Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kicauan Burung Beo

“Ma kelihatannya hari ini Eliz tidak bisa masuk sekolah” kata Eliz “Lho kenapa?” tanya Mrs. Nisha, ibu Eliz “Tubuh Eliz susah untuk digerakan dan kepala Eliz pusing” Jelas Eliz “Ya...

Pengorbananmu

Bbbrraaakk!!! Ku banting pintu kamarku sambil menangis. Harapanku ingin melanjutkan sekolah ke perguruan negeri pupus sudah, ketika orang tuaku melarangnya. Bukan karena aku kurang mandiri, tapi masalah ekonomi yang membelit...

Tilam

Padma, demikianlah wanita paruh baya itu mencoba mengenalkannya pada semesta sejak tangisan pertamanya bergaung di sudut-sudut rumah kayu yang tak lagi mampu bertanding dengan waktu itu. Hari ini, di antara kelopak-kelopak...

Maafkan Aku Vino

“Kenapa sih lo itu gak pernah bisa jauhin gue? Sehari aja, lo gak deketin gue!”, teriak Alya “Gimana gue bisa jauhin lo Al, dari kecil kita emang dijodohin. Jadi gue minta lo terima kenyataan ini”, balas Vino “Iya...

Siapa Aku?

Rasa sakit di dada tak mampu di tahan lagi, Aku terlalu kecewa dan sakit menerima kenyataan yang sedang ku hadapi kini, ketika ibu selalu tidak memperlakukan aku adil dengan kakak kakakku lainnya dan bapak yang selalu memanjakanku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Sang Anak Yang Durhaka

  1. Jade Elisa Putri 6 September, 2013 at 2:46 pm | | Reply

    sudah sering aku baca cerita seperti ini,maaf nyinggung kak/dik!!! tapi tetap bagus kok! teruslah berkarya!!!

Leave a Reply