Planet Adrm

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 4 March 2017

Berpindah planet dari planet bumi ke planet adrm tak membuatku melupakan sosok perempuan yang sangat aku cintai. Dunia yang hancur karena antar negara yang terus berperang, sampai perang dunia ke-7, membuatku dan 99 orang lainnya memutuskan untuk berpidah ke planet terdekat dari bumi, yaitu planet adrm. Melalui beberapa rumus dalam astronomi dan perbintangan, ternyata hanya bisa 100 orang yang tinggal di planet kecil yang bernama planet adrm itu. Salah satu astronot dari 50 astronot lainnya yang membantu menyumbangkan otak dan pengetahuan agar 100 orang dapat bertahan hidup di planet adrm. Setiap satu astronot bisa membawa satu orang siapapaun untuk tinggal di planet adrm. Aku memilih istriku yang ikut bersamaku, karena aku sudah tak punya keluarga lagi akibat perang dunia ke-7.

Berbeda dengan di bumi, di planet adrm, tak ada hujan namun udaranya tetap sejuk seperti udara di pegunungan, juga setelah melakukan riset dan penelitian beberapa kali, ternyata di planet adrm tak akan ada yang bisa hamil karena kontur cuaca, kelembaban dan oksigen yang tak cukup untuk membuat seorang wanita hamil. Aku, istriku yang bernama elvita dan juga 98 orang rindukan hanyalah satu yaitu hujan. Tapi walau begitu air mengalir dari sebuah batu, jadi untuk itu kita masih bisa minum. Berbicara soal makanan beberapa tumbuhan seperti kacang-kacangan pun dapat tumbuh di planet adrm.

2 tahun tinggal di planet adrm sama dengan dua bulan tinggal di bumi. suatu hari keanehan terjadi pada istiku, dia sakit panas, panasnya mencapai 70°. Aku dan beberapa astronot yang punya sedikit keahlian mengenai ilmu kedokteran melakukan penelitian. Awalnya Tak ada penyakit apapun yang terdeteksi, kami mengira itu terjadi karena reaksi yang terjadi di tubuh elvita akibat berpindah planet, namun akhirnya satu peneliti menyimpulkan kalau istriku hamil. Diperkirakan istriku hamil ketika masih di bumi, namun belum terdeteksi.

8 tahun berlalu, tinggal di planet adrm. Diperkirakan tahun ini istriku akan melahirkan, rasa gundah dan juga gelisah mendiami hati 100 orang yang tinggal di planet adrm, terlebih aku dan istriku. Hanya boleh 2 minggu setelah lahir, anakku tinggal di planet adrm. Jika lebih, planet ini akan meledak menjadi partikel-partikel kecil dan manusia-manusia yang tinggal di planet adrm akan musnah begitu saja. Keputusan sudah aku ambil walau belum kukatakan pada siapapun, bukan anakku kelak yang akan keluar dari planet adrm melainkan aku ayahnya. Berat memang memutuskan ini, namun aku sangat menyayangi janin yang berada di perut istriku tercinta. Bagaimana bisa dia dibuang ke bumi, tanpa siapapun yang akan menjaganya.

Suatu hari, suhu badan istriku kembali di angka 70°, penelitian yang sudah beberapa ahli lakukan bahwa itu hanya akan terjadi kembali apabila istriku akan melahirkan. Benar ternyata, istriku merasakan sakit yang dahsyat sepertinya dia akan melahirkan pada waktu itu. 7 orang dari 98 orang yang sewaktu di bumi menjadi dokter telah bersiap melakukan persalinan pada istriku. Beberapa peralatan medis yang dibawa dari bumi telah siap. Tak butuh waktu lama, akhirnya anakku lahir di planet adrm. Rasa senang menyelimuti hati semua penduduk planet adrm terutama aku dan istriku karena anakku adalah manusia pertama yang lahir di planet adrm.

Anakku berjenis kelamin perempuan, aku memberi nama elgita agar mirip dengan nama ibunya. Ternyata keputusan yang sudah kuambil dari jauh-jauh hari tak bisa terlaksana. Sudah ada peraturan yang menyatakan kalau satu astronot pun tak boleh meninggalkan planet adrm, jadi terpaksa istriku mengambil keputusan kalau dia yang akan pergi ke bumi karena tak mungin anakku yang pergi ke bumi.

Air mata mengalir di mataku, mata istriku juga mata 98 orang lainnya. Sudah 17 hari anakku lahir, dan hari ini waktunya istriku pergi. Roket sudah disediakan kan untuk kepergian istriku. Kalau bisa aku yang bisa menggantikannya, tapi apa daya itu tak bisa kulakukan. Sebelum menaiki roket istriku berpamitan kepada 99 orang yang lain. Istriku masih menggendong elgita, dia menyerahkan elgita pada ibu wanda, salah satu dokter yang membantu melahirkannya pada 17 hari ke belakanag. Aku juga akan ikut mengantarkan istriku ke planet bumi, aku baru beberapa langkah menaiki tangga menuju roket, seoorang ada yang berteriak “tunggu!” Kami semua menoleh ke arah ibu ani wanita paruh baya yang dibawa tetangganya ke planet adrm. “Saya saja yang pergi ke bumi” lanjutnya “jangan bu” ucap astronot azi yang merupakn astronot yang membawanya ke planet adrm “ini keputusan saya, lihatlah bayi itu, bagaimana bisa ibunya tak ada di sampingnya saat ini dan untuk waktu yang lama. Saya sudah berumur 57 tahun, kalaupun saya harus mati di bumi saya ikhlas demi bayi itu dan juga ibunya.” Semua orang menangis mendengar kata-kata ibu ani. Akhirnya dialah yang pergi ke bumi, berkorban demi istriku elvita dan anakku elgita.

Kini 100 orang yang tinggal di planet adrm hanya mengenal kebahagianan tak ada kerusuhan, pertengkaran atau semacamnya seperti di bumi.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany

Cerpen Planet Adrm merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tubuhmu Membiru

Oleh:
4 November, 3025 Suara-suara itu masih terdengar. Tidak sedikitpun membuat lamunanku buyar, justru membangkitkan hasratku yang besar, bergemuruh bagai suara tuntutan yang harus dibayar. Aku berdiri di sini, di

Tak Akan Terlambat Lagi

Oleh:
Sial kata hatiku, aku terlambat lagi. Ku berlari sambil terus memperhatikan jam di pergelangan tangan kiriku. Rasanya aku akan dimarahi lagi oleh Kepala Sekolah. Sekian lama berlari, akhirnya sampai

Pesan Terakhir Ibu

Oleh:
Jakarta hari itu sudah berganti malam. Cahaya matahari sudah tergantikan cahaya lampu-lampu neon yang menyinari setiap sudut kota. Keramaian siang, berganti keramaian malam, tak jauh berbeda. Debu-debu dan asap

Broken Wings

Oleh:
Dunia remaja, orangtua bilang, adalah dunia penuh jebakan, penuh dengan huru hara atau euphoria sementara. Bisa saja, sewaktu-waktu kamu terjerumus tanpa tahu jalan keluarnya. Namun tetap, masa remaja adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *