Sang Kakek Buyutku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Aku mempunyai seorang kakek buyut bernama Eni djuaeni. Ia dilahirkan di sebuah desa bernama desa pasawahan dan dilahirkan dari seorang ibu bernama Oma dan ayahnya bernama Etje. Sewaktu kecil ia bercita cita ingin menjadi seorang pejuang, yang kebetulan waktu itu keadaan sangat genting. Beranjak remaja ia mulai mengenal dengan namanya perjuangan.

Tak banyak kata yang mampu diungkapkan keinginannya karena pada saat itu penjajah belanda yang meraja lela menumpaskan segala keinginan semua penduduk satu kampung kakek buyutku. Dengan secara tidak sengaja kakek buyutku sering ikut bergerilya dengan para pejuang. Saking susahnya pada waktu itu untuk makan saja sangatlah sulit, apalagi untuk bersekolah.

Ketika usia bersekolah kakek buyutku masuk sekolah yang bernama sekolah rakyat. Begitu susahnya untuk pergi sekolah hingga harus setiap hari menghindar dari pasukan belanda. Namun cita cita sekolahnya pun tercapai juga, hingga kakek buyutku bisa menyelesaikan sekolah rakyatnya walaupun penuh perjuangan perih dan pedih.

Tahun berganti tahun bulan berganti bulan, kakek buyutku menginjak usia dewasa dan ia pun semakin gencar ikut berjuang melawan penjajah, dengan tidak ada rasa takut menghadapi belanda. Ia rela mengorbankan nyawanya demi mengusir penjajag dari bumi nusantara terutama desanya “Pasawahan”.

Suatu saat, penjajah belanda mencium banyaknya para pejuang di desa pasawahan, karena takut oleh para pejuang akhirnya penjajah belanda mengobrak ngabrik desa pasawahan dengan cara membakar seluruh kampung pasawahan. Namun, beruntunglah kakek buyutku bisa melarikan diri. Berhari hari ia bersembunyi dari hutan ke hutan tanpa makanan sedikit pun dengan sebelah kaki yang terluka karena tertembak oleh penjajah belanda. Dengan ringkik kakek buyutku menapaki kampung demi kampung tanpa menemukan makanan sedikit pun, bahkan hanya untuk minum saja hanya mengandalkan air sungai.

Suatu hari tibalah kakek buyutku di sebuah desa bernama desa Cijurey. Namun, sesampainya di desa cijurey pun masih dikejar oleh penjajah belanda hingga terpaksa ia bersama temannya bersembunyi di sebuah gorong gorong jembatan cijurey selama 3 hari tanpa makanan sedikit pun.

Dari kejauhan terdengar suara tembakan bersahutan yang mengakhiri hidup teman teman kakek buyutku yang kebetulan tertangkap, pada saat itulah penjajah belanda memukul mundur pasukan kakek buyutku.
Setelah merasa bahwa para pejuang sudah tumpur dan habis di desa cijurey dan pasawahan yang kebetulan pada saat itu penjajah belanda mendapat berita pengalihan kekuasaan terhadap pemerintah jepang.

Suatu hari kakek buyutku berkunjung ke sebuah desa bernama kampung baros untuk mengunjungi sanak saudara setelah sekian lama tidak bertemu. Di sanalah kakek buyutku bertemu dengan seorang gadis desa bernama idoh, tanpa banyak kata beberapa waktu kedepan datang berkunjung bermaksud untuk melamar gadis pujaannya. Namun pada saat itu, gadis pujaanya sudah mempunyai tambatan hati yang lain.
Dengan tidak menyerah kakek buyutku berusaha meyakinkan kepada kedua orangtua nenek buyutku dengan perjuangan yang gigih akhirnya nenek buyutku menerima pinangannya dan akhirnya mereka menikah.

Dari hasil pernikahannya itu mereka dikaruniai 8 anak terdiri dari 4 laki dan 4 perempuan yaitu:
1. Sulaeman
2. Atikah (nenekku sekarang)
3. Aisyah
4. Gandi
5. Rukmini
6. Komariah
7. Didin
8. Mulyana

Tahun tahun berlalu keluarga kakek buyutku hidup dalam kesederhanaan, ketentraman, dan kekeluargaan dengan tidak terasa anak anaknya pun menikah satu per satu dan mereka pun satu demi satu meninggalkan kakek buyutku untuk hidup bersama keluarganya masing masing di kota kota besar.

1 februari 2014 kakek buyutku mulai terserang sakit yang membuat kakinya sakit dan tak bisa dipakai berjalan. Hari harinya dihabiskan di dalam rumah tanpa bisa bepergian kemana mana bahkan untuk berjemur di pagi hari saja hanya duduk di kursi roda.

1 tahun berlalu penyakit kakek buyutku semakin sulit di sembuhkan berbagai macam obat sudah dicoba, bahkan hampir dokter terbaik pun yang ada di sukabumi sudah didatanginya. Namun tak kunjung sembuh. Hingga pada akhirnya pada tanggal 19 januari kakek buyutku dilarikan ke rs. Syamsudin. Sh untuk ditindak lanjuti penyakitnya. Namun setelah 15 hari di rumah sakit malah semakin memburuk keadaannya. Hingga pada akhirnya kakek buyutku dibawa paksa pulang ke rumah karena keinginannya.
Berhari hari ia meminta untuk pulang bahkan ia berkata “kakek ingin pulang ke rumah dan ingin meninggal di sana dengan dikelilingi anak, cucu, cicit semuanya”.
Sesampainya di rumah kesehatannya pun semakin memburuk. Tepat pada waktu adzan isya berkumandang kakek buyutku menghembuskan nafas terakhirnya menuju sang maha pencipta.

Cerpen Karangan: Silvi Aghnia Choirunnisa
Facebook: Silvi Aghnia
Nama: Silvi Aghnia Choirunnisa
Alamat: Kp. manonjaya Rt. 08 Rw. 03
Sekolah: SDN 1 Cujurey
Umur: 12 Tahun

Cerpen Sang Kakek Buyutku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Matahari di Timur

Oleh:
Matahari baru muncul di timur, tetapi Ana telah berjalan bersama ibunya ke sekolah sambil ngobrol. Tak terasa telah sampai di gerbang sekolah dan terlihat Pak Ngadiman yang lagi membetulkan

Hadiah Buat Ibu

Oleh:
Tatapan matanya begitu menenangkan hati. Ucapannya seperti sebuah tuntunan bagiku. Senyumannya adalah semangat dan motivasi untukku. Ingin sekali rasanya agar aku bisa setiap saat mengukir senyum di wajah cantiknya.

Berkelahi Dengan Naluri

Oleh:
Saat harap tidak sesuai dengan rencana yang dinginkan, menata hidup dengan rapi tapi kenyataan selalu berkata lain, ditambah lagi dua paham yang menghantui seakan memberi jalan dengan pandang yang

Perjuangan Kehidupan

Oleh:
Kini hidup ku yang tentunya serba bingung. yang ketika aku ada pengumuman Kelulusan SMP memasuki SMA, yang aku ingin kan berencana untuk memilih SMAN, tetapi sayang dengan hasil nilai

Kerinduan Terindah

Oleh:
Misool, Agustus 2006 Suara deburan ombak memecah kesunyian malam ini. suara patroli para tentara itu, bersahut-sahutan di radio. Adri malam ini ditugaskan hanya untuk menjaga pos, tidak sampai berpatroli

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *