Semangkuk Bakmi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 4 April 2017

Namaku Karina. Aku adalah putri semata wayang dari keluarga berekonomi tinggi. Jelas, karena orangtuaku menyekolahkanku di sekolah swasta international di Jakarta. Namun orangtuaku sangat memanjakanku… Padahal aku sudah besar. Oh yah… Aku duduk di bangku kelas 7-A.

Pada suatu hari aku menginginkan berbelanja di Mall bersama teman-temanku. Tetapi mami dan papiku tidak mengizinkanku, alasannya mereka ‘takut kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padaku. Kalau mau pergi bersama Mami dan Papi saja.’

“Kenapa Mi, Pi… Please dong jangan manjain karina terus. Karina sekarang sudah besar. Pokoknya kalau Karina gak diizinin belanja sama teman-teman, Karina bakal angkat kaki dari rumah ini!” kataku
“Karina… Mami dan Papi melakukan ini demi kebaikan kamu, nak. Kami gak mau kamu kenapa-napa. Tolong jangan pernah ada pikiran untuk meninggalkan rumah ini, jangan tinggalkan Mami dan Papi. KAMI SAYANG KAMU, KARINA!” kata Mami

Saat malam hari puncak kekesalanku, akhirnya kuputuskan untuk pergi dari rumah ini. Aku keluar dari rumah lewat jendela kamarku. Untungnya pak security penjaga rumah sedang tidur di post. INI KESEMPATANKU!

Aku sudah ke luar dari rumah tanpa sepengetahuan siapa pun. Aku terus berjalan hingga kelelahan dan bersinggah di halte bus. Aku bingung ingin pergi ke mana, mataku juga sangat lelah. Malangnya aku gak tahu sedang berada di mana.

Tiba tiba di dekat halte ada seorang pedagang bakmi yang sedang melayani pembelinya. Perutku keroncongan… Aku lapar!
Lalu aku mengambil dompetku.. Oh tidak, ternyata dompetku tertinggal di kamar. Aku harus bagaimana? Perutku sangat lapar. Aku serasa ingin pingsan.

“Nak.. kenapa? kamu ingin membeli bakmi?” kata penjual bakmi itu
“Tidak pak! Saya tidak punya uang. Tapi saya sangat lapar, apakah saya boleh membeli bakmi bapak tanpa bayar?” ucapku
“Ya. Saya akan memberi satu porsi bakmi untukmu dengan gratis. ‘Pakai ini gak…. Ini pakai’.” ucap bapak pedagang yang sedang menanyai Karina pakai ini atau tidak.

Bakmi lezat siap disantap
Saat Karina asyik mencicipi bakmi yang lezat dan gratis itu, bapak penjualnya sedang menelpon anaknya. Karina yang mendengarnya sangat terharu. ‘Walaupun keluarganya tergolong berekonomi rendah, tetapi sangat harmonis.’

Selesai menelepon, si penjual bakmi bertanya pada Karina “Nak… Nama kamu siapa? Dan kenapa kamu sendirian malam-malam gini?”
“Nama saya Karina. Saya pergi dari rumah saya tanpa sepengetahuan orangtua saya. Sebab mereka selalu memanjakan saya, karena saya anak tunggal.” karina menjawab
“Hhhh… Karina, kamu tidak boleh seperti itu. Pasti sekarang orangtuamu sibuk mencarimu, mereka sangat khawatir pasti! Bapak yakin orangtuamu memanjakanmu karena ia sayang padamu. Kamu harusnya bersyukur punya Ayah dan Ibu yang perhatian denganmu, kehidupanmu juga sangat tercukupi kan. Tidak seperti Bapak yang hanya penjual bakmi.”
“Tapi saya gak suka mereka selalu melarang saya melakukan sesuatu.” kataku
“Itu karena mereka menyayangimu. Kasih sayang mereka sangat besar padamu. Lihat semangkuk bakmi ini, itu baru semangkuk biasa saja. Jika dibandingkan dengan kasih sayang orangtuamu tidak ada apa apanya. Ingat Ibumu ketika susah payah melahirkanmu. Ingat Ayahmu membanting tulang demi mencukupi kebutuhanmu, inikah balasan darimu selama ini?” ucapnya

Tiba tiba air mataku berjatuhan dan tanpa membuang buang waktu, aku lari entah tahu ke mana. Dan saat aku berlari, mobil terios berwarna putih hampir menabrakku.

Alhamdulillah! Ternyata mobil itu adalah mobil Mamiku. Aku menangis dan meminta maaf dengan orangtuaku. Lalu kami pulang ke rumah dengan sangat bahagia.

Cerpen Karangan: Febrina Nur Rezika
Facebook: FebrinaNurRezikaDoodoh

Cerpen Semangkuk Bakmi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perfectionis

Oleh:
Kalau bicara akhwat (wanita) ini selalu pakai nada tinggi bahkan kadang terlalu tinggi. Tertawanya lepas dan apa adanya. Jujur dan menjaga perasaan orang lain apalagi ibunya. Parfum yang ia

Pelajaran Berharga Dari Barisan Para Semut

Oleh:
Sore ini Brian menatap barisan semut-semut yang berbaris dengan rapi di dinding. Beberapa dari para semut itu terlihat berkelompok membawa remahan biskuit yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.

Malam Jumat ke 13

Oleh:
“Aku gak butuh kamu, aku bisa mengurusnya sendiri” ucap lelaki paruh baya itu “ck, jangankan mengurusnya menyempatkan waktu untuk dia saja kau tak pernah” jawab seorang wanita dengan wajah

Sendiri

Oleh:
Namaku Thomas, temanku sering memanggilku Tom. Aku adalah seorang pelari bebas. Teman-temanku banyak yang kagum pada kehebatanku. Aku bisa melompat sejauh empat meter dan melakukan aksi-aksi yang banyak orang

Aku Sayang Kamu

Oleh:
Perjuangan seorang anak berumur sebelas tahun dalam mengarungi pahit getirnya kehidupan. Berbagai macam halangan dan rintangan telah ia lalui, rasa lelah, letih, lesu, lunglai dan bahkan sampai harus terluka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *