Permintaan Maaf Kepada Sang Adik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 21 January 2016

Aku seorang kakak yang memiliki satu adik laki-laki yang sangat nakal. Banyak sekali ulah yang ia lakukan yang membuat rasa sabar yang aku miliki akhirnya sampai pada titik yang tidak tertahan lagi. Berkali-kali aku berbicara namun tidak pernah didengar olehnya. Sampai pada akhirnya. Saat itu sudah tidak lagi tertahankan olehku sesak di dalam dada ini. Aku sudah ingin lagi untuk menegurnya karena rasa sakit hati yang aku pendam. Tak ingin ku lakukan hal demikian karena ini juga penyiksa rasa ibaku sebagai seorang kakak. Namun egoisku memaksa agar tidak menampakkan lemahku kepadanya.

Hai ini memuncak saat ia benar-benar sudah tidak lagi mendengar apa yang aku perintahkan. Pulang sekolah selalu sore. Bahkan pernah sampai larut tengah malam. Sementara hanya aku yang bertindak sebagai orangtua di rumah. Aku tak ingin terjadi apa-apa padanya karena tanggung jawab yang aku pegang. “Kamu dari mana?” tanyaku.
“Bermain ke rumah teman.” jawabnya. Mengapa harus pulang larut malam kataku padanya sambil menghardiknya. Dia menjawab dengan nada yang tinggi dan itu membuatku sangat kesal. “Mengapa kakak membatasi waktu bermainku. Sedangkan aku tak pernah membatasi ke mana pun kakak pergi.” Dan itu sangat membuatku jengkel.

Akhirnya aku membuang semua baju-bajunya, buku pelajarannya, baju sekolahnya aku buang dalam genangan air yang ketika itu sedang terjadi hujan. “Pergilah ke sana, ke tempat yang kau suka, dan jangan lagi kembali ke rumah ini. Jangan pernah lagi panggil aku kakak. Karena aku tak ingin punya adik seperti ini.” Dia pun menangis, namun dalam tangisnya dia tetap menjawab semua perkataanku. Dan itu semakin membuatku emosi. Seakan-akan aku ingin dia lenyap. Tak ada rasa kasiha yang terlintas dalam benakku. Yang ada hanyala dia harus pergi dari rumah ini. Tak peduli ke mana dia akan pergi.

Akhirnya berjalanlah adikku dalam hujan deras. Aku tak tahu ke mana dia pergi. Dan sampai di tengah malam dia belum juga pulang. Kembali aku punguti apa yang telah aku buang ke dalam hujan. Baju dan buku-bukunya telah basah. Hatiku menangis. Mengapa aku harus sejahat itu. Dia adikku satu-satunya. Aku merenungi kesalahanku kepadanya. Tak seharusnya aku seperti itu. Setela hilang berhari-hari, sekarang terbayang olehku. Di mana adikku berada. Apakah dia sudah makan. Di mana dia akan tidur. Bagaimana dia sekarang. Kini penyesalan merasuki hatiku. Aku sayang dia. Aku tak ingin terjadi apa-apa padanya.

Dan akhirnya aku pun mencarinya ke mana-mana. Dan berhasil menemukannya. Aku memeluknya sambil menangis. Dia juga ikut menangis dalam pelukanku. “Maafkan salah aku kak, aku janji tidak akan lagi mengulanginya.” Dan aku semakin pilu mendengarkan perkataannya. “Maafkan kakak yang bersikap demikian,” ujarku. “Maafkan kakak yang bersikap tak wajar kepadamu. Kakak sayang kamu dik.”

Cerpen Karangan: Kesy Andika
Facebook: Kesy Andika

Cerpen Permintaan Maaf Kepada Sang Adik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sesal

Oleh:
Untuk terakhir kalinya ku belai kepala Boneng, seakan mengerti Boneng melirik ke arahku, matanya terlihat seperti berkaca-kaca. Mungkinkah Boneng juga sedih seperti yang ku rasakan karena kami harus berpisah.

Semua Salah Ku

Oleh:
Awan hitam mulai berkumpul di atas sana. Secara perlahan menutup sinar matahari di waktu senja. Warna khas di kala sore pudar sudah, tergantikan oleh pekatnya suasana. Ada rasa cemas

Kemeja Hitam

Oleh:
Langit tiba-tiba berubah menjadi mendung, kilat datang berulang kali. Awam putih menawan tiba-tiba berubah kelabu nampak begitu sendu. Pohon-pohon nampak begitu gelisah, lihatlah ranting dan daunnya bergoyang-goyang tak beraturan

Penyesalan yang Tak Berarti

Oleh:
Hari-hari seperti biasanya dan tidak ada yang berubah. Seperti biasa, setiap sore aku habiskan waktu untuk bermain sepeda bersama teman-teman seusiaku. Maklumlah, pada saat itu bersepeda sore sedang nge-trend

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *