Bu,” jawabku sekenanya.
Itulah penjajahan yang kami hadapi.

Cerpen Karangan: Adnan Wahyudi
Blog / Facebook: Adnan Wahyudi

Cerpen Penjajah Sebenarnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang Kecil (Part 2)

Oleh:
Ia melihat polisi keluar masuk dari dalam rumah Reyhan. Ada seseorang keluar dari rumah Reyhan dengan tangan diborgol dan didampingi polisi di sampingnya. Tirsya terkejut melihat sosok kedua yang

Botol Yang Terlupakan

Oleh:
Jam di dinding menunjukkan tepat jam 6 pagi, waktunya aku untuk pergi ke sekolah, aku bersekolah di sebuah SMP negeri di dekat rumahku, setiap hari untuk bisa sampai ke

Air Mata Yang Hilang

Oleh:
Di tengah malam yang kelam dan hening itu, entah kenapa mataku terjaga dengan sendirinya, pandangan mataku tertuju ke arah langit-langit atap kamarku, keheningan di malam itu mengingatkan aku kepada

Mainan Dari Bapak

Oleh:
Dalam pekat gelap dan gemerlap cahaya rembulan yang membaur di malam itu. Di masa ketika tubuhku yang mungil masih muat berendam dalam sebuah ember. Sembari mencoba memejamkan mata, tetap

Namaku Anugrah

Oleh:
Keluarga, hal yang tak ternilai harganya. Satu kata berjuta makna di dalamnya. Bahkan emas, permata, berlian kalah berharga denganya. Ayah… Ibu.. 2 tokoh penting dalam keluarga layaknya sang surya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *