Sebait Lagu Untuk Rindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 21 September 2016

Rindu dan Syahdu adalah saudara kembar yang saling melengkapi. Keduanya tak lepas dari cinta kasih Ayah Bundanya.
Namun, suatu ketika Rindu mengalami demam hebat. Karena panasnya yang tak kunjung menurun Ayah dan Bundanya pun khawatir. Begitu jugadengan saudara kembarnya, Syahdu. Kemudian Rindu akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

“Bagaimana dengan anak saya dokter?” Tanya Ayah Rindu. “Rindu di diagnosa terkena demam berdarah. Alangkah baiknya jika Rindu dirawat secara intensif.” Jelas dokter.
“Baiklah, Saya setuju. Terima kasih dok.”
Ayah Rindu pun melangkah ke luar dari ruangan dokter.

“Bagaimana Yah? Apa yang dikatakan Dokter?” Tanya Ibu Rindu dan Syahdu panik. “Rindu terkena demam berdarah, dan dokter menganjurkan untuk opname.” Jelas Ayah dari dua anak kembar itu. “Oh syukurlah.” Bunda pun akhirnya dapat bernafas lega. Disusul dengan ucapan syukur yang keluar dari mulut mungil Syahdu.
“Aku akan mengurus administrasi.” Kata Ayah Rindu dan Syahdu, seraya melangkah pergi meninggalkan Bunda dan Syahdu.

Dalam ruangan 4×5 itu Rindu dirawat.
Dengan jarum infus tertancap di pergelangan tangan kanannya. Keadaan yang memilukan, bagaimana tidak?. Syahdu kehilangan sosok yang selalu ceria dan gemar bercanda kini terbaring lemah tak berdaya.
“Syahdu.” Ucap lemah Rindu. Syahdu pun terbangun dari tidurnya. “Ya? Ada apa?”. “Dimana aku? Dan dimana Ayah Bunda?” Tanya Rindu. “Kau di rumah sakit, kau terkena demam berdarah. Ayah dan Bunda pulang, mengambil beberaapa perlengkapanmu. Jangan banyak bergerak, istirahatlah.” Jelas Syahdu. Kemudian Rindu pun memejamkan matanya. Kembali tidur. Tak lama kemudian, Ayah dan Bundanya datang membawa satu koper yang tak lain berisi perlengkapan Rindu.

Hari demi hari keadaan Rindu membaik setelah 5 hari dokter mengizinkan Rindu untuk pulang. Alangkah senangnya Syahdu mengetahui kabar itu. Secara diam-diam Syahdu menuliskan beberapa larik bait berisi irik indah sebuah lagu.
Tiba-tiba “Syahdu!! Ayo bantuin Bunda beres-beres. Supaya cepat selesai.” Perintah Bundanya pada Syahdu. “Baik bund.” Jawab singkat Syahdu. Rindu pun juga ikut membantu Ibundanya.
Setelah semuanya beres. Ayah saudara kembar itu tancap gas dan membawa pulang istri dan dua anaknya dengan mobil keluarga.

Sesampainya di rumah Syahdu yang paling dahulu ke luar dari mobil dan lekas membuka pintu rumah, disusul kedua orangtuanya dan saudara kembarnya.
Tiba-tiba Syahdu berdiri di atas sofa di ruangan itu yang kemudian membuat keluarganya tak mengerti, terutama Rindu.

“Syahdu, turun nak. Tidak baik seperti itu. Jangan seperti anak keci, ingat kamu sudah besar.” Ucah ayahnya. Menyuruh putrinya segera turun. “Iya, cepat Syahdu. Itu juga tidak sopan.” Tambah bundanya.
Rindu hanya diam tak menggubris.
“Aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Rindu. Lagu yang sangat disukainya, sebentar saja.” Kata Syahdu. “Kalau mau menyanyi jangan di situ.” Ucap ayahnya.
“Biar ayah, biarkan saja Syagdu menyanyi untukku di atas sofa. Jangan buat Syahdu kecewa.” Bela Rindu. Ayah mereka hanya diam mengalah.
Tanpa pikir panjang, Syahdu segera menyanyikan lagu Jason Mraz dengan judul Song For A Friend, dinyanyikan dengan suara khas Syahdu nan merdu dan berlangsung khidmat.
Begitu indah melodi, hingga menelusup masuk menyentuh kalbu mereka bertiga. Terutama Rindu. Karena itu lagu yang dipersembahkan untuknya dari salah satu orang yang sangat disayanginya.
Setelah selesai membawakan lagu, mereka berempat saling berpelukan. Terharu dengan semuanya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Ruri Choeru Rizki
Facebook: Ruri Afifah Putri
Namaku Ruri Choeru Rizki. Aku memiliki hobby membaca dan mengarang, terutama fiksi.

Cerpen Sebait Lagu Untuk Rindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Yang Tak Pernah Usai

Oleh:
Semua ini merupakan perjalanan seorang gadis kecil yang beranjak dewasa ia bernama Andin. Dulu sewaktu dia masih duduk dibangku taman kanak kanak hidupnya amatlah senang, sepeti yang dirasakan anak

Serpihan Fantasy Hidup

Oleh:
“Maaf, dek hidupmu tinggal beberapa bulan lagi,” tersontak sisca terbangun dari tidur siangnya. Dengan bercucuran keringat yang keluar dari tubuh kecilnya, dia merasa ketakutan apakah hidupnya memang tidak akan

Akhirnya ibu Sadar

Oleh:
Kata orang, Ibu adalah malaikat dalam hidupnya. Tapi, aku tidak percaya. Karena, itu tidak terjadi denganku. “Zara!! Di mana kamu!? Dasar anak br*ngsek!!”, teriak Ibu. Aku hanya bisa terdiam

Jika Kembali Bersama

Oleh:
Entah kenapa bisa aku teringat ingat sesosok saudara yang mirip denganku. Namun aku tak ingat tak ingat seluk beluknya. Orangtuaku sudah berpisah, hanya aku yang tinggal bersama Ayah. Namaku

Kain Tenun Seribu Warna

Oleh:
Hembus angin bersemilir menyatu bersama derita yang dirundung Hanung sebagai perempuan yang sebentar lagi mungkin berpisah dengan suaminya. Kegundahan semakin menggelora di pelupuk matanya. Bukan karena nususnya terhadap suami,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *