Salah Paham

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 May 2018

Awal masuk SMA merupakan sesuatu yang membuat perasaan sedikit canggung. Hati rasanya dag dig dug banget. Dan ragu untuk berkata “Aku anak SMA!”. Mungkin seperti itulah yang dirasakan Reva. Gadis berjilbab, yang seru dan menyenangkan. Orangnya sedikit keras kepala. Tapi sifat lucunya tuh pake banget. Revania Rhasyi. Cewek tomboy, agak bawel. Itulah pendapat teman-temanya tentang Reva.

Ia ragu, dan sedikit menyesal bisa masuk ke SMA Kusuma Darma. SMA paling favorit. Alasannya kakak Reva yang bernama Alvino Jidgar, juga bersekolah di sana. Kak Alvin terkenal ganteng dan juga pinter. Apalagi kak Alvin adalah kapten futsal SMA Kusuma Darma.

Dulu Reva satu SMP sama kak Alvin. Reva selalu dikejar-kejar cewek-cewek kakak kelas. Alasannya mereka mau nitip hadiah buat kak Alvin. Dan nanya-nanya atau sekedar pengen tau tentang kak Alvin. Bukannya sombong, ataupun pelit. Reva hanya merasa risih. Bila setiap hari selalu jadi langganan kakak kelas. Maka dari itu, Reva tidak mau kejadian di SMP terulang kembali saat ia di SMA. Reva menyuruh kak Alvin pura-pura tidak mengenalnya saat di SMA. Dan menjaga rahasia dari seluruh anak SMA Kusuma Darma bahwa Reva adalah adik kak Alvin.

“Kenapa harus pura-pura nggak kenal? Lo nggak mau jadi adik gue!”
“Bukannya gitu kak, lo tau kan… kalo lo itu ganteng, pinter, keren, cool. Gue nggak mau cewek-cewek kakak kelas ngerubungin gue terus, hanya cuma pengen tau tentang lo!”
“Oo., jadi gitu!”
“Plisss kak, Reva mohon!” pinta Reva.
“Emmm… oke deh! Gue akan pura-pura nggak kenal lo!”
“Makasih kak!” Reva langsung memeluk kak Alvin.
“Ih, nggak usah pakek meluk segala kali!”
“Hu… dipeluk adiknya sendiri masa’ nggak mau”
“Iya, adik gue, yang paling… gue cinta!”

Hari ini entah kenapa, kak Alvin mukanya murung dan terlihat sedih.
“Kak, mukanya kok ditekuk gitu. Kenapa?” tanya Reva.
“Nggak papa, cuma ada masalah kecil aja”
“Masalah cinta ya kak?”
“Udah… ayo berangkat!!!”
“Berangkat? Kita berangkat bareng kak?”
“Iya! Ini udah setengah tujuh, lo pengen telat?”
“Gue kan bisa naik motor sendiri kak!”
“Lo itu kalo naik motor, lelet banget. Jadi bareng gue aja!”
Terpaksa Reva mengiyakan perintah kakaknya. Meskipun ia takut kalo semua nanti tau bahwa ia adiknya kak Alvin.

Sesampainya di parkiran. Reva langsung turun dengan cepat.
“Kak, gue duluan ya! Bye!” ucap Reva tergesa.
“He, em” jawab cuek kak Alvin.

Tiba-tiba datang cewek seumuran kak Alvin.
Parasnya cantik. Kulitnya putih, dan posturnya pas.
“Lo itu jahat Vin! Lo nggak bisa jaga perasaan gue! Tega banget sih lo!” katanya kecewa.
“Lo itu kenapa sih Nik, dateng tiba-tiba… marah-marah lagi. Nuduh gue nggak jelas gitu!”
“Lo tuh nyadar diri donk Vin, gue ini pacar lo. Dan tega-teganya lo jalan sama cewek lain!” ucap pacar Alvin, yang bernama Niken.
“Jalan sama cewek lain? Kapan?”
“Masih bohong aja lo Vin. Gue kecewa banget sama lo! Gue tuh cinta sama lo”
“Gue juga cinta sama lo Nik, tapi kenapa sih lo nuduh gue nggak jelas gini!”
“Udahlah Vin, gue udah muak ngomong sama lo!” ucap Niken lalu meninggalkan Alvin.
“Hah…!!! Kenapa sih masalah gue kayak gini banget?” kesal Alvin.

Waktu istirahat Reva lupa tidak membawa uang ataupun bekal. Karena tadi pagi terburu-buru karena kesiangan.
“Aduh, laper banget nih… udah uang nggak bawa. Makanan sedikit pun nggak bawa!” kata Reva.
“Nih ambil!”
Sebungkus roti disodorkan ke Reva.
“Kak Alvin! Tau aja kalo gue lagi laper! Thanks!”
Reva langsung mengambil rotinya.
“Untung gue masih peduli sama lo!”
“He… he… he…”
“Ketawa lagi! Ya udah gue balik dulu ya!!!”
“Oke… kak!”
Tanpa sepengetahuan Reva dan Alvin, Niken sedang memperhatikan mereka.
“Alvin lo tega! Segitu cepatnya lo ngelupain gue!” batin Niken.

Bel pulang telah berbunyi. Reva menunggu kak Alvin di lapangan luar futsal.
“Kak Alvin lama banget sih. Kebiasaan ngebuat orang nunggu lama!”
“Heh, lo!”
Reva menoleh ke arah suara itu.
“Iya, kenapa ya kak?”
“Lo itu cewek nggak tau malu. Gue ini Niken, pacarnya Alvin. Kurang ajar banget ya lo.
Deketin cowok gue. Punya akal nggak sih lo!” bentak Niken.
“Maksudnya apa ya?”
“Belaga’ bego lagi. Emang nggak tau diri lo!” tambah Dea, teman Niken.
“Pantesnya nih anak, dikasih pelajaran!” kata Gina, yang juga teman Niken.
“Iya, biar gue yang ngasih pelajaran!” ucap Niken.
Seketika tangan Niken melayang dan mendarat di pipi Reva. Lalu Reva didorong hingga terjatuh.
“Rasain lo” ucap Dea dan Gina.
Melihatnya, teman-teman Alvin yang ingin latihan futsal menghampiri.
“Ada apaan sih nih?” tanya Haydar.
“Ini loh, nih bocah baru… main ngerebut Alvin dari Niken.” jawab Dea.
Reva berusaha berdiri. Meski sikunya terlihat berdarah, parah.
“Kak, gue itu nggak ngerebut kak Alvin dari kakak!”
“Halah… nggak usah sok-sok’an lo!”

Datang Alvin.
“Reva! Lo kenapa? Siku lo?”
“Nggak papa kok kak, ini cuma luka biasa”
“Luka biasa gimana, orang lukanya parah gitu!”
“Eh, Alvin… lo nggak liat di sini ada pacar lo!” jengkel Dea.
“Apa emang lo diem-diem pacaran sama ni bocah, di belakang Niken!” tuduh Gina.
“Lo pacaran ama ni bocah Vin?” tanya Haydar.
“Ada apa sih ni?” Alvin kebingungan.
“Gini kak, kakak Niken nuduh aku ngerebut kak Alvin dari kak Niken!” jelas Reva.
“Heh, kalian semua! Asal kalian tau, dia ini Reva. Adek gue. Adek kandung gue. Jadi apa masalahnya… kalo dia jalan bareng sama gue, berangkat ataupun pulang bareng sama gue.”
Semua terkaget.

“Jadi dia… adek lo Vin?” kaget Niken.
“Iya, dia adek gue. Dan lo nggak bisa ngelarang gue jalan, berangkat, pulang bareng sama adek gue. Dan lo nggak boleh sekalipun nyakitin bahkan buat adek gue terluka kayak gini. Ngerti lo!”
“Vin, maafin gue. Gue udah salah paham sama lo!”
“Nggak usah maaf-maafan, mulai saat ini hubungan kita udah selesai!”
“Tapi Vin?”
“Lo itu terlalu posesif Nik, lo selalu ngatur-ngatur gue. Mendingan kita selesain dari sekarang!”
Alvin pergi menggandeng Reva.
“Alvin!!!”

Sampai di rumah…
“Maaf, ya kak… gara-gara gue, kakak putus sama pacar kakak!”
“Enggak kok, kakak juga udah kesel sama pacar kakak. Dia orangnya posesif banget sih. Dan suka ngatur-ngatur”
Reva masih terlihat tertunduk.
“Udahlah Rev, lupain aja… ini bukan salah lo! Mungkin dia bukan jodoh kakak!”
“Iya, kak!”
“Senyum donk!”
Reva tersenyum ke kak Alvin.
“Nah, gitu!”

Cerpen Karangan: Binti Lestari
Facebook: Lestari Jiyong

Cerpen Salah Paham merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Cinta Datang Menghampiriku

Oleh:
Dear diary, Subhanallah, ciptaanMu membuatku terpana. Akhlaknya sungguh mulia. Tak ada sedikit pun yang kurang pada dirinya. Makhluk yang engkau ciptakan tak ada yang sempurna. Tapi, dia begitu sempurna

Dari Malas Menjadi Pintar

Oleh:
“Reenn, main yuk..?” Teriak Sandy. Rendinya lagi belajar, sahut ibu rendi lirih dari dalam rumah. Rendi adalah orang yang rajin belajar, ia selalu mendapatkan nilai yang bagus dan peringkat

Rani Dan Tugas

Oleh:
“Ran cepat habiskan makananmu dan langsung bantu Ibu cuci piring,” kata ibu sambil mengangkat satu per satu piring. “Iya bu.” jawab Rani. Dalam keluarga Pak Bruder ada tiga orang

Senandung Rindu

Oleh:
Ingin kupetik bintang yang bertabur di langit malam, lalu kugenggam erat. Kudekap, kusimpan di sudut jemari agar suatu saat bila aku kembali, kupersembahkan untukmu bunda. Lihatlah cahaya yang ditumpahkan

Pahlawan Wanita Sejatiku

Oleh:
Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *