Rahasia Titipan Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 29 June 2019

Namaku Aleenia Afthaya Mathapraja. Biasanya aku dipanggil Aquena, memang jauh dari nama-namaku tapi aku ingin dipanggil Aquena. Usiaku hampir menginjak 13 tahun saat bulan Mei tahun depan. Aku duduk di kelas 7 SMP Islam Terpadu Bunga Bangsa. Meski sudah 12 tahun, sudah lama aku menantikan seorang adik kecil namun ibuku tidak bisa memberiku adik dikarenakan sebuah kecelakaan 3 tahun yang lalu. Sebenarnya, aku sangat kesepian. tapi kata sahabatku, Dilon (nama lahirnya Aleecia Navadilon Aquena. Tapi dipanggil Dilon dan Dilon perempuan) memiliki adik itu menyusahkan dan sangat ribet. Aku menanggapi ‘fakta’ Dilon sebagai hoax.

“hai, Aquena.” sapa Dilon “bagaimana tes kemarin? Apa bisa memiliki adik?” tanya Dilon “kemungkinan besar tidak.” jawabku lesu “tidak masalah. Mungkin kau bisa mengadopsi seorang adik?” usul Dilon. Aku terbelak. Mengadopsi adik? Hanya itu jalan satu-satunya yang terbaik namun bagaimana dengan ibu dan ayah? “kuharap ibu dan ayah bisa mengerti.” aku tersenyum berharap.

“ibu… Aquena pulang.” aku setengah berteriak “hai Aqu. Bagaimana di sekolah?” tanya ibu “ya baik-baik saja. Ibu, aku sangat ingin seorang adik. Apa boleh kita mengadopsi seorang adik?” tanyaku sambil berhati-hati. Hening. Itulah suasana yang terjadi sekarang. “eheem… Dengarkan ibu, Aqu. Ibu sangat mengerti. Ibu ingin memberitahumu sesuatu yang sangat penting.” ibu menarik napas dan mengeluarkannya.

“apa ini, bu?” tanyaku. Ibu menunjukkan foto tiga orang perempuan yang sangat cantik. Aku mengenali wajah seseorang dari foto tersebut. Ya, itulah diriku. “ini adalah kakakmu. Namanya Michella. Usianya sekarang jika masih hidup sekitar 21 tahun. Dia sangat ingin memiliki adik. Ya, sifatnya seperti dirimu. Saat beberapa tahun ketika Michella berusia 9 tahun, ibu melahirkan anak kembar yaitu dirimu dan kembaranmu, Aulia. Karena senangnya Michella, dia diam-diam menggendong Aulia dan membawanya jalan-jalan. Dan mereka berdua tewas karena tertabrak mobil bus mini. Itu terjadi 12 tahun yang lalu. Maka itu, ibu hanya ingin memiliki dirimu saja. Untuk kecelakaan 3 tahun yang lalu, ibu buru-buru menyeberang dan ditabrak oleh sepeda motor.” ibu bercerita panjang lebar.
Aku berdiam.

Aku mengambil ponselku dan menelepon Dilon.
“Dilon!”
“ada apa, Aqu?”
“Aku ingin menceritakan sesuatu.” Aku pun menceritakan semua yang ibu ceritakan padaku.

“kau harus mengerti trauma ibumu, Aqu. Kuberharap, trauma ibumu segera menghilang dan memiliki seorang adik kandung tidak lagi mustahil.”
“aku berharap juga begitu, Dil. Sampai jumpa,”
“jadilah Aquena yang kukenal”. Aku puas mendengar semua rahasia yang ibu ceritakan.

Cerpen Karangan: Adhiya Jauzaa
Kelas: VII
IG: @iamdhiy

Cerpen Rahasia Titipan Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Pendekar Cimangguhilir

Oleh:
Bandung, 2000 Aku memandang keluar jendela kereta, orang-orang sedang berlalu-lalang menyongsong pagi dengan semangat. Aku melihat segerombolan anak kecil berbondong-bondong menggowes sepeda dengan seragam SD dan senyuman penuh ceria

Indahnya Saling Memaafkan

Oleh:
Gema takbir memenuhi langit, membuatku terbangun dari mimpi indahku. Segera ku mandi dan kupakai baju baru yang dijahitkan ibu. Putih, sebagai pertanda ketulusan hatiku, kata ibu. Ini kali pertama

Biola Callis

Oleh:
Sore ini begitu dingin. Tergengar gemuruh air hujan, juga tercium aroma khas debu yang basah. Saat itu juga, menetes darah dari jari telunjuk Callis yang tergores senar biolanya yang

Pemimpi Bermimpi Menjadi Pemimpin

Oleh:
Di pagi yang dingin menusuk tulang dan embun pagi masih tampak bersinar di antara dedaunan. Aku terbangun dari tidurku, yang semalam telah kurajut sebuah mimpi indah. Mimpi-mimpi yang semalam

Mengapa Ya?

Oleh:
Namaku Toni Kiswanto, biasa dipanggil Toni. Sejak dulu, aku sudah sangat tertarik dengan pesawat. Aku selalu memandangi pesawat yang sedang terbang. Saat itulah aku mulai mencari pengetahuan tentang pesawat.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *