Rumah Buku Assyahla

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 21 April 2013

Aku diam, duduk di kursi teras belakang. Hmm… Ademnya udara pagi ini. Sayangnya sih, Hari ini Abi nggak libur. Cuma Ummi libur praktek.
Namaku Shafa Shabila Maulida Assyarah, panggil saja Shafa. Kakakku, Aisyah Shabila Syahla Khairunisha, atau Aisyah. Kak Aisyah duduk di kelas 2 SMP, sementara aku kelas 5 SD. Kami tergolong keluarga yang kaya raya.
Abi adalah direktur di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta, kalau ummi adalah dokter mata di salah satu rumah sakit. Sementara kak Aisyah, dia sudah menjadi penulis, dia sudah menghasilkan 5 buah buku. Sementara aku masuk tim Majalah The Best, yaitu majalah sekolahku. Aku masuk tim reporter dan penulis artikel. Dulu sih, aku masuk tim fotografer bagian rubrik ‘Cinta Alam’. Tentunya, ada honornya. Satu artikel aku honornya 5 ribu rupiah, dan sekali wawancara digaji 10 ribu. Jadi kami punya uang saku sendiri.

Kami memiliki hobi yang sama sekeluarga, dari ummi, abi, aku, kakak yaitu membaca buku. Semua buku kami berempat di taruh di sebuah ruangan. Ada 5 rak buku besar disana. 1 rak punya abi, 1 rak punya ummi, 1 rak punyaku, dan 2 rak punya kak Aisyah. Kak aisyah memakai kacamata, mata kanan minus tiga, mata kiri minus 4. Aku juga pakai, aku mata kanan minus 5 dan mata kiri silindris 3,75.

Aku bangga, jadi di keluarga ini. Kakak yang baik, dan ummi abi yang bisa mengatur waktu kerja. Abi kerja dari jam 10 pagi sampai 4 sore. Kalau ummi sih, biasa pulang jam 6 sore karena praktek jam 8 pagi-10 pagi, serta jam 4-6 sore. Kalau soal buku, Ummi dan Abi memang mengabulkan semuanya. Asal sekali beli maksimal 7 buku. Aku ada ide, bikin taman bacaan, di depan rumah saja. Tapi baru lima rak. 1 rak saja paling isinya sekitar 40-50-an. Mana rak ke-lima isinya kalau dihitung baru 23 buku. Aku bilang ke UMmi deh.
“Boleh gak sekarang beli buku Mi? Ya Mi?” Rajukku, setelah menceritakan ideku.
Dan ummi setuju. Kami bersiap. Aku mengenakan rok panjang hitam dan baju putih. Kami menuju toko buku ‘Awww! Sungguh keberuntungan! Aaaa…
Ada Pameran Buku dan buku-buku itu di diskon semuanya. Semua buku di diskon 30%, kecuali buku seri Why? dan ensiklopedia yang didiskon 55%. Ummi mengijinkan kami beli masing-masing 10 buku. Itu diskon memang niat sekali ya! Buku KKPK ada yang dijual 7 ribu rupiah!

Aku membeli 4 buku KKPK, judulnya The Wonder Girl, Misteri Monster Rawa, Cyber Adventure, Two of Me. Lalu aku membeli 3 buku Why. Lalu aku membeli 3 komik Miiko.

Sepulang ABi, aku menceritakan usulku dan abi sangat setuju. Seminggu kemudian, abi memesan tukang. Kami akan memembuat perputakaan. Perpustakaan itu akan di buat di halaman depan rumahku. Bentuknya rumah bacaan yang dari kaca. Ada AC-nya juga. Seperti rumah kaca gituu…

2 bulan kemudian, bulan April…
Perpustakaanku sudah jadi. Ada pintu dan kuncinya, pasti. Kacanya juga yang tak mudah pecah. AC-nya sudah dipasang. Cukup besar karena ada 7 rak buku besar-besar, dan rak buku itu diletakkan disekelilingnya. Lantainya dilapisi karpet beludru warna biru, dan diletakkan juga beberapa bantal-bantal serta boneka-boneka untuk bersandar.
Sudah kami beri nama tentunya. Papannya di pintunya besar, bertuliskan: ‘RUMAH BUKU ASSYAHLA’. Assyahla adalah paduan dari naamaku dan kakak. Dari ASSyarah (namaku) dan SYAHLA (nama kakak). Tentunya buku-bukunya disampul semua. Setiap pinjam pasti ada bayarannya, heehehehe…

“Hey, Shafa, itu apa Shaf?” sapa Tira sahabatku, menunjuk perpustakaanku.
“Aku buat perpustakaan atau hm… Mungkin bisa disebut rumah baca, tapi kecil” kataku.
“HAA? Boleh pinjem gak? Pake kipas angina tau AC? Dari kaca! Keren banget! Nekat Shaf!” Tira mengoceh, mulutnya menganga.
“Boleh dong, tapi pake bayaran, hehehe! Hahaha! Serius! Heheh… Pake AC” kataku.
“AKU MAU PANGGIL ADIVA, SYARAH, SAMA KIARA DULU YA SHAF, MAU NGASIH TAU! APALAGI SYARAH KAN KUTU BUKU!” serunya kencang, melesat dengan sepedanya.

15 menit kemudian, Adiva, Syarah, Kiara, Salsa, Dinda, Mira, dan dia sendiri sudah ada di rumahku. “Mana Shaf? Mana SHaf? Mana Shaf?” mereka bertanya-tanya. Aku menarik mereka ke perpustakaan itu, mereka menganga, mata mereka melotot.
“Aaa! Shafa, bagus banget!” seru Kiara dan mereka.
Ternyata ada 4 teman kak Aisyah juga, Kak Sher, kak Shasa, kak Dea dan kak Della. Mereka tak tanggung tanggung, “Baca disini boleh kan Shaf?” seru mereka kompak banget, dua belas-dua belasnya!
“Boleh lah” ujarku singkat.
“Minjem boleh kan? Aku suka banget ensiklopedia tentang Pesawat ini! Bayar berapa sehari?” Tanya kak Sher yang dikenal dengan tomboy dan kutu bukunya. Dia kutu buku ensiklopedia tebal-tebal sih tapi!
“Tergantung kak, buku yang mana. Kalau ensiklopedia-ensiklopedia tebel-tebel itu sih, 1000… Hehehe” kataku.
Mereka tidur-tiduran sambil baca-baca. EH ternyata, kak Neyfa dan kak Nayla teman kakaak serta Diva, Dhea, dan Haya temanku datang. Mereka ikutan sibuk baca-baca buku. 1 jam berlalu, mereka belum berlalu. 1 setengah jam kemudian, mereka akan pulang.
“Aku mau pinjam ensiklopedia tentang Mobil dan Transportasi ini ya! 2000 nih, aku pinjem dua. Buat sehari tapi, buat aku dan kakakku” kata kak Sher, menyodorkan dua ribu rupiah. “Ok. Kalo sehari besok pagi atau ntar sore balikin ya” ujarku.
“Aku pinjem buku KKPK Little Cuties sama Bentang Belia yang judulnya Ruangan Misterius! untuk 2 hari! Berapa?” ujar Kiara. “Jadi 1000” kataku.
“Aku pinjem buku KKPK dua, sama Komik Miiko seri 24 satu, sama Komik Hanalala satu, untuk 2 hari aja semuanya. Beraapa?” kata Syarah. “Jadi 2000, balikin ya ntar” kataku.
“Aku yang KKPK Perang Cokelat ini sama kumpulan Puisi ini, 1000 nih” kata Adiva.
“Aku KKPK Dunia Caca; Ibuku Chayank, Muah!; Zula’s Story ya! Jadi 1500 kan? Nih. Buat sehari doang kok” kata Dhea.
“Aku mau ensiklopedia ‘Semua Tentang Platypus ini ya! Untuk dua hari ya? Tebel banget. Jadi 2000, nih” kata Diva.
“Kak Fauzia minta minjem buku ‘Fisika, Biologi, dan Sejarah Untuk SMU’ ini ya. Katanya buat 7 hari, soalnya dia udah tau bukunya tebal. Terus kak Tasya minta dipinjemin komik Hanalala vol. 2 ini, taunya ada. Kak Nadya juga minta dipinjemin buku ‘Cara TErbaik dalam Perawatan Kucing’ ini ya! Jadi berapa?” Kata Haya panjang.
“Hm, Buku pertamanya 7 hari ya? Kudiskon deh, abis, satu minggu. Jadi… 4.700 rupiah” Aku menyerahkan kembaliannya.
“Eh, aku komik Love is Everything ini ya. Sama Icha adekku minta dipinjemin buku cerita balita seri ini dua. Jadi berapa?” kata kak Dea. “JAdi 1000, kak” kataku.
Dan yang lain juga minta pinjam.

Hmmm… Senangnya! Dapat uangnya sudah lumayan nih! Besoknya, 8 temanku dan 9 teman kak Aisyah pada datang! Uuuh… laku nih! Alhamdulillah!

Sebulan sudah…
Sudah terkumpul beberapa ratus ribu dari hasil uang sewaan buku nih! Laku banget! Yes! Alhamdulillah!

Cerpen Karangan: Maghfira Aisya Prasetio
Halo, aku biasa dipanggil Fira. Umurku 7 tahun. aku adiknya Namira Assyif Prasetio, penulis di sini juga. Makasih sudah baca cerpenku ya teman teman..

Cerpen Rumah Buku Assyahla merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mendekap Patahan Rindu

Oleh:
Hari ini tepat 24 (dua puluh empat) tahunku hidup tanpa jatuh cinta kecuali pada ibu. Bukan karena aku wanita solehah yang menentang berpacaran sebelum ijab qobul, bukan juga karena

Ibu

Oleh:
Nama saya Juki dan umur saya 24, saya adalah anak pertama dari golongan keluarga yang biasa-biasa saja akan tetapi saya mempunyai kakek yang begitu kaya raya. Kakek saya mempunyai

Maaf Bun

Oleh:
“Adit jangan main dekat sungai nak bahaya” jelas bu azizah pada anak semata wayangnya “adit akan berhati-hati kok bunda” sahut adit pada bundanya “tapi nakk..” ucapan bu azizah dipotong

Tujuan Hidup Seorang Gadis Kecil

Oleh:
Seorang gadis kecil tinggal di suatu kota di Negara Indonesia. Dia mempunyai satu orang kakak perempuan dan kedua orang tua. Sekarang, gadis kecil itu menginjak kelas XII di SMA

Nyanyian Cinta

Oleh:
Kembali berkisah…. Tentang sebuah cinta… Udara panas di siang hari menambah buliran-buliran keringat di keningnya. Jilbab biru yang dikenakannya terus berkibar tertiup angin sedari tadi. Wajahnya terlihat lelah. Namun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Rumah Buku Assyahla”

  1. syifa says:

    Thanks udah publish cerpen adekku. Haha, berantakan ya cerpennya dan ga nyambungg 😀
    Tapi dia seneng bgt lho ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *