Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Menyayangi Bukan Dari Penyesalan

“Dek, tolong yang sebelah kiri ditarik lagi. Itu masih miring!” suara perempuan bernada tegas dan agak aneh karena pilek terdengar di depan kampus pagi ini. Aku yang baru saja memarkir motor segera menghampiri ke tempat...

Mengenang Sebuah Mimpi

Semalam aku bermimpi. Dan kuanggap itu mimpi indah. Mimpi namun terasa nyata. 7 tahun lalu, aku mengenal seorang gadis. Berwajah indo, bertubuh tinggi dan langsing bak model catwalk. Kita sama-sama menjalani masa ospek kampus....

Semenjak Ada Dia

Kalian masing-masing pasti mempunyai sahabat. Entah itu laki-laki atau perempuan, entah berapa banyaknya, satu atau dua, entah berapa jauh jarak umurnya dibandingkan kalian. Sahabat, satu kata yang bermakna bagi kalian. Sahabat...

Persembahan Terakhir

Persahabatan bukan hanya sekedar kata, yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna, tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, yang ditoreh di atas dua hati, ditulis dengan tinta kasih sayang, dan suatu saat akan dihapus...

Krisan dan Bulan Sabit

Bulan tampak malu-malu. Hanya memperlihatkan separuh wujudnya untuk bumi bagian Semarang, kota kelahiranku. Sudah sejak sejam tadi sebenarnya aku ingin segera memandang langit Semarang, tapi baru bisa kesampaian setelah berhasil...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Puisi Untuk Bunda

  1. AuRania Eka 27 December, 2013 at 1:00 pm | | Reply

    Kereen .. Nangis nih bacanya :)

  2. Adila Megasih 29 April, 2014 at 1:48 pm | | Reply

    Cerita yang sungguh menyedihkan :’)

Leave a Reply