Rinduku Berakhir Duka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 June 2018

Tujuh belas tahun usiaku, bukan waktu yang singkat untuk dilalui. Apalagi dengan kehidupanku yang berantakan, broken home. Perceraian orangtuaku saat aku baru menginjak bangku smp begitu mempengaruhi mental dan kepribadianku. Aku yang sejak mengenal dunia telah terhimpit kondisi serba keras menjadi sosok yang temperamental. Tak heran jika orang melihatku selalu bergaul dengan lelaki sebayaku bahkan lebih tua dariku. Tawuran bukan kata yang ganjil bagiku, sebab terlalu sering kualami. Aku sendiri tak mengerti kenapa bisa begini. Yang terpikir olehku adalah semua lelaki sama saja dengan ayahku. Mungkin karena begitu bencinya aku pada sosok itu.

“Reyn.. Seminggu lagi lebaran, lo gak mudik?” tanya temanku. “Buat apa? Bapakku saja gak perduli,” sahutku. Mulutku memang selalu berkata begitu, tapi tidak hatiku. Ingin aku berteriak pada dunia, tiada yang lebih kuharapkan selain berpelukan bersama ayahku. Betapapun sakit hatiku karena ditelantarkan olehnya, aku masih merindukannya dan berharap kasihnya yang tak pernah kudapatkan.

Sehari sebelum lebaran, kuputuskan untuk pulang ke rumah menemui ayahku. Malam takbiran kuinjakkan kaki di rumah ayah yang tak pernah kudatangi lagi sejak enam tahun silam. Namun yang kutemui di sana bukan ayahku, melainkan seorang wanita yang umurnya hampir sama dengan ibuku.

“Mana bapak? Ibu ini siapa?” tanyaku menatap tajam wanita itu. Belum sempat pertanyaanku terjawab, ayah telah berdiri di belakangku. “Ini mama barumu.. Ngapain kamu ke sini?”. Bagai guntur yang meledak di telingaku saat mendengar itu. Pahit kurasakan. Aku hanya ingin menemui ayah, mungkin untuk terakhir kali. Tapi yang kudapat sungguh tak bisa kuterima. Ayah menelantarkanku hanya untuk wanita itu.

Tanpa mengucap sepatah katapun, aku berbalik pergi. “Apa artinya aku untukmu ayah?”. Ingin kuteriakkan itu di depannya, namun aku tak kuasa. Rindu yang kutanamkan sebagai penawar benci, kini sirna berganti kecewa.

Cerpen Karangan: Astryd Zeanitha
Blog / Facebook: Astryand Mgzean
Nama: Astryd zeanitha, ttl: bintuni, 06 juli 2002. pekerjaan: pelajar. hobby: membaca dan menulis.

Cerpen Rinduku Berakhir Duka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Titik Terang

Oleh:
“Panas sekali pagi ini.” kata Laura dengan letih sambil merapikan sekumpulan barang yang ia bawa. “Panas pagi baik untukmu Nduk, kata orang-orang ‘Baik untuk kulit’.” kata Nenek Laura yang

Entah Mengapa

Oleh:
Terakhir kali aku mendengar suaramu ibu kau bicara tentang dia yang sempurna. “Kau seharusnya bisa menjadi seperti dia!”. Ya kau membentakku seperti itu, kau menginginkan aku seperti dia. Anak

Menggapai Cita Cita

Oleh:
Kukuruyuukk!! kukuruyuuukk!! kukuruyuuukk!! Seperti biasa ayam jantannya Putra berkokok jam 4 pagi, tidak punya jam alarm, ayam jantan pun jadi, Putra bangun menurut kokokan ayamnya. “Huuaahh, hemmzz. Zzz, Zzz”

Juara Pertama Yang Berkesan

Oleh:
Pagi ini, adalah hari pengambilan raport di salah satu SD yang berada di desa Sriwangi. Para wali murid telah berdatangan memadati halaman sekolah, untuk mengambilkan raport anaknya. Tak hanya

Bayang Bayang

Oleh:
TIN-TIIINNN!!! Ckiiiittt BRUAGH!! Disinilah aku. Berdiri di samping sesosok gadis yang tergolek lemas di tengah jalan. Dengan darah segar yang terus mengalir dari kepala dan tulang-tulangnya yang patah. Setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *