Pentakosta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Kristen, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 September 2017

Bersimpuh dan bersujud memanjatkan doa serta lagu pujian di hadapan altar Allah. Aku merasakan ada sebuah cahaya yang begitu terang dan membuat hati begitu gundah. Apakah sosok Tuhan hadir dan menyapaku? atau Tuhan ingin memberi kabar untukku?

Saat perayaan misa selesai aku kembali menuju asrama, di tengah jalan aku bertemu dengan temanku yang mengajakku untuk segera pulang. Dan saat itu pun aku diberi kabar bahwa bapak sedang dirawat di rumah sakit. Tapi bayangan hati terasa aneh dan kacau.

Saat tiba di depan gerbang asrama aku dijemput dengan kedua saudaraku, tak seperti hari-hari biasanya raut wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu padaku.

Dalam perjalanan…
Aku penasaran apakah ada sesuatu yang terjadi pada keluargaku? dalam perjalanan menuju rumah sakit aku selalu bertanya, “bapak kenapa mas? kenapa aku harus pulang?” ucapanku tak di gubis, saudaraku hanya menyampaikan “Bapak sehat cuma ingin lihat kamu aja”, ucapnya dengan suara lirih.

Saat tiba di jalan yang mengarah ke arah rumah sakit aku terkejut, karena tak mengarah ke rumah sakit tempat bapak dirawat. Dan entah firasat apa yang terus menyelimuti bahwa hari ini begitu terlihat sedih.

Sontak aku terkejut ketika tiba di jalan yang mengarah ke arah rumah, ada helaian bendera kuning di depan jalan. “Itu apa?” ucapku sambil menitikan air mata dan menangis tersedu-sedu. “Bapak sudah gak ada kamu harus jadi anak yang bisa banggain bapak ya”, ucap saudaraku sambil tersedu-sedu nangis.

Tepat persis di depan gang telihat dari arah kejauhan orang-orang ramai mengunjungi rumahku untuk berbelasungkawa, seperti lautan manusia tak terhitung berapa jumlahnya. Rupanya Bapak dipanggil Tuhan, air mata tak bisa membendung dan jatuh di pelupuk mata, dan tangisan pun seakan memecah suasana.

Semua orang merasakan hal yang sama sedih dan tak menyangka. Aku didekatkan untuk bisa melihat jenazah saat dimandikan untuk yang terakhir kalinya, melihat rambutnya saja aku tak sanggup bahkan aku terjatuh dan pingsan. Tuhan begitu cepat memanggil sosok bapak ditengah keluarga kami, hingga saat penutupan peti suasana kembali menjadi pecahan tangisan yang meluap dan seakan-akan kami tak rela untuk meninggalkan bapak sendiri dalam peti dan ditimbun dengan ratanya tanah.

Kini hanyalah sebuah gundukan tanah bertuliskan nisan lah yang kami pandang, namun sosoknya tak hadir dalam keluarga kami. Tapi kini kami yakin bahwa Bapak telah Tuhan berikan tempat terbaik di surga dan peristiwa pentakosta ditahun 2015 lah menjadikan tahun perjumpaan Bapak bersama malikat dan Tuhan di surga.

Cerpen Karangan: Florantina Krisdayanti
Facebook: Florantinakrisda

Cerpen Pentakosta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lampu Ajaib

Oleh:
Suatu hari ada sebuah Keluarga bahagia, dan memiliki satu orang anak yang bernama Gendis. Gendis remaja pun sangat cantik namun karena suatu kecelakaan, Gendis harus merelakan kakinya di amputasi

Demi Ibu

Oleh:
Hari libur yang cerah ini kuhabiskan untuk membantu Ibu di Restoran miliknya, Seasons Food. Restoran ini di beri nama seperti itu, karena di sini selalu mempunyai tema musim, seperti

Mimpi

Oleh:
Ada tiga alasan berbeda kenapa orang dapat menangis. Pertama, mereka merasakan sesuatu yang menyakitkan dan memberi emosi sehingga mereka terjatuh di titik terdalam mereka. Kedua, mereka yang merasakan sesuatu

Kristal Bening

Oleh:
Melihat mata polos tanpa dosa selalu membuat ada suatu glenyar aneh dalam dadanya. Seolah-olah ada yang mendorong hatinya, ia rela mengorbankan separuh hidupnya demi melihat si mata polos tak

Demi Sahabat

Oleh:
“Din tau gak kamu?” “Gak!!” “Ihhh kamu nih, ada anak baru lo, dia di kelas 2 IPA 3” “Emang knapa?” “Ihh kamu ini, dia ganteng banget” Namaku Dina, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *