Rindu Kasih Sayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 April 2013

Cinta dan kasih sayang dari seorang ibu yang sangat Kasih harapakan, kasih memang bukan anak tiri, tapi dia selalu di bedakan oleh ibunya karena saat kasih masih kecil kasih hampir mengalami kecelakaan dan ayahnya dan ayahnyapun meninggal saat menyelamatkan kasih, kasih punya kakak yang bernama Rindu dia begitu baik dengan kasih adiknya.
Tapi, Rindu jarang di rumah karena sibuk Kuliah sedangkan Kasih masih duduk di SMA, seringkali Kasih telat datang ke sekolah karena pekerjaan rumah yang harus di selesaikan oleh kasih.
Seringkali juga kasih di tegur oleh gurunya karena jarang mengerjakan PR, namun di sekolah ada seorang sahabat yang begitu baik yaitu Leni dan Aldi, mereka begitu baik dengan Kasih, seringkali Kasih menangis, karena kelakuan ibunya.
“mah… kenapa mamah begitu benci sama kasih, sebenarnya apa salah kasih… mamah… kasih itu sayang sama mamah… kasih pengin di peluk mamah, kasih pengin di perhatiin sama mamah, kasih pengin deket sama mamah..” desah Kasih di kamar yang sangat sepi.

Setiap hari kasih selalu dimarahi oleh ibunya, ibunya tak pernah menganggap kasih itu anaknya, namun ibunya menganggap kasih sebagai pembunuh ayahnya dan sebagai anak sial, begitu sedih hati kasih.
Namun, seringkali Rindu menghiburnya, dengan memebelikan barang-barang kesukaan Kasih, namun seringkali juga barang-barang itu di rampas oleh ibunya.

Di pagi hari tak ada sapaan, senyuman, dari sang ibu, rasanya ingin sekali mencium tangan ibu saat berangkat sekolah..
“mah… kasih berangkat sekolah dulu ya..?” pamit kasih dengan menyodorkan tangannya tapi ibunya hanya terdiam seakan-akan tak melihatnya. Kasihpun berangkat sekolah dengan wajah yang murung, kasih memang anak orang kaya, orangtuanya punya mobil yang mewah, tapi kasih berangkat sekolah dengan naik sepeda atau naik angkot, maka dari itu kasih sering telat ke sekolah.
Saat ini kasihpun terlambat lagi untuk yang ke tiga kalinya dalam satu minggu.
“maaf pak saya telat..” kata Kasih dan masuk ke kelas
“kasih, kenpa kamu telat lagi..? ini sudah yang ke tiga kalinya kamu telat di mata pelajaran saya..” ujar pak rio guru Fisika.
“maaf pak, saya bangun kesiangan,” ujar kasih dengan wajah yang takut.
“sekarang kamu ga bisa ikut pelajaran saya dan lebih baik kamu pulang saja” kata pak rio dengan ketus.
“tapi pa..!” ujar kasih..
“ga ada tapi-tapian, keluar sekarang” ujar pak rio
Dengan wajah yang sedih kasih keluar kelas, dan kasih memutuskan untuk pulang ke rumah dengan mengendarai sepedanya.

Sesampai di rumah ada ibunya yang mau pergi ke kantor.
“eh, ko kamu udah pulang,? Kamu blos?” tanya ibunya
“engga mah, tadi kasih… ” ujar kasih dan belum sempat melanjutkan perkataannya dan langsung di sela oleh ibunya.
“uadah-udah.. saya ga mau tahu tentang kamu, malah bagus kalau kamu pulang awal jadi kamu bisa beres-beres di rumah,” ujar ibunya dan langsung pergi ke kantor
Airmata kecewa menetes di pipi Kasih,
“mah… kenapa mamah benci sama kasih, aku sayang mamah..” desah kasih dengan air mata yang menetes.
“kasih.. kamu kenepa, ko ga sekolah?” tanya ka rindu.
“kakak, kasih ga boleh masuk ke kelas ka, trus besok juga kasih ga boleh berangkat sekolah, karena sudah 3 kali kasih telat ka, dan besok mamah di suruh ke sekolahan, tapi…” ujar kasih
“ya udah kalau mamah ga mau, besok kakak aja yang datang ke sekolahan kamu… ya..?” kata ka Rindu
“makasih ya ka…?” ungkap kasih dengan memeluk ka Rindu.

Saat malam tiba kasih melihat ka Rindu sedang duduk dan bercanda dengan ibunya, rasanya kasih ingin seperti ka Rindu yang selalu disayang oleh ibunya, dan kasihpun menghampiri mereka.
“mamah, ka Rindu, boleh kasih ikut duduk di sini..?” tanya Kasih dengan lembut
“boleh ko kasih, duduk aja di sini..” ujar ka Rindu
Namun ibunya begitu sisnis saat melihat kasih, dan saat kasih mau duduk di sebelah Rindu ibunya langsung pergi ke kamarnya. Rasanya kasih itu seperti kuman untuk ibunya.
“ka… emang aku itu pembawa sial ya ka..?” tanya kasih
“kasih… ko kamu ngomong kaya gitu sih..? kamu itu seperti malaikat buat kakak…” kata ka Rindu
“ia mungkin itu bagi ka rindu, tapi buat mamah, kasih itu seperti kuman yang selalu membawa kesialan buat mamah… ka… kasih itu pengin kaya kakak yangg selalu dekat sama mamah, selalu di kasih senyuman sama mamah,, kasih pengin ka… kasih itu sayang sama mamah..” ungkap kassih dengan mata yang berkaca-kaca
Rindupun memeluk kasih dan menangis, karena tak kuat mendengar kata-kata kasih yangg sangat merindukan kasih sayang ibunya.

Saat malam hari rindu membicarakan semuanya kepada ibunya, karena Rindu merasa Kasihan dengan kasih,
“mah, mamah itu kenapa sih ga pernah sayang sama kasih, kenapa sih mamah itu benci banget sama kasih, diakan anak mamah juga..” ujar Rindu.
“Stop Rindu.! Kamau ga usah bahas anak sial itu, mamah itu benci sama dia, dia itu seorang pembunuh Rindu.. kamu tahukan dulu papah meninggal gara-gara Kasih, gara-gara nolongin kasih,,” ungkap ibunya..
“tapi mah, semua itu kecelakaan, mamah ga boleh menyalahkan kasih terus mah, kasihan kasih..
Saat kasih keluar kamar dan ingin mengambil air minum, kasih mendengar pembicaraan ibunya dan kakaknya, begitu hancur rasanya hati kasih saat kasih mendengar bahwa dirinyalah yang membuat ayahnya meninggal, dan ibunya menganggap kasih sebagai pembunuh.
Karena tak kuat untuk membendung airmata kasihpun kembali ke kamarnya.
“Tuhan… maafkan aku ternyata mamah benci sama aku karena aku adalah pembunuh papah… aku ga tahu… kenapa mamah menganggap ku sebagai pembunuh papah,… Tuhan berikanlah aku kekuatan… ” uajar kasih. Sambil menangis.

Saat dua hari kemudian Rindu akan pergi ke Amerika karena ada Tugas kuliah disana selama dua sampai tiga bulan, Rindu belum sempat memberi tahu tentang kepergiannya ke Amerika, dan dia memberi tahu saat Rindu mau pergi ke Bandara.
“Kasih… kakak mau pamit ya..?” pamit Rindu
“Pamit kemana ka..?” tanya Kasih dengan terkejut
“kakak mau pergi ke Amrik, paling dua bulan sampai tiga bulan kakak pulang.” Ujar Rindu
Merekapun saling berpelukan dan mengantar mengantarkan Ridu ke Bandara, setelah beberapa jam kemudian Mereka sampai ke di Bandara.
“sayang hati-hati ya, jaga diri baik-baik… ” ujar mamahnya dan mencium kening Rindu
“ia mah, Rindu pasti baik-baik aja disana,” ujar Rindu,
“kakak hati-hati ya..?” ucap Kasih dengan mata yang berkaca-kaca
“ia Kasih… , jaga mamah ya..?” pesan Rindu
Dan kini saatnya Rindu untuk pergi, ga bisa terbayangkan oleh Kasih kalau Rindu pergi terlalau lama, pasti di rumah ga ada yang ngebelain Kasih pada saat kasih di maraih oleh ibunya, rasa hati yang selalu tersiksa, rasa sayang yang selalu terpendam, perasaan ini lah yang selalu di rasakan oleh Kasih.

Sesampainya kasih dan ibunya di rumah, ga ada satu kata patahpun dari mamhnya, mamahnya terlihat sedih atas kepergian kasih.
“mah… mamah mau makan…?” tanya Kasih dengan halus
Namun mamahnya hanya terdiam dan pergi ke kamar, rasa salah muncul lagi di hati Kasih
“mah… maafin aku, mungkin aku terlalu berdosa buat mamah, maafin aku mah…” desah Kasih di dalam hati

Di pagi hari saat Kasih mau berangkat ke sekolah, tiba-tiba ibunya memanggil Kasih, betapa senangnya kasih di panggill oleh ibunya.
“Kasih…!” pangil ibunya denagn keras
“ia mah…” jawab kasih dengan semangat
“Kenapa kamu senyum-senyum?” tanya ibunya dengan nada yang sinis.
“maaf mah, kalau senyum kasih membuat mamah sedih..” ujar kasih
“bagus kalau kamu sadar!, sekarang kamu ikut mamah berangkat sekolah.
“ia mah,” ujar Kasih dengan semangat, karena baru kali ini kasih di ajak satu mobil dengan mamahnya, namun di dalam mobil Kasih di suruh untuk membersihkan sepatu mamahnya.
“kasih, sekarang kamu bersihin semua sepatu-seoatu ini.” Perintah ibunya
Walaupun kasih di suruh apapun oleh ibunya kasih akan melakukan dengan senang hati karena kasih sangat ingin dekat dengan ibunya, tapi saat kasih sedang membersihkan sepatu-sepatu ibunya, dengan tidak sengaja kasih mematahkan hak sepatu ibunya.
“Kasih.! Kamu apakan sepatu ku” bentak ibunya dengan keras
“mah… maafin kasih mah, kasih ga sengaja.” Ujar kasih
“eh..! emang dengan kata maaf sepatu ku bisa kembali, HAH.! Sepatu ini lebih berharga dari pada kamu Ingat ItU..!” Ujar ibunya sambil menjambak rambut kasih.
Kasih hanya terdiam dan menangis, “mah… maafin kasih… maafin kasih mah..”
Dengan perasaan yang emosi ibunya memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba, dan ibunya menyuruh kasih untuk keluar dari mobil ibunya.
“Keluar kamu dari mobil saya” kata ibunya
“ga mah, kasih harus sekolah mah…” ujar kasih
“Cepat Keluar kanu itu Cuma membawa sial buat saya, cepat Keluar sekarang!” Perintah ibunya
“mah… maafin kasih mah” ungkap kasih
Ibunyapun mendorong kasih keluar dari mobilnya hingga kasih terjatuh dan terluka.
“mamah…! tunggu mah… ” teriak kasih
“aduuuh… sakit banget kaki ku,” desah Kasih
Semua tangan dan kakinya lecet, dan kasih tidak mungkin untuk pergi kesekolah dengan kedaan yang seperti itu.

Saat kasih sedang duduk di taman dan sedang membersihkan darah yang ada di tangan serta kakinya tiba-tiba aldi datang karena aldi sempat melihat kasih menuju ke taman,
“kasih, kamu kenapa..?” tanya aldi
“aku ga papa ko, ini Cuma lecet sedikit” ujar kasih
“tapi kamu berdarah, kita ke dokter aja yuk..” kata aldi
“engga al, aku ga papa ko, oia ko kamu ga berangkat sekolah..?” tanya kasih
“engga, tadi aku lihat kamu jadi aku ga mau ngebiarin kamu sendiri” ujar aldi dengan menatap wajah kasih
“kamu ini, mmmm kenapa kamu natap aku kaya gitu, ada yang aneh ya… ” ujar kasih
“kasih, aku suka sama kamu..” ungkap aldi dengan memegang tangan kasih
Kasih sangat bingung harus menjawab apa, kasih juga ada perasaan yang sama dengan aldi, tapi… kasih dan aldi sudah sahabatan sejak lama, dan kasih juga ga mau merusak persahabatannya..
“mmmmm… ko kamu ngomong gitu?” tanya kasih
“ya… aku tahu kita sahabatn tapi ga ada salahnya juga kan kalau aku suka sama kamu.. kamu mau kan jadi pacar aku.? “ujar aldi
“aku ga bisa jawab sekarang al,” ujar kasih sambil pergi meninggalkan aldi
Di perjalanan menuju rumahnya kasih terfikirkan oleh kata-kata aldi, “bagaimana aku harus menjawabnya, aldi begitu baik sama aku, tapi…”
Tak ada lagi kata yang mampu kasih ucap, rasa sakit yang dialaminya membuat kaki kasih merasa susah untuk berjalan, namun sedikit demi sedikit kasih melangkahkan kakinya.

Ke esokan harinya kasih mendapat tugas dari bu Rena guru bahasa Indonesia, dan kebetulan kasih satu kelopmpok dengan Leni dan aldi, selama mereka berteman leni dan aldi sama sekali tak tahu rumah kasih, dan kesempatan inilah leni dan aldi mengusulkan untuk mengerjakan tugasnya di rumah kasih, kasih sangat bingung karena selama ini kasih tak mengakui bahwa dia adalah anak pemilik yayasan sekolah dimana kasih dan teman-temannya bersekolah, selama ini kasih hanya bilang bahwa dia adalah anak seorang pedagang di pasar, namun sekarang kasih tak bisa berbuat apa-apa mungkin ini saat nya kasih untuk jujur, saat aldi dan leni sampai di depan gerbang mereka sanagt bingung.
“kasih… mana rumah kamu..?” tanua leni.
“mmmmm… sebenernya ini rumah aku len, al..” ujar kasih
“apah..? ini rumah kamu? tapi kenapa kamu bohongin kita sih..?” ujar aldi.
“mmm itu semua ga penting, ya udah kita masuk aja ya,,?” kata kasih

Mereka semua masuk ke rumah kasih dan melihat foto ibunya yang berada di ruang tamu, dan sekarang aldi dan leni pun tahu bahwa kasih adalah anak seorang pemilik yayasan sekolah, aldi begitu sangat kaget dan merasa kecewa karena selama ini kasih telah berbohong, aldipun langsung pergi dari rumah kasih tanpa pamit.
“Aldi..! al ! Aldi kamu mau kemana..?” tanya leni dan menghampiri Aldi
“Al… kamu mau kemana..?” tanay kasih
Aldipun langsung pergi dengan mengendarai motornya, aldi merasa di bohongi oleh kasih.
“Len… maafin aku ya? bukannya kau bermaksud untuk membohongi kalian, tapi aku ga mau kalau kalian tahu yang sebenarnya…” ujar kasih
“tapi kenapa sih.. kamu nglakuin ini semua…? kamu ga seharusnya bohong sama kita, apa kamu ga percaya sama kita, kamu anggap kita itu mau berteman sama kamu Cuma gara-gara kamu anak yang punya yayasan sekolah kita…? engga sih… kita tulus temenan sama kamu… ” uajar leni..
“Bukan Len… bukan itu.. aku tahu kalian tulus berteman sama aku..” ujar kasih
“Terus apa..?” tanya leni
Kasihpun terpaksa menjelaskan apa yang telah terjadi antara kasih dan ibunya, tentang kasih yang tak pernah di anggap ada oleh ibunya. Setelah kasih menjelaskan semuanya leni meminta maaf kepada kasih dan leni akan segera menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan kasih kepada Aldi.

Saat di sekolah, kasih ingin meminta maaf kepada Aldi namun aldi hanya diam dan ga mau berbicara dengan kasih.
“Al… aku mau minta maaf sama kamu..” ujar kasih
Namun aldi hanya diam dan pergi meninggalkan kasih, sebagai teman yang baik leni membantu kasih untuk meminta maaf kepada Aldi.
“Al… kamu marah sama kasih..” ujar leni
“aku ga marah, aku Cuma kecewa sama kelakuan kasih len..” ujar Aldi
“aku tahu… kemaren aku juga sempet kecewa sama kasih tapi setelah kasih menjelaskan semuanya, aku tahu dan aku merasa simpatik sama kasih.” Kata leni
“maksudnya,…?” tanya aldi dengan penasaran
Leni menjelaskan semua yang telah terjadi kepada kasih, dan aldipun mau memaafkan kasih, aldi langsung menghampiri kasih yang sedang duduk di taman sekolah
“kasih..” panggil aldi
“ia… ada apa Al…?” tanya kasih
“kasih… aku mau minta maaf sama kamu, sekarang aku tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan mamah kmau.”
“ia… aku juga minta maaf ya al, aku udah bohongin kamu dna leni..”
Tiba-tiba leni datang dan mengungkit masalah perasaan Aldi yang suka sama Kasih
“Oia sekarangkan kalian udah baikan, gimana nih kasih… kamu mau ga terima cinta Aldi..?” ujar Leni
“mmmm… iya Al… aku terima kamu” ujar kasih dengan malu-malu
“yang bener kasih…?” tanya Aldi dengan tak percaya
Aldi, Kasih Dan Leni, sahabat yang kini menjadi cinta, namun mereka tak menghilangkan persahabatan karena Cinta.

2 BULAN KEMUDIAN
Akhir-akhir ini kasih begitu bingung karena ibunya sering tampak pucat, dan sering memegangi perutnya, saat Rindu pulang dari luar Negri kasih langsung membicarakannya kepada Rindu.
“Ka… akhir-akhir ini kasih melihat mamah tampak pucat, dan sering memegangi perutnya..” ujar Kasih
“memang mamah kenapa..?” tanya Rindu
“kasih juga ga tahu ka, kalau kasih tanya sama mamah, mamah ga mau jawab ka..”
“ya udah nanti kakak tanya sama mamah ya..?, oia kakak punya oleh-oleh nih.” Ujar Rindu
Kasih begitu sangat senang karana mendapat oleh-oleh dari kakaknya, kasih beruntung mempunyai kakak yang begitu sangat baik, walaupun kasih mempunyai ibu yang sangat membencinya.
Suatu ketika saat kasih berada di rumah bersama ibunya kasih sempat di marahi karena memecahkan foto ibu dan ayahnya.
“maaf mah… kasih ga sengaja..?” ujar kasih
“apa kamu bilang maaf..! ha..! maaf, emang kata maaf cukup buat ganti ha..! dasar anak pembawa sial, pergi kamu dari sini.! Pergi !” usir ibunya sambil menyeret tangan kasih hingga jatuh
“mah… maafin kasih, jagan usir kasih mah…” ungkap kasih dengan tangisan, dan memegangi kaki ibunya..
“lepaskan.! Pergi kamu dari rumahku! Pergi !” kata ibunya sambil menendang kasih ke luar rumah dengan keadaan hujan lebat.
Ibunyapun langsung menutup pintunya dan mengunci dari luar.
“mah… buka pintunya mah… mamah… buka pintunya… kasih ke dinginan mah..” ujar kasih dengan isak dan mengetuk pintu rumahnya.

Saat kasih berada di teras rumah sambil duduk, tiba-tiba kakaknya datang dan langsung menghampiri kasih.
“kasih… kamu kenapa hujan-hujan di luar..?” tanya rindu
“ka… mamah ngusir aku ka..” ujar kasih dengan mata yang berkaca-kaca
Rindupun begitu sangat kaget dan langsung mengetuk pintu.
“mah! buka pintunya mah, ini kasih.”
Ibunyapun membukakan pintunya, dengan wajah yang tak bersalah.
“mah.. mamah udah ga punya perasaan yah.?” Tanya rindu dengan nada yang marah dan kesal.
“maksud kamu apa sih sayang..?” ujar ibunya dengan nada yang lembut seolah-olah tanpa ada salah.
“mamah ga tahu maksud rindu apa..? mamah lihat di luar, mamah liat !” perintah rindu sambil menujuk ke arah pintu.
“maksud kamu kasih..?” ujar ibunya dengan nada sinis
“ia mah, dia itu anak mamah, tapi mamah sama seklai ga pernah perhatian, dan memeberi kasih sayang sama kasih mah, mamah itu tega mah, rindu benci sama mamah” ujar Rindu dan mengajak kasih untuk masuk ke rumah.
Tatapan ibunya kepada kasih sangat begitu menyakitkan untuk kasih.

Malam hari, Aldi datang ke rumah kasih untuk mengajak jalan-jalan, dan kebetulan ibunya belum pulang drai kantor.
“tok, tok, tok… permisi…”
Kasihpun membuka pintunya, setelah kasih membuka pintu kasih sempat kaget ternyata yang datang adalah Aldi, seorang cowo yang begitu baik.
“eh, kamu Al, ayo masuk” ajak Kasih
“kasih, kamu mau ga kalau kita jalan-jalan,…?” tanya Aldi
“mmmm, tapi nanti kalau mamah ku pulang gimana?”
“uadahlah aku janji, nanti sebelum jam sembilan aku anterin kamu pulang, ok..?” bujuk Aldi
“ok deh, ya udah aku ganti baju dulu ya..?” ujar kasih
Setelah kasih ganti baju merekapun pergi untuk jalan-jalan.
Namun saat kasih dan aldi sedang asik mengobrol tiba-tiba handphone Kasih berbunyi, dan ternyata itu dari kakaknya.
Kasih sangat kaget saat kasih di beri tahu kalau ibunya masuk rumah sakit, kasihpun langsung menuju ke rumah sakit dengan di antar oleh Aldi,
Sesampai kasih dan aldi di rumah sakit kasih langsung menuju ke ruangan dimana ibunya di rawat.
“ka.. gimana keadaan mamah..? “tanya kasih.
“kasih… mamah terkena gagal ginjal, salah satu ginjal mamah udah rusak, sekarang mamah butuh pendonor ginjal.” Ujar Rindu dengan mata yang berkaca-kaca.
“ya ampun… mamah… kenapa harus mamah ka…?” ujar kasih sambil menangis.

Dokterpun keluar dari ruang pemeriksaan kemudian Rindu, kasih dan aldi menemui dokter,
“gimana keadaan mamah saya dok..?” tanya kasih dengan panik
“mamah anda harus segera mendapatkan donor ginjal secepatnya kalau tidak kami ga tahu apa yang akan terjadi.
Hati kasih dan Rindu bagaikan terpecah mendengar keadaan ibunya, sungguh sangat sulit untu menenmukan pendonor ginjal.
“gimana kalau saya aja dok, yang jadi pendonor buat mamah saya dok,” ujar kasih secara tiba-tiba.
“kasih..?” ujar aldi dengan terkejut
“kamu apa-apaan sih kasih, kamu akan hidup dengan satu ginjal kasih..” ujar Rindu
“ka, aldi, ga papa ko, aku rela nglakuin apa aja buat mamah, buat membalas semua kebaikan mamah,”

Akhirnya dokterpun memeriksa kasih dan ternyata ginjal kasih cocok dengan ginjal mamahnya, setelah beberapa jam kemudian saatnya kasih di oprasi transplantasi ginjal.
“Tuhan… berikan mamah kesembuhan dengan ginjal ku ini, semoga apa yang aku kasih ke mamah ga sia-sia buat mamah, aku rela mati demi mamah tuhan…” do’a kasih saat memasuki ruang oprasi.
Akhiirnya setelah di tunggu–tunggu oprasipun selesai dengan lancar, namun keadaan kasih setelah di oprasi sangant down, dan memburuk, kasihpun di pindahkan ke ruang rawat, namun kasih ga mau mengasih tahu kepada mamahnya bahwa dialah yang telah mendonorkan ginjalnya,
Namun semkain hari keadaan kasih semakin parah,
“kasih, kamu ga papa kan..?” tanay aldi
“aku ga appa ko al,” jawab kasih dengan pelan karena menahan rasa sakit pada perutnya.
“aaaaaaa… aduhhh” teriak kasih
“kasih, kasih kamu kenapa,?” tanya aldi dengan panik
Kasihpun tak sadarkan diri karena sakit yang teramat sakit pada perutnya, aldi langsung memanggil Rindu kaka dari kasih dan aldi juga memanggil dokter.

Saat itu dokter kelihatan sangat panik dengan keadaan kasih yang sekarang, karena ada masalah pada ginjal kasih yang satu lagi karena pengaruh oprasi.
Wajah kasih begitu sangat pucat sekali, dan bicaranyapun sangat pelan.
“ka… ka rindu…” panggil kasih dengan sangat berat.
“ia sayang..” uajr ka Rindu dengan air mata ynag menetes.
Aldi pun tak mampu berbuat apa-apa melihat sang kekasih terbaring di rumah sakit, dia hanya mampu memegang tangannnya dan menguatkan kasih, sesekali airmata menetes dari mata aldi.
“Ka… kasih… pengin ke.. ketemu ma.. mah ka…?” ucap kasih dengan lirih
“ia kasih, kakak akan bawa mamah kesini.” Ujar Rindu

Rindupun memberi tahu kepada ibunya bahwa kasihlah yang mendonorkan ginjalnya untuk ibunya, ibunyapun merasa terkejut, karena selama ini ibunya telah menyiksa dia dan membencinya, namun kasih tak pernah membenci ibunya, dan kasih malah memberikan ginjalnya.
Saat rindu menceritakan semuanya ibunya menangis dan mengajak untuk ke ruangan kasih.
“kasih… sayang.. maafin mamah sayang..” ujar ibunya dengan airmata yang berlinangan di pipinya.
Hati kasih begitu tersentuh dan terharu, baru kali ini kasih mendengar kata-kata sayang dari ibunya..
“mah… makasih… kasih bahagia… banget denger mamah pangil kasih dengan sebutan sayang… kasih sayang mamah..” ujar kasih dengan perkataan yang yersendat-sendat dan begitu lirih.

suasana haru menyelimuti ruangan dimana kasih di rawat, wajah kasih mulai memucat, dan rasa khawatirpun timbul di benak ibu, rindu dan aldi.
“sakit… mah… sakit…” desah kasih.
“kasih… kamu harus kuat ya…” ujar ka Rindu
Tangan kasih yang terus terusan memegangi perutnya dan keringat dingin yang membasahi kepalanya seakan-akan kasih menahan rasa sakit yang teramat sakit.
Rindu sangat takut saat kasih menghembuskan nafas yang panjang,
“mah… kasih ngat sa… yang… ma.. mah… ”
Itulah kata-kata terakhir kasih yang di ucapkan untuk ibunya, ibunyapun menangis tersedu-sedu saat dokter memeriksa kasih dan ternyata kasih telah meninggal dunia.

“Kasiiih…!” teriak ibunya..
“kasih maafin mamah sayang mamah sudah buat kamu kaya gini mamah, mamah menyesal… kasih maafin mamah… bangun kasih banguuuuuuuuunnnnnn…” ujar ibunya sambil berteriak.
Rasa penyesalan muncul di hati ibunya, karena dari daulu ibunya sama sekali tak pernah menganggap kasih itu sebagai anaknya dan menganggap kasih itu adalah anak pembawa sial.
Aldi kekasihnyapun sangat terpukul karena di tinggalkan oleh orang yang sangat dia cintai, begitu pula dengan Rindu, Rindu merasa sangat terpukul karena kehilangan seorang adik yang sangat dia sayangi, dan teman yang selalu ada di hari-harinya, kasih adalah sosok yang sangat periang. Namun kali ini dia harus meninggalkan semua orang yang menyayanginya.

Takan pernah terlupakan pengorbanan yang kasih berikan untuk ibunya.
kata sayang terakhir yang kasih dengar dari bibir sang ibu itu sangat membuat kasih merasa bahagia dan menjadi kenangan terakhir dalam hidupnya.

Selesai

Cerpen Karangan: Devi Upi Lestari
Facebook: Devii uphi Lestarii

Cerpen Rindu Kasih Sayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ayah… ini Aku

Oleh:
Tubuh Mungilnya menggigil kaku… ia duduk di sebrang trotoar, sambil terus menggigil kedinginan.. tiba tiba dua orang sosok berbadan tegap dan gelap mendekatinya “Dasar Anak gak tau diri kamu!!!,

Raysa

Oleh:
Raysa adalah seorang gadis kota yang hidup serba berkecukupan. Ayah Raysa seorang Direktur di perusahaan swasta Indonesia, maka dari itu Raysa tidak pernah merasa kekurangan, apapun yang dia inginkan

Rindu Yang Terbalaskan

Oleh:
“Gabby, siapkan pakaian pakaian yang akan kamu bawa, karena besok kita akan liburan ke rumah kakek” kata ibu ketika di ruang keluarga. “Horeee” Gabby melonjak gembira. Gabby dan kak

Derita Anak Jalanan

Oleh:
Pada sebuah malam menjelang Idul fitri. Malam begitu ramai di jalan-jalan kota besar, yang hiruk pikuk dengan kendaraan yang hendak mudik ke kampung halaman. Ada seorang anak laki-laki yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Rindu Kasih Sayang”

  1. Kharisma Dinda Tys says:

    min, tolong agar lebih memperhatikan kata demi kata dan EYD saat menyeleksi cerpen.
    banyak typo min, seharusnya yg seperti itu di pertimbangkan lagi. Terima Kasih.

    • moderator says:

      Maaf ya kalau editingnya masih kurang baik ^_^ soalnya kalau proses editingnya dibuat lebih teliti lagi bakal makan waktu moderasi yang lebih lama, sementara antrian cerpen yang nunggu moderasi di cerpenmu masi banyaaaaak banget… tapi sebisa mungkin kita selalu usahakan cerpen yang diterbitkan di sini selalu dalam kondisi rapi kok… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *