Rahasia Dibalik Pena Nenek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 27 June 2016

Mentari telah bangkit meraih angkasa. Burung-burung bersenandung merdu penuh makna. Terlihat sesosok wanita tua sedang asik memandang ke arah langit. Tersenyum anggun namun penuh arti.
“Nek! Nenek! Lala berangkat sekolah dulu ya!!”, ucap lala, cucu nenek.
“Hati-hati, La.”, balas nenek.
Nenek masuk ke dalam sebuah rumah mungil namun sejuk dan asri. Rumah peninggalan suaminya yang masih dijaganya hingga saat ini. Perlahan tapi pasti, nenek berjalan ke arah foto seseorang. Orang yang dia cintai, orang yang pernah mengisi hari-harinya, kakek. Digenggamnya sebuah pena tua nan usang sembari memandangi foto itu.
“Andai kamu masih hidup, kita bisa mengurus cucu kita bersama. Tidakkah kamu lihat? Ia kini telah dewasa. Tumbuh cantik dan pintar.”, ucap nenek dalam hati.
Terkadang nenek menangis dikala ia mengingat mendiang suaminya itu. Namun ia tetap berusaha tegar. Karena ia tahu, bahwa suaminya akan bahagia jika melihat ia dan Lala bahagia.

“Nenek… Lala pulang nih,” sapa Lala sembari melepas sepatunya. Namun, tak ada satu patah kata pun yang membalas ucapannya.
“Nek?”, Lala masih terus mencari neneknya. Dengan rasa penasaran ia masuk ke kamar nenek. Dilihatnya sebuah pena tua disana. Tua namun sangat indah dan memikat hati. Pena yang tak pernah ia lihat selama ini di toko maupun supermarket.
“Wah, nenek kok gak pernah cerita ya punya barang bagus seperti ini? Hmm… La bawa aja ah… toh juga nenek gak akan tau… atau mungkin pena ini memang untuk Lala”, dengan girang ia langsung membawa pena itu masuk ke dalam kamarnya.

Sore harinya, nenek pulang dengan pembantunya. Dengan panik ia mengobrak-ngabrik kamarnya. Ia sedang mencari sesuatu yang amat penting baginya. Sebuah pena.
“Dimana pena itu?”, Tanya nenek pada dirinya sendiri.
Lala yang mendengar bunyi berisik dari kamar nenek, langsung menghampiri nenek.
“Ada apa, nek? Nenek lagi nyari apa? Bisa La bantuin gak?”, Tanya Lala ingin membantu.
“Hilang, dimana? Kenapa bisa hilang? Tadi siang masih ada disini?”.
“Apa nek? Apanya yang hilang?”, Lala semakin tidak mengerti.
“Pena! Pena nenek!”, nenek membentak Lala. Lala tiba-tiba menjadi gelagapan di depan nenek. Dia berada di antara dua pilihan. Mengembalikan pena itu, atau tetap membawanya dan bilang pada nenek ia tak tau apa-apa. Namun, nenek membaca kejanggalan pada diri Lala. Nenek langsung menerornya dengan tatapan bertanya.
“Kenapa nek? Lala gak tau apa-apa.”.
“Ya sudahlah. Mungkin sudah seharusnya pena itu pergi.”, ucap nenek dengan tatapan sayu.
Lala langsung meninggalkan nenek dan berlari ke kamarnya. Ia ketakutan dan bingung. Rasa bersalah menyelimuti hatinya. Teganya ia membuat wanita yang selama ini telah merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, kini menangis. Lala berbaring di tempat tidurnya. Tanpa terasa, mimpi menyambutnya, dan malam menyelimutinya.

Pagi kini kembali bersinar. Menyambut Lala dari tidurnya. Dengan hati bingung, ia berjalan selangkah demi selangkah ke arah kamar nenek dengan membawa pena yang telah ia ambil kemaren. Dibukanya pintu kamar wanita tua tersebut.
“Nek, ini Lala nek,”
“Owh, Lala. Sini nak, masuk aja.”
Dengan gugup Lala memberikan pena yang telah ia ambil kemarin pada nenek. Ia sudah siap menerima konsekuensi atas kelakuannya itu. Ia sudah siap mendengar apabila nenek memarahinya.
“Lala…” ucap nenek lembut.
“Maafin La, nek. La gak ada maksud untuk mencuri. La hanya benar-benar terpikat akan keindahan pena ini”
“Iya, nenek tau. Pena ini memang sangat indah.”
“Kenapa nenek tidak pernah menceritakan soal pena ini sama La? Apa ada rahasia di balik pena ini hingga nenek kelimpungan seperti kemarin mencarinya?” Tanya Lala bertubi-tubi.
Nenek tersenyum. Diraihnya tangan Lala dengan lembut dan penuh dengan kehangatan.
“Lala sayang, bukan maksud nenek untuk merahasiakannya. Maafkan nenek karena belum sempat menceritakan semua ini sama kamu. Pena ini adalah peninggalan dari mendiang kakek kamu. Ia memberikannya saat kami masih berpacaran. Hah… rasanya sudah lama sekali. Nenek berjanji akan menjaganya, hingga kini.” Cerita nenek sembari mengenang masa lalunya.
“Jadi begitu. Lala benar-benar minta maaf, nek.”
“Tak apa. Jika kamu memang menyukainya, ambil saja. Tapi kamu harus berjanji untuk menjaganya.”
“Serius nek?”
“Iya..”
“Makasi ya nek!” ucap Lala dengan girangnya.
Mereka berpelukan. Membagi rasa kasih dan sayang. Lala berjanji akan menjaga pena tua itu dengan baik, karena pena itu adalah peninggalan dari kakek yang pernah menyayanginya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Bella Cintyadevi
Facebook: https://www.facebook.com/bella.cintyadevi

Cerpen Rahasia Dibalik Pena Nenek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kejutan Terkhir Mama

Oleh:
Setetes air hujan jatuh ke wajahku, ku lihat jam menunjukkan pukul 00.05. Saat itu aku merasa lapar dan mencari makanan di kulkas, karena tidak ada makanan yang ku inginkan.

Pahlawan Dan Korban

Oleh:
Petir dan kilat mulai menyambar. Awan mendung mengelabui kepergianku meninggalkan keluargaku. Sambil menunggu bus, aku masih memikirkan kejadian hari itu yang selalu menghantui pikiranku. Entah bagaimana aku akan menjalaninya.

Mukena Dari Ibu

Oleh:
Intan tahu Ibu sedang kesulitan. Beberapa hari lalu, dagangan Ibu tidak laku. Itu membuat Intan sedih. Malamnya, saat Intan belajar, terdengar suara batuk Ibu dari ruang tidur. Intan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *