Selamat Jalan Bun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 September 2014

Hai! Namaku Zharine Dyllana Aika. Panggilanku Ana. Suatu sore yang indah, sehabis pulang sekolah, aku mendengar ayah dan bunda sedang membicarakan sesuatu yang serius. Aku mengupingnya dari balik pintu walaupun aku tahu itu sesuatu yang tidak baik.
“Bian, bagaimana jika Ana dan Billy tahu jika aku begini?” kata bundaku sedikit berbisik kepada ayah.
“Tenang Nadine. mereka tidak bakal tahu saat ini. Tetapi nanti, ketika kamu pergi” kata ayah.
A..apa? pergi? bunda mau kemana? di dalam hati, aku bertanya-tanya.
“Jika aku sudah pergi nanti apakah kau mau menikah lagi Bian?” tanya bunda.
“Tidak” kata ayah.
Menikah lagi? Apakah ayah selingkuh sama tante Gabriel yang selalu datang kesini? aku masih penasaran. rasa ingin tahuku semakin meningkat. Karena itu langsung kutanyakan. Aku keluar dari balik pintu. “Ayah, bunda sakit apa?” tanyaku.
“Ana?” ayah tak percaya aku ada di sampingnya.
“Mmmmm… bunda sakit… Ana ayah tidak akan bertele-tele karena ayah tahu kamu anak pintar. Bunda mengidap penyakit kanker serviks stadium akhir. ayah harap kamu jangan sedih jika bunda pergi nanti.” jelas ayah. Dhuarrr… bagai tersambar petir aku menangis.

Hari ini bunda jatuh pingsan. Keadaan bunda sangat memprihatinkan. jarinya seperti ranting pohon, wajahnya pucat, dan rambutnya rontok. Ayah membawanya ke rumah sakit. aku ikut. Sedangakan Billy, adikku dititipkan ke Mbak jum tetangga sebelah. Sesampainya di sana bunda dimasukan ke ruang ICU.

Setelah 1 jam setengah kira-kira lamanya dokter datang. Pertanyaan bertubi-tubi melontar dari mulutku dan ayah. Sebelum dokter menjelaskan, tanteku, tante Hilwa datang. “Pak, istri anda selamat. tetapi… bukan saya mendahului yang maha pencipta, tetapi istri anda divonis akan meninggal kira-kira 1 bulan lagi. Tetapi, kita serahkan saja kepada yang maha pencipta.” jelas dokter itu.

Hari-hariku kini gelap gulita. temanku Vatin mencoba menghiburku. Pada hari minggu, aku, Bella dan Vatin pergi ke rumah sakit untuk menjenguk bunda. Sesampainya disana, aku masuk kamar bunda. Coba tebak apa yang terjadi? bunda… bunda! tubuh bunda berguncang hebat. Busa dari mulut yang tertutup selang oksigen penuh busa. Alat pendeteksi detak jantung bertanda garis. Saat itu juga bunda menghembuskan nafas terakhirnya. Aku tak tahu harus bilang apa. hanya menangis yang bisa kulakukan. selamat jalan Bun!

Untuk bunda Nadine Alifa. Selamat jalan bun…

Cerpen Karangan: Zharine Dyllana Aika
Facebook: Zharine D.A clnpnls

Cerpen Selamat Jalan Bun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Di Mata Ibu

Oleh:
Namaku pelangi, aku adalah anak tunggal dari kedua orangtuaku. Ayahku meninggal dua tahun yang lalu tepat di hari ulang tahunku yang kedelapan. Ibuku buta karena kecelakaan yang terjadi berpuluh

Selamat Ulang Tahun

Oleh:
Lantunan bunyi itu terdengar tidak begitu jelas di telingaku, didampingi suara alam yang sahut-menyahut memberikan nyanyian indahnya. Mataku pun mulai terbuka guna melihat suasana sekitar, terlihat di sampingku seseorang

Hujan Kala Senja

Oleh:
Ada segelintir cerita yang begitu perih menyedihkan, ada segores luka yang teramat dalam, ada setitik harapan yang begitu jauh dari kenyataan, sehingga menuntut Cares untuk terus menggerakkan kakinya selangkah

Diary Vienna

Oleh:
Vienna atau yang akrab disapa Vi adalah siswi kelas 5 sd yang hidupnya serba kekurangan. Ayah Vi bekerja sebagai tukang bangunan yang penghasilannya sebulannya hanya Rp. 100.000,- Ibu Vi

Kembar Empat (Four Twins)

Oleh:
Aku mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia, aku memiliki orangtua yang selalu mendampingiku dan kakak juga adik yang sayang padaku. Chevan Andri Fairuz adalah namaku, nama ayahku Robert Fairuz,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *