Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Maaf Mama

“Kalau pulang sekarang pasti gak ada lagi angkot, tapi kalau gak pulang mama pasti marah. Tapi mau naik apa, aduh…” langkah Dita tergangu karena lubang besar di jalannya. Karena terlalu sibuk memikirkan cara untuk...

Siapa?

“Pak, temanku bilang, bulan ini aku harus sudah mengganti hpnya.” “Bukannya sudah diganti dengan hpmu itu?” “Nggak bisa, pak. Hp Ahmad tidak sebanding. Cuma murahan. Lagian dia menuntut harus sama persis dengan...

Maaf Aku Pergi

Teeeeetttt teeeeet teeeeeet… bel berbunyi menandakan jam belajar hari ini sudah habis. Keadaan di dalam kelas pun semakin gaduh, karena anak-anak ingin segera lekas pulang. mereka pun keluar tidak beraturan, ada yang...

Pupus

Dalam kamar yang berukuran 2 x 3 meter dengan dinding yang masih terbuat dari papan yang sudah tidak baru lagi, seorang perempuan dengan rambut terurai dan wajah yang dibenamkan dalam bantal itu masih juga belum menyudahi...

Raisya

Raisyaaa, semua karenamu “Raisyaaa.. Raisyaaa” panggil wanita tua di hadapan Raisya. Seolah tak menggubris, Raisya hanya terdiam kaku, bibirnya terkatup, dan matanya tertutup. Suasana sunyi, yang terdengar hanya kicauan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Puisi Untuk Bunda

  1. AuRania Eka 27 December, 2013 at 1:00 pm | | Reply

    Kereen .. Nangis nih bacanya :)

  2. Adila Megasih 29 April, 2014 at 1:48 pm | | Reply

    Cerita yang sungguh menyedihkan :’)

Leave a Reply