Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kabut Pelangi

“Juni… Ini ibu nak.. Ibu rindu ingin bertemu kamu….” Sayup-sayup, kudengar suara itu. Suara yang acap kali datang merasuki, melebur dan menyesakkan dalam mimpiku. Aku terbangun tiba-tiba dari mimpiku. Aku...

Cinta dalam Secangkir Moka

Deras hujan membuatku mual tuk menatap jendela kayu tua,tugas kantor yang membuatku pening menumpuk seperti pohon cemara yang teruntai menjadi suatu keindahan langka.tak selang beberapa lama langit berhenti menangis,ku berfikir...

Rinduku

Hari itu dimana Prisya yang duduk di bangku kuliah di salah satu Universitas di daerahnya, merasa bimbang pulang atau tidak, masalahnya hari itu aku akan ada Ujian Akhir Semester yang bertepatan malamnya adalah malam pergantian...

Kembar tak Harus Selalu Sama Ayah

Ayah… kami sama-sama anakmu… Ayah… kami ini saudara kembar… Tapi… kenapa ayah hanya menyayangi Chintia? Kenapa ayah? Kenapa engkau membedakan kasih sayang itu? Fikiranku selalu tertuju pada pertanyaan...

Keluarga itu, Keluarga Baiti

Sabtu, 09 Juni 2012 07.10 wib. Tiba2 hp-ku berdering. Satu panggilan dari nomor kamu. Seketika q angkat. Dan kamu hanya miscall. Aku terbangun dari tidurku. Ada 3 sms. Satu dari kamu dan dua lagi dari nomer tak dikenal. 085376394***...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Puisi Untuk Bunda

  1. AuRania Eka 27 December, 2013 at 1:00 pm | | Reply

    Kereen .. Nangis nih bacanya :)

  2. Adila Megasih 29 April, 2014 at 1:48 pm | | Reply

    Cerita yang sungguh menyedihkan :’)

Leave a Reply