Putri Simfoni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 5 July 2017

Hai… aku bernama Sheila, aku sih anak biasa aja tapi aku suka sekali dengan menyanyi, kalau dulu kata mamaku suaraku bagus sekali, sayangnya entah kenapa orangtua angkatku bilang orangtuaku meninggalkan aku di kolong jembatan, aku hanya bisa mengamen di lampu merah.

“Hem…” desahku sambil melihat uang recehan di dalam gelas teh gelas “bagaimana ini uangnya hanya ada Rp. 5000 semuanya”.

Tiba tiba ada selwmbar kertas yang menuju ke arahku buru buru kuambil kertas itu dan kubaca “Wah ada lomba menyanyi, biayanya gratis lagi, coba ah… lombanya di taman kota pendaftarannya di labirin bunga dan lombanya besok… wah…”

Aku pun langsung lari menuju ke rumah kardusku yang berada di kolong jembatan, setelah itu aku langsung tidur menunggu hari esok…

“Hoahm…” aku harus cepat buru buru aku pergi ke labirin bunga yang tak jauh dari rumah kardusku, lalu cepat cepat aku mengambil barisan, akhirnya aku dapat nomor 21.

“Nah ayo kita mulai saja lombanya silakan no urut 1…” ucap MC.
Setelah itu sampailah di no urutku 21 silakan no urut 21…” aku, pun menaiki panggung dan bernyanyi lagu ibu, hampir semua orang di sana menangis mendengar suaraku.

Setelah lama menunggu akhirnya tibalah pengumuman pemenang lomba ini, yang menjadi juara akan menjadi Putri Simfoni di kota ini waw…
“Baiklah yang akan menjadi putri simfoni adalah Sheila Matilda Khairunnisa…”
Aku yang mendengar itu langsung melompat kegirangan, lalu langsung berlari menuju panggung dan mendapat sebuah mahkota dan uang tunai sebesar Rp. 10.000.000,-

Tiba tiba datanglah seorang ibu dan bapak yang langsung memelukku
“Siapa kalian…”
“kami adalah orangtuamu… sayang maafkan kami”
“ibu ayah…” sambutku sambil memeluknya.
Akhirnya dengan aku mengikuti lomba aku bisa menemukan orangtuaku…

Cerpen Karangan: Ismi Emili Faiza

Cerpen Putri Simfoni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Twin Sister

Oleh:
“Hoam…” uapku setelah bangun tidur di pagi hari. Pagi ini ku rasakan sejuk sekali. Tapi yang ku lihat setiap hari sama tidak ada bedanya, tidak ada warna-warna indah, yang

Dirga di Bulan April

Oleh:
Suasana udara dingin di pagi buta, seiring dengan kilaunya mentari yang perlahan menampakkan sayapnya, menemani langkah sepasang Kakak-Adik yang perlahan melangkah satu demi satu pijakan. Panas mentari yang begitu

Kakak Ku Hidup Di Hati Ku

Oleh:
Saat itu. Aku terisak-isak dalam tangisanku. “Karin, Karin kenapa? kok nangis gitu,” Tanya Kak Syahrin kepadaku dengan lembut. “itu ka Mama dan Papa bertengkar lagi, aku takut kak,” Jawabku

Jam Nakal

Oleh:
Pagi itu, Vidya tengah menunggu angkot. Vidya pun melihat jam tangannya. Dia cukup terkejut melihat jamnya berbeda. Seharusnya masih sekitar jam setengah tujuh, tetapi jam di jam tangannya menunjukkan

Pena Biru Laut

Oleh:
Langit yang semula gelap, perlahan terang karena matahari mulai menampakkan sinarnya. Udara pagi yang masih bersih dari polusi udara terasa segar di tubuh. Cuaca hari ini sangat bersahabat, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Putri Simfoni”

  1. Aprillia Ayu Nanda says:

    bagus ceritanya. lebih semangat untuk mu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *