Rindu Yang Terbalaskan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 10 March 2017

“Gabby, siapkan pakaian pakaian yang akan kamu bawa, karena besok kita akan liburan ke rumah kakek” kata ibu ketika di ruang keluarga. “Horeee” Gabby melonjak gembira. Gabby dan kak Gea sangat senang berlibur ke rumah kakek, karena mereka merindukan saudara mereka yang ada di sana, Luna dan Lani.

Keesokan harinya…
“Kak ayo bangun, ini udah pagi” aku mengguncang guncang tubuh kak Gea. “Iya Gabby” lalu kak Gea mengolet dan mengucek matanya. Setelah itu mandi.

“Baik, semua sudah siap kan?” tanya ayah ketika di dalam mobil. “Siap!!!” jawab aku dan kak Gea kompak. “Kalian sebaiknya tidur lagi, karena perjalanannya bisa sampe 3 jam” ujar ibu memberitahu. “Astaga, ya udah deh aku tidur lagi” lalu kak Gea tidur lagi, sedangkan aku masih sibuk bermain ponsel, dan tak lama juga ikut tertidur.

3 jam kemudian…
“Ayo Gabby… bangun, udah sampai!!!” Kak Gea mengguncang guncangkan tubuhku yang masih terlelap. Lalu aku bangun. “Wahh, udaranya seger” aku merentangkan tangan dan menghirup udara sebanyak banyaknya. Sekarang ini, aku dan keluargaku sudah berada di depan rumah kakek dan nenek di sebuah desa yang belum tercemar oleh polusi.

“Lunaaa… Laniii” Gabby berlari kearah mereka dan memeluk mereka. “Ihh kalian udah besar rupanya” ujar kak Gea. “Hehe.. iya dong kak” jawab Lani (Adiknya Luna). Lalu, setelah memberi salam kepada nenek dan kakek, kami semua mengobrol di ruang utama yang modelnya cukup sederhana.

“Ibu, Ayah… kami titipkan Gea dan Gabby selama liburan ya di sini… tidak merepotkan kan? Nanti kalau ada apa apa telepon kami” ucap ibu kepada nenek dan kakek sambil memberikan nomor telepon ibu yang baru. “Baik Sari, kami sangat senang atas kedatangan kalian ke sini” ucap kakek kepada ibunya Gea dan Gabby. “Baik yah, Bu… kalau seperti itu kita pulang dulu ya, masih ada sedikit pekerjaan yang belum aku kerjakan.. terimakasih” lalu ayah dan ibu Gea Gabby mencium punggung tangan kakek dan nenek.

“Gabby dan Gea, ibu dan ayah berangkat dulu ya, jaga diri baik baik, jangan merepotkan kakek, nenek dan saudara sandaramu ya Nak” pesan ayah dan ibu. “Baik yah, bu” lalu ayah dan ibu Gea Gabby pergi ke rumah.

Keesokan harinya…
“Bangun, kalian mau ikut kami ke sawah tidak?” kata Luna dan Lani membangunkan mereka. “Oke, aku mau ikut deh” ucap Gea dan Gabby. Lalu mereka semua pergi ke sawah. “Wow.. sawahnya asri dan bentar lagi pasti mau panen” kata kak Gea. “Iya, mungkin 3 hari lagi panen, kalian besok bantuin ya” ucap Luna. “Iya dong, kita gak pernah manen padi karena kami tinggal di kota” jelas Gabby. “Besok kita ajarkan!”

3 hari kemudian…
Kakek, Luna, Lani, Gea dan Gabby pergi kesawah. Mereka akan membantu kakek memanen padi. “Wah, jadi seperti ini cara memanen padi… seru juga” ucap kak Gea
“Iya ya kak, tambah pengalaman nih kita” tambah Gabby menimpali.
Mereka semua mengajarkan kepada Gea dan Gabby, mulai dari memotong padu, memukul padi hingga padinya rontok lalu dijemur. “Wah udah selesai, capek” kata Gabby terengah engah.

“Baik anak anak, sekarang kita memanen padi lagi ya… Luna dan Lani, tolong bawa kerbau kita ke sini untuk membajak sawah” ternyata mereka mempunyai kerbau untuk membajak sawah. Tak lama kemudian, dua saudara itu sudah membawa kerbau mereka. “Hah?! Kerbau?” Kak Gea heran. “Iya kak Gea, ini kan untuk bajak sawah” jelas Luna dan Lani.

“Yuhuuuu… seruuu!!!” Gabby dan Luna menaiki kerbau untuk membajak sawah. Sebenarnya Gabby dan Gea takut tapi setelah dijelaskan oleh Luna dan Lani, mereka jadi tidak takut lagi.
Lalu, giliran Kak Gea dan Lani. “Seruuuu!!!”

Akhirnya, mereka berempat naik bersama sama, tapi tiba tiba Gabby terjatuh terjerembab ke sawah dan pakaian serta tubuhnya terkena lumpur. “Huwwaaa” lalu Luna, Lani dan kak Gea tertawa. Tiba tiba Lani ikut nyebur ke lumpur. Lama lama Luna dan kak Gea jadi ikut nyebur juga. Mereka lempar lemparan lumpur dan juga ikut memberi kerbau makan.

Keesokan harinya…
“Eh berenang ke sungai yuk” ajak Luna ketika mereka semua selesai sarapan pagi. Lalu mereka semua menuetujui. “Masih jauh gak?” Gea terengah engah. “Bentar lagi kok” jawab Luna.
Tibalah mereka di sungai…
“Wow.. sungainya jernih” mereka melihat sungai yang jernih dan banyak bebatuan. Di situ sepi dan tidak ada siapa siapa kecuali 4 saudara itu.
BYURRR!!! Lani mendorong kak Gea dan Gabby ke sungai. “Aaaaa!!!” ternyata sungai itu tidak dalam. BYUR! BYUR! Akhirnya Luna dan Lani juga ikut masuk ke dalam sungai. “Eh tapi ada buayanya gak?” Gabby ketakutan. “Gak ada, dulu ada… tapi sekarang udah mati, mungkin karena udah tua” jelas Luna. “Ohhhhh”
Lalu mereka main ciprat cipratan air sampai siang.

Liburan pun telah usai. Ayah dan Ibu Gea Gabby menjemput mereka. “Gimana liburan nya? Asyik dan seru gak?” tanya ibu. “Seru banget!!!” ujar Gabby. Lalu mereka semua menjelaskan pengalaman pengalaman mereka yang mereka alami selama bersama Luna Lani di desa ini.
“Wah wah seru sekali, tapi sayangnya kita harus pulang karena besok 2 hari lagi udah sekolah.. kalian gunakan hari itu untuk istirahat ya” jelas ayah panjang lebar.

Akhirnya, rindu kak Gea dan Gabby selama ini telah terbalaskan karena mereka telah bertemu sang kakek dan nenek tersayang dan saudara mereka, Luna dan Lani. Mereka sekarang jadi punya banyak pelajaran dan pengalaman yang berharga…

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Hai… bertemu lagi sama aku santi..maaf ya kalau gak lucu dan gak seru, ini cerpen ketiga ku…

Cerpen Rindu Yang Terbalaskan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Andro

Oleh:
Namaku Andro, usiaku kini 18 tahun. Keluargaku orang berkecukupan. Semua yang aku inginkan selalu dipenuhi orangtuaku. Hal inilah yang membuatku menjadi anak yang tak tau aturan. Semua hal yang

Lara Prihatini Si Gadis Prihatin

Oleh:
Malam yang sunyi, itulah yang senantiasa menemani malam malam ku. Tak ada yang istimewa, bintang bertaburan seperti biasanya ditemani bulan separuh yang berwarna putih. Sesekali terdengar suara lolongan anjing

Happy With Family

Oleh:
Hai, namaku Rayna Andrea Stewart, Aku bisa dibilang hidup berkecukupan, ayahku bernama Edward Stewart, ibuku bernama Elishabet Victoria Stewart, Aku juga mempunyai dua kakak yang pertama SMA kelas 3

Liliput (Part 1)

Oleh:
Kata siapa MOS harus dijadiin sesuatu yang scary? Biasa aja tuh! Asal bisa jaga sikap dan nggak sok di depan kakak kelas, kita bakalan aman. But, sayangnya kebanyakan orang

Sahabat Baru

Oleh:
Kenalin kita adalah 5 sekawan yang selalu bersama sama suka maupun duka, 5 sekawan itu terdiri dari: Dewi, Nana, Fuji, Rizky, Haki. Kita bersahabat dari waktu kecil sampai sampai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *