Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kesempatan Kedua

Pagi hari buta aku telah sampai di sekolah, tak tau ada apa dengan diri ku ini, tidak biasanya aku berangkat sepagi ini. Sesampainya aku di kelas ternyata hanya aku sendiri disana. Aku langsung menduduki tempat dudukku yang...

Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)

Huh. Lagi-lagi masalah ini yang di bahas. Tahu tidak apa yang membuatku semakin kesal? Vater menyuruhku untuk membaca buku semacam Self Help yang dipopulerkan oleh M. Scott Peck. Well, lelaki yang lahir di sebuah kota yang...

Takdir di Dalam Takbir

Don’t ever want to be a demon Which follows you around. Don’t ever want to be some evil thing Leading you astray, For you to know me, and so love me well, There’s something you must know And that’s...

Salam Rinduku Untuk Ibu

Malam ini tidak ada yang berbeda. Sunyi sepi. Awan mendung tanpa bulan dan bintang menambah kesepian hati ini. Sejak kecil aku memang hidup dalam kesepian tanpa kedua orangtuaku. Orangtuaku pergi ke perantauan untuk memenuhi...

Berteman, Lebih Menyenangkan Bukan?

Kriing.. Kriing.. Kriing, jam istirahat berbunyi, semua anak berhamburan keluar kelas. Sebagian menuju kantin, sebagian lagi bermain. Anita, Amira, dan Rara pergi menuju kantin yang berbeda. Setelah membeli jajan, mereka...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Sang Anak Yang Durhaka

  1. Jade Elisa Putri 6 September, 2013 at 2:46 pm | | Reply

    sudah sering aku baca cerita seperti ini,maaf nyinggung kak/dik!!! tapi tetap bagus kok! teruslah berkarya!!!

Leave a Reply