Semua Telah Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 February 2017

Aku berdiri di sebelah jendela melihat langit yang gelap tanpa bintang seperti hidupku yang gelap gulita meski kumemiliki segalanya, apapun yang kuminta pasti akan kudapatkan kecuali satu yaitu waktu dari suamiku, ya dua tahun yang lalu aku menikah dengan aditya yang kupanggil mas adit, kami saling mengenal sejak aku masih SMA, di SMA ku mengadakan perkemahan di situ aku mengenalnya karena dia salah satu dewan yang menyelenggarakan acara tersebut, sejak saat itu kami dekat dan saling nyaman satu sama lain hingga kita memutuskan untuk menikah, dulu kami sering melewatkan waktu bersama bercanda dan bergurau bersama tanpa seharipun kami saling bercerita tentang apa saja yang kami lakukan dan kini itu semua hanya tinggal kenangan, kini mas adit tak mempunyai waktu untukku.

Entah telah berapa lama aku berdiri di sini menunggu kedatangannya, mengenang masa lalu yang indah, aku menikah dengan mas adit dua tahun yang lalu, umurku yang masih 20 tahun masih muda bukan umur kita hanya terpaut 2 tahun, aku menikah dengan mas adit karena mas adit adalah orang yang aku cintai dan mas adit tipikal orang yang bertanggung jawab.

“krek” suara pintu yang membuyarkan lamunanku
“sayang kamu kok belum tidur” suara lembut dari laki-laki yang sedari tadi sudah kutunggu kedatangannya. Aku hanya tersenyum memang sebelumnya aku tak pernah seperti ini menunggunya pulang memang dia selalu pulang malam karena pekerjaan yang sangatlah banyak dan juga sangat melelahkan. Ku kembali menatap langit tanpa sekata katapun. Tiba-tiba ada ada tangan yang mengusap lemut rambutku “kenapa belum tidur sayang” katanya lembut.
“aku belum ngantuk” kataku datar sambil tetap menatap langit, “tapi ini sudah lewat tengah malam sayang” katanya dengan sanggat lembut juga, itulah adit saat aku mengenal pertama kalinya aku tak pernah mendengar kata-kata kasar darinya dia laki-laki yang sangan mencintaiku. “aku ingin bersamamu” kataku, aku langsung menatap wajaahnya tanpa kusadari air mataku menetes. Refleks dia menghapus air mataku yang jatuh ke pipi dengan dengan kedua tangannya dengan lembut dan memelukku erat. “maafkan aku sayang, aku sangat mencintaimu jadi kumohon jangan menangis lagi” katanya. “maafkan aku mas aku yang selalu menuntutmu lebih” kataku yang masih sedih dan melepaskan pelukan dan aku menyadari mas adit pasti sangatlah capek di kantor dan sekarang aku membebaninya lagi dengan apa yang aku lakukan ini. “ya udah ayo kita tidur ini sudah malam” katanya sambil menatapku, aku mengangguk tanda setuju.

Saat ku membuka mata aku melihat mas adit sudah rapi dan siap untuk berangkat kerja, ya begitulah rutinitas setiap harinya. “pagi sayang, kamu sudah bangun” sapanya. “pagi juga, kamu udah sholat” tanyaku. “udah” balasnya sambil mena dasi yang dikenakannya, aku pergi ke kamar mandi untuk mengambil air whudu untuk menunaikan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah sholah aku turun ke bawah untuk makan pagi, rumah kami terdiri dari dua lantai, rumah kami cukup besar untuk ditempati tiga orang yaitu aku, mas adit dan bibi, bibi adalah pekerja di rumah ini sejak kami menempati rumah ini sejak itulah bibi bekerja di sini, ya mas adit menyewa bibi untuk mengurus rumah ini karena mas adit tidak ingin aku merasa kecapekan. “kenapa kamu tadi tak membangunkanku”

Kataku setelah sampai di tempat meja makan. “aku melihat kamu sangatlah capek, tak tega untuk membangunkanmu dan tadi malam kamu juga sangatlah malam tidurnya” katanya lembut. Kami memakan makanan yang telah disiapkan bibi yaitu nasi goreng

“dret dret dret” tiba-tiba hp mas adit bergetar. “hallo. Oke oke saya ke sana sekarang” katanya dengan orang yang berada di seberang sana, aku tidak tau apa yang terjadi tapi mungkin itu sangat penting dan mas adit langsung pergi tanpa sekatah katapun.

“bik” kataku memanggil bibi, dan terlihat seorang wanita berlari kecil dari arah dapur menuju arahku, memang dapur tidak terlalu jauh dari ruang makan. “iya nya, nyonya membutuhkan sesuatu?” kata wanita paruh baya itu. “bi, bibi udah makan?” tanyaku.
“belum nya, setelah pekerjaan bibi selesai bibi akan makan” katanya
“kenapa harus menunggu sampai selesai pekerjaan bi, kenapa ngak maka makan bareng aku aja” tawarku
“engak usah nya, bibi makan di dapur saja” katanya sambil menatapku, aku berdiri dan menata tempat duduk untuknya
“udahlah bi ngak pa-pa kok, silahkan duduk” paksaku
“tapi nya…” Belum selesai dia melanjudkan berbicara kududukkan ke tempat duduk yang telah kupersiapkan.

Selesai makan aku memutuskan pergi ke taman kota, ya untuk menghibur diriku sendiri mencari sesuatu yang berbeda mungkin lebih tepatnya ketenangan hati, yang tak pernah kudapat di rumah, yang selalu merasa kesepian.

“bruk” tiba-tiba tubuuhku merasa terpental
“aduh” kata seseorang yang tak sengaja kutubruk tadi
“maaf saya tidak sengaja” kataku, memang aku tak konsentrasi.
“nisa!” katanya
“kamu nisa kan?” lanjutnya. Aku masih bengong dan bingung dan sambil tetap diam sambil menatapnya dari kaki hingga ujung rambut.
“fita!” kataku, fita tersenyum memandangku mungkin memandang tingkah lakuku yang konyol seperti anak kecil yang baru saja diberikan hadiah mungkin juga dia berfikir kenapa dia mempunyai teman seperti kutapi kutepis semua kutepis fikiran negatifku.
“apa kabarmu nisa?, sejak lulus SMA kita tak pernah ketemu dan oh ya aku dengar-dengar kamu sudah menikah apakah itu benar?” katanya tanpa jeda ya itulah fita kadang aku tak suka walaupun begitu dia tetap baik. Kami saling bercerita bagaimana perjalanan hidup kita masing-masing.

Sejak saat itulah kami saling menghabiskan waktu kita bersama dan sejak saat itulah aku tidak pernah merasa kesepian lagi. Memang dulu kami tidak terlalu akrab tapi kini aku sadar semua bisa berubah termasuk hubungan kami berdua aku dan fita menjalin hubungan baik, kami selalu ada saat kami saling membutuhkan dan sekarang fita telah menikah walau aku tak bias dating ke acara pernikahannya karena saat itu aku sedang sakit tapi aku akan ikut berbahagia untuknya dan tak terduga lagi suami fita adalah rekan bisnis mas adit suamiku.
Entah ini kebetulan atau sudah takdir Tuhan karena aku yakin Tuhan lebih mengetahui apa yang teerbaik untukku. Walau waktu yang kudapat dari suamiku kurang tapi sekarang Tuhan telah memberikan sahabat sekaligus saudara terbaik untukku. Dan kini kebahagianku telah sempurna Tuhan telah memberikanku seorang putri yang sangat cantik dan sangat manis dan sekarang waktu yang diberikan suamiku pelan-pelan telah kembali.

Tuhan aku bersyukur
Dengan apa yang Kau berikan kepadaku
Terima kasih
Kau telah memberikan kebahagiaan yang lebih untukku
Aku percaya Engkau lebih tau apa yang terbaik untukku

Cerpen Karangan: Rohmah
Blog / Facebook: Rohmah AzZa / DeezZa

Cerpen Semua Telah Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kata Maaf Yang Terlambat

Oleh:
Di provinsi Sulawesi Tengah, ada seorang anak perempuan yang bercita-cita menjadi seorang dokter, dengan harapan kelak dia dapat mengobati banyak orang, karena di kota X tersebut susah sekali dokter.

Dibalik Semangat Kakek

Oleh:
Hari Libur telah tiba, Aku dan keluargaku seperti biasa liburan ke rumah kakek di Bogor. Rasanya tak sabar untuk cepat-cepat bertemu dengan Kakek. Bayangan wajah kakek sudah hadir di

Selalu Ada Kesempatan

Oleh:
Menceritakan tentang seorang anak yang selalu membuat orangtuanya kesal sebut saja namanya ria (bukan nama aslinya) ria lahir di sebuah keluarga sebagai ana ke 2, ria memiliki 1 orang

Kamulah Cerita Terindahku

Oleh:
“Huh..!” Sonya mendengus kesal. Wajah ovalnya nampak muram. Aku yang duduk agak jauh darinya bangkit dan mendekatinya. “Minum..!” tawarku sambil memberinya sekaleng minuman dingin. “Sebenarnya berapa lama sih proses

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *