Sayangi Aku Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 May 2017

TENG… TENG… suara bel berbunyi cukup keras hingga sampai di telinga murid murid SMP Negeri 03 DOKO. Siang itu fara tidak langsung pulang ke rumah namun ia pergi ke rumah lia karena lia meminta fara untuk membantu tugasnya itu.
“Sudah sore nih.. Lagian tugasnya udah selesai Aku harus pulang. Aku takut dimarahi ibu tiriku” Kata fara sembari mengemasi buku bukunya.
“Iya far, Hati hati ya” sahut lia.

Setelah sampai di rumah fara disambut oleh tatapan sinis dari ibu tirinya itu. Namun fara sudah terbiasa dengan ocehan ocehan yang dilontarkan ibu tirinya.
Penderitaan penderitaan seperti ini akan berakhir apabila papa fara pulang dari luar negeri. Memang dari kecil fara tidak mengetahui ibu kandungnya entah masih hidup atau sudah mati. Papa fara menikah sejak ia duduk di bangku kelas 2 SD. Seringkali terlintas di benak fara untuk menanyakan keberadaan ibunya namun fara ragu menanyakannya. Hanya foto kusam yang bisa mengobati rasa sedih yang dideritanya, Foto dimana Fara memakai gaun ulang tahun dan meniup lilin berangka satu itu bersama kedua orangtuanya.. Cukup indah bila dikenang, Keluarga kecil yang bahagia seakan akan tidak akan terjadi masalah yang tidak terduga.

Jam menunjukkan pukul 06.00 fara bergegas menuju kamar mandi dan 10 menit kemudian fara keluar kamar sudah rapi dengan baju biru putihnya lengkap dengan atribut dan rambut panjang yang dibiarkan tergerai hanya bandana berwarna coklat berhiaskan pita kecil, Sungguh cantik.

Sesampai di sekolah ternyata sudah ramai, ia langsung menuju kelas IX B. Seperti biasa liona, Hellen dan teman teman lainnya bergerombol di bangku lia untuk menyalin kerjaannya.

Pelajaran pun berlalu mereka ke kantin dan seperti biasa memesan bakso dan es teh.
“Fara, kenapa baksonya hanya diaduk aduk saja?” sentak Lia dan langsung membuyarkan tatapan fara.
“Aku merasa tertekan berada di rumah jika tidak ada papa, apalagi di rumah hanya ada ibu dan adik tiriku yang menyebalkan, aku sering kali disuruh suruh seperti pembantu aku merasa menjadi orang lain di rumah itu”. Jawab fara dengan tatapan yang kosong

Sore itu fara ke gudang ingin mencari sesuatu barang. Fara membuka lemari yang penuh dengan debu, fara menemukan surat kecil yang tulisannya hampir tidak bisa dibaca, Diambillah surat itu dan dibersihkan, surat itu bertuliskan
“FARA anakku, cepat tumbuh besar ya nak! Jangan lupakan ibu, Doa ibu akan selalu mengiringi pertumbuhanmu jadilah anak yang pintar baik dan berguna bagi siapapun, suatu saat engkau akan mengerti cerita dari semua ini… Maafkan ibumu yang telah tega meninggalkan anaknya”
Butiran butiran air kecil mengalir deras di pipi fara.
“Aku harus memberanikan diri untuk bertanya kepada papa tentang siapa sebenarnya ibuku” Batin fara sambil mengusap pipinya.

Fara bertanya kepada ayahnya dan ayahnya menceritakan semua tentang permasalahan yang membuat ibunya cerai.. Ternyata ibu fara pulang ke kampung halamanya.

Minggu pagi fara berniat untuk pergi mencari ibu kandungnya namun tuhan berkehendak lain saat Fara mau menyeberang jalan ada sebuah truk yang mengangkut kayu dan terlindaslah tubuh mungil fara. Darah bercucuran di mana mana jeritan orang sekitar yang melihat kejadian itu membuat ramai. Masyarakat setempat langsung memanggilkan ambulan namun sayang, Nyawa fara tidak bisa tertolang karena luka yang cukup serius di bagian kepala.

Selesai

Cerpen Karangan: Anggraeni Ayu Saputri
Facebook: Anggraeni Ayhu S
Hy gays! Kenalin aku Anggraeny ayu saputri biasa dipanggil anggra, aku tinggal di Desa sumberurip kec. Doko Kab. Blitar, aku adalah murid kls IXB MPN 03 DOKO. membaca adalah hobiku. Motto dalam hidupku adalah “Jika kita mau kita Pasti bisa”.

Cerpen Sayangi Aku Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lupus Membawamu Pergi

Oleh:
Sore itu teman-teman kuliah ku menjenguk Alvin yang sedang di rawat di rumah sakit. Sudah satu minggu Alvin dirawat, sayang aku tidak bisa ikut karena sudah berada di rumah.

Ini Bukan Salahku!

Oleh:
Pagi-pagi sekali, Asma dibangunkan untuk sahur. Asma yang baru berumur 6 tahun itu memang sudah pintar berpuasa. kakaknya, Luna juga sering mengganggu adiknya itu. “Asma, ayo bangun. kamu mau

Dibalik Kabut

Oleh:
Sudah tiga hari Ari tinggal di kampung halamannya sejak kepergiannya ke kota tempat ia menekuni ilmu. Baru kali ini Ari pernah pulang ke tempat kelahirannya setelah setahun ia berada

Keiko, Hujan dan Kemenangan

Oleh:
Ini adalah kali pertamanya. Ramadan memeluk dengan kubangan selimut duka. Keiko menggigit bibirnya rapat biar tak terlihat diri seperti menyimpan duka. Ia pun berlari menerobos ribuan buliran. Berputar-putar di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sayangi Aku Ibu”

  1. Dinbel says:

    Wooowwww, menarik banget ceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *