Rindu Dibalik SMS

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 22 April 2019

Sejak aku masuk SMA, aku meninggalkan ayah dan ibuku. Aku biasanya pulang sekitar sekali dalam satu bulan. Biasanya kami bertukar kabar melalui SMS, kami tidak punya waktu yang cocok untuk bisa saling bicara melalui telepon. Orangtuaku yang tinggal di desa sulit mencari signal, yang membuat kami hanya bertukar kabar melalu pesan singkat.

Tak ada sehari saja, aku terlepas dari rindu yang membekukanku. Wajah mereka yang terus tampil dalam bayangku, terkadang membuatku ingin memeluknya. “Assalamualaikum, Bu maafkan saya bulan ini saya tidak bisa pulang, karena ada acara.” Pesan singkat yang kukirim dengan air mata. Pesan itu terkirim bersama rasa kecewaku karena aku menggores hati ayah dan ibuku yang menunggu wajahku muncul di pintu rumah.

Setelah rindu mencekikku kini ia telah melepaskaku. “Jangan boros, kasihan ayah.” Ucap ibu menoreh wajahku yang lelah melalui diantara sulitnya tiap-tiap langkah yang kulewati. Aku hanya terdiam. “Heh” Ibu menghela nafas seolah ada yang ingin ia sampaikan diantara mata yang tersembunyi dibalik selaput keriput. “Ayahmu itu kadang, hp adek tanya gimana kabarnya?. Ibu bilang saja kalau gak ada signal, ibu gak mau hp kamu, ibu tahu kamu gak bawa hp ke sekolah lagian kamu pasti belum pulang. Ekonomi kita lagi menurun sekarang ayah cari tambahan kesana kesini”. Ujar ibu. Mendengar hal itu hatiku terasa sakit. Ayah yang sudah tua masih harus kesana kesini demi putrinya. “Kamu masih ada uang?” Tanya ibu. Spontan aku menjawab “Masih kok bu!!!” Kataku dengan lantang padahal uang yang aku punya tidak akan sampai untuk satu minggu.
Menyadari uang yang kupegang tak lebih cukup, aku berusaha untuk memutar otakku.

Aku selalu rindu pada ayah dan ibu jika mengingat perjuangan mereka mencintaiku. Betapa aku ingin memeluk keduanya. “Ibu gimana kabarnya?” Seperti biasa tak pernah sekali saja pesanku langsung terbalas, meski aku menunggu dengan air mata pesan itu seolah tak menepi pada ponselku.

Kini, aku mencoba jalan baru untuk tidak menanyakan kabar atau apapun pada orangtuaku. Ketika rindu mulai membekukanku aku hanya mencairkannya dengan meneteskan rona bening di kedua pelipis mataku. Aku tak sanggup lagi untuk menulis pesan dan harus menunggu balasan setelah beberapa hari kemudian dan aku tak ingin mereka terluka karena putrinya membeku karena rindu.

Cerpen Karangan: Elida Sari
Blog / Facebook: Elida Sari
Suka dalam hal mengarang namun tidak terlalu hobi menulis. Berpendidikan SMA. Anak terakhir

Cerpen Rindu Dibalik SMS merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Red Rose

Oleh:
“Dihabiskan ya makanannya, jangan sampai ada yang tersisa” kata Ibuku yang membawa makanan ke kamarku. “Iya bu” jawabku seadanya. Seperti biasa, aku selalu membuang separuh dari makananku. Mulai dari

Arti Sebuah Kasih Sayang (Part 2)

Oleh:
“Surat apa ini?” Tanya wanita itu kebingungan. Dibacanya surat itu dengan perlahan “Maaf sebelumnya jika saya menaruh anak saya di depan Panti Asuhan Ibu, saya bingung harus menitipkan anak

Kertas Kosong

Oleh:
Sunyi yang selalu menemani malam ku beserta nyanyian jangkrik di sekelilingku. Hampa sudah terasa, pupus sudah smuanya dan kini ku hanya mengharapkan kenangan yang telah sirna itu. “Dooorrr….!” Seketika

Air Mata Yang Hilang

Oleh:
Di tengah malam yang kelam dan hening itu, entah kenapa mataku terjaga dengan sendirinya, pandangan mataku tertuju ke arah langit-langit atap kamarku, keheningan di malam itu mengingatkan aku kepada

Berlari

Oleh:
Aku terlahir dengan nama Iqbal Fakhrurozi. Ayahku (Ahmad Fakhrurozi) adalah seorang pelari jarak pendek berprestasi negeri ini. Ia sudah mendapatkan banya title juara, di antaranya juara pon sembilan kali,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *