Selamat Jalan Adikku Tercinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 7 February 2017

Malam yang begitu senang, senang dan senang, malam ini aku akan pergi ke rumah nenekku untuk bertemu saudarku Aulia aku pergi bersama kedua kakakku sementara adikku bersama kedua orangtuaku. Kita akan mulai topik tentang adikku, adikku adalah malaikat kecil yang sangat special bagiku, sejak dari kecil kita berdua selalu bersama takkan terpisahkan, aku bernama Fadiyah dan Adikku bernama Muhammad Raihan dia terkena leukimia sejak umur 3 tahun sampai sekarang.

Setelah Sampai…
Ternyata tidak ada aulia hanya ada mamanya saja, aku sangat kecewa akhirnya aku putuskan untuk tidur bersama adikku, adikku ini semenjak bulan maret sampai bulan september dia berubah 180 derajat terutama berat badan dia yang tadinya 20 kg naik sampai 48 kg, dia obesitas padahal baru umur 7 tahun, aku aja yang kelas 4 sd beratnya masih 30 kg.

Esoknya…
aku bangun pukul 5 aku segera mandi kuharap jam 8 atau 9 pagi my sisterku datang.

Jam 8
Sudah jam segini aulia juga belum datang, aku tetap bersabar. Kulihat adikku terbaring lemah tak berdaya mulutnya yang mungil membuatku tersenyum “adikku satu satunya tidak boleh sakit” Kalian tahu adikku tidak bisa melihat dan tidak bisa jalan sejak bulan agustus dan september. “Babang rehan kamu kuat. Kamu gak boleh nyerah, kamu harus bisa melewan penyakitmu itu” kataku berbisik dia hanya meneteskan air mata, aku menciumnya lalu aku pergi ke luar rumah sampai jam 9

Jam 9
aulia juga belum datang aku malas dengan dia lalu aku mengahabiskan waktu bersama babang rehan. Babang Rehan? kenapa dipanggilnya babang padahal dia adik? iya sejak kecil dia ingin sekali dipanggil babang tapi kalau dipanggil oleh kakek dan nenekku dengan sebutan “Entong” dia itu anak paliiing kesayangan

Jam 10
Aulia akhirnya datang, aku segera bermain dengan dia dengan senang hati. Aku tak memikirkan adikku.
“Good Night Aulia. aku tidur ya sampai besok” kataku

Esok harinya…
Aku melihat ke kamar tempat adikku tidur ternyata dia enggak ada, aku sempat bingung tapi ya sudahlah banyak yang bilang kalau adikku pergi ke rumah sakit RSUP FATMAWATI, itu rumah sakit tempat rehan dirawat.

Saat maghrib omku dapat telepon dari mamaku, aku menguping pembicaraan mereka, hatiku sangat sakit ketika mendengar bahwa adikku Koma, ya allah ujian apa ini? aku menangis tersedu-sedu.

Esok harinya
waktunya Aku dan Aulia Pulang tapi sepertinya kakaku ingin pergi ke rumah sakit. Aku juga ingin ikut tapi hmmm…. tidak bisa. Kakakku berangkat pukul 12 siang, saat itu hingga Jam 8 aulia sudah pulang, aku tak ada teman di rumah nenekku, aku hanya mengurung diri di kamar omku sambil menunggu kakakku, setelah kakakku pulang aku segera pulang ke rumahku “besok sekolah” gumamku, aku menyiapkan peralatan sekolahku, lalu aku tertidur sangat pulas.

Esok paginya aku menunggu waktu jam 12 karena aku masuknya jam 12, aku ditemani oleh Omku. Pas jam 10 omku menerima telepon kalau adikku sudah tidak ada, hatiku sangat hancur, adikku yang selama ini bersamaku dia sudah meninggalkanku dengan secepat ini, “huhuhu” aku menangis tak berenti berenti sampai air mataku habis

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah
Aku mohon doanya semoga alm. muhammad raihan diterima di sisi allah
MUHAMMAD RAIHAN
LAHIR: 09-01-2009
WAFAT: 06-09-2016

Cerpen Selamat Jalan Adikku Tercinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Caroline

Oleh:
“Aku menghindar bukan karena aku seorang yang penakut atau pecundang yang takut ketika aku melihat mukamu. Aku menghindar untuk menahan emosiku yang mengebu-gebu tiap aku mendengar kata-kata itu dari

Terima Kasih Ku

Oleh:
Aaaa mata Rio terbelalak saat melihat jam sudah pukul 06. 45. Ia langsung bergegas mandi dan pergi ke sekolah tanpa memberesekan tempat tidur dan sarapan. Karena jarak rumah dan

Surat Untuk Kakak

Oleh:
25 Januari, jam 00.00 Asa masih terjaga di depan meja belajar dengan sebuah pulpen di tangannya dan sebuah kertas di hadapannya. Asa sedang menulis surat untuk seseorang yang sangat

Kerinduanku

Oleh:
Dear, aku masih ingat saat awal kita bertemu. Saat itu adalah ujian pertama di sekolah dan aku melihatmu sepintas lalu, tak ada yang aneh ketika aku melihatmu, semua mengalir

Potret Jalanan

Oleh:
Setelah aku menyelesaikan Sekolah Menengah Atas atau yang lebih sering disebut SMA di kampungku, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar pulau. Namun karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *