Penyesalan Riana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 March 2016

“Allaahuakbar.. Allahuakbar,” suara adzan subuh berkumandang, sang ibu membangunkan anaknya yang masih tertidur pulas. “Nak… Riana bangun! Salat Nak…” dari bilik kamar terdengar suara menyahut.
“Aduh apaan sih Bu! Riana ngantuk, kalau mau salat, salat aja sendiri!”

Sang ibu pun lalu pergi ke sumur di luar gubuknya, ia pun mengambil air untuk wudu, selepas itu ia pun kembali ke dalam untuk salat subuh. Suara ayam yang berkokok membuat Riana terbangun dari tidurnya. Ia pun mandi dan mengganti baju dengan baju seragam sekolah smp-nya itu. Ia duduk di sebuah tikar yang sudah usang. Sang ibu pun datang dari dapur dan membawa dua potong tempe dan stengan piring nasi. Kemudian meletakannya dia depan Riana seraya berucap.

“Ini Nak. Sarapan dulu…” Riana pun yang melihat makanan buatan ibunya pun melotot dan berkata.
“Bu! Aku bosen, makan cuman tempe, gak ada yang lain apa?”
“Tidak ada Nak, yang Ibu punya hanya ini saja.” Jawab sang ibu pelan.

Brakk!!

Suara piring kaleng yang jatuh akibat dibanting oleh Riana tempe, dan nasi pun berserakan di mana-mana.
“Astaghfirullah Na. Kenapa makanannya dibuang?” tanya sang ibu sedih.
“Ha! Makanan kayak gitu aja ditangisin, pokonya aku gak mau makan makanan itu lagi! Oh ya, dan satu lagi Bu! Temen-temen udah punya hp yang canggih. Aku mau Ibu beliin aku hp seperti teman-temanku!” Pinta Riana dengan kasar.
“Tapi Na.. Ibu dapat uang dari mana?” Tanya sang ibu.
“Ahh terserah mau maling! Mau kerja! Pokonya, hp itu harus ada saat aku pulang dari sekolah titik! sekarang Riana pergi sekolah dan inget hp!” Bentak Riana.
“Ya Allah, ampuni anakku ya Allah. Dari mana hamba dapat uang untuk beli hp?” Kata sang ibu seraya mengusap dadanya.

Sang ibu pun mengambil sebuah kertas karton ia pun menulis sesuatu di kertas itu dan ia pergi ke luar rumah. Sambil berjalan, ia membuka kertas karton itu dan memampangkannya kepada orang-orang yang berada di sekitar jalanan. Ternyata kertas karton itu bertuliskan, “Saya ingin menjual ginjal saya untuk membeli hp untuk anak saya.” masyaallah. Sungguh besar pengorbanan sang ibu. Lalu sebuah mobil hitam menghampiri sang ibu dan turunlah seseorang berjas hitam. Kemudian dia bertanya pada ibu.

“Bu, serius Ibu ingin menjual ginjal Ibu?” Tanya seseorang itu.
“Iya, tapi, ginjal yang sebelah kiri saja. Saya masih ingin hidup bersama anak saya,” Jawab sang ibu.
Kemudian seseorang itu membawa sang ibu ke mobil dan tibalah mereka di sebuah rumah sakit.
“Bu, saya ingin Ibu mendonorkan ginjal Ibu untuk istri saya. Berapa pun harganya saya akan bayar,” kata seseorang itu. “Ibu, hanya ingin menukar ginjal ibu dengan sebuah hp…” jawab sang ibu.
“Baiklah Bu, saya akan mengikuti apa kata Ibu.” kata seseorang itu

Setelah pendonoran selesai, sang ibu berjalan dengan lemas ke luar rumah sakit sambil membawa sebuah hp touchscreen terbaru ke luar rumah sakit. Sang ibu pun pulang ke rumah dengan perasaan bahagia ia menyimpan hp di kamar Riana. Sang ibu berniat ingin memberitahukan kepada Riana bahwa hp yang ia minta telah ada di kamarnya. Ibu pun ke luar dengan perasaan tak enak hati, tapi ibu tetap melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan sebuah truck berlaju sangat kencang, ibu yang melihat truck di depannya itu hanya bisa berteriak. “Aaaaaaa!!!”

Riana pulang dari sekolahnya, di tengah perjalanan pulang suasana di jalan pun ramai, orang-orang berkerumun, di tengah kerumunan tergeletak seorang wanita yang tak lain adalah ibu Riana. Riana yang penasaran mencoba melihat kerumunan itu. Alangkah terkejutnya Riana saat mengetahui bahwa itu adalah ibunya. Sontak Riana kaget dan berteriak. “Ibuuu, bangun, jangan tinggalin Riana Bu…..” isak tangis Riana pun tiada yang menyahut. Hanyalah hujan yang menemaninya. Orang-orang yang tidak tega melihatnya pun mencoba untuk memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan mengubur jasad sang ibu. Orang-orang mulai bubar tetapi Riana tetap di makam ibunya sambil menangis penuh penyesalan.

Cerpen Karangan: Siti Syaadah
Facebook: Siti Syaadah
Nama saya Siti Syaadah, saya duduk di kelas 7 dan bersekolah di smpn 1 batujajar.

Cerpen Penyesalan Riana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengerti

Oleh:
“Dari dulu aku selalu penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan seperti… kenapa kita gak bisa terbang kayak burung, atau kenapa bulan berubah-ubah bentuknya, atau yang paling pingin kutanyain itu kenapa bumi berputar,”

Notes Hitam

Oleh:
‘Orangtua bagiku hanya peduli dengan kesuksesanku, tapi tidak sedikit pun dengan kebahagiaanku. Mereka bersungguh-sungguh menjaga nama baikku, tapi sebenarnya tidak!! Mereka hanya menjaga nama mereka sendiri agar tampak baik

Kekuatan Hidup Ku

Oleh:
Angin pagi yang mulai menyambutku, membuat sekujur tubuhku terasa dingin dan segar, disertai suasana hati yang tenang dan damai. Entah apalah yang terjadi, tepat pukul 11.00 siang aku mendengar

Tuhan, Jadikan Dia Jodohku

Oleh:
Ia berbaring dan terpaku menatap langit-langit kamarnya sambil sesekali melirik layar handphonenya. Ia masih tak percaya ia telah diputuskan oleh pacar yang dicintainya selama satu tahun ini. Alunan musik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *