Senyum Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 January 2014

Nadela melihat pemandangan kota New York yang indah dari jendela pesawat. Semua orang mengira bahwa hati Nadela sangat senang saat ini karena menerima penghargaan dari luar negri sebagai penyanyi yang berbakat. Tapi semua salah, saat ini hati Nadela sangat kusut karena Bapaknya tidak senang jika suatu saat nanti Nadela menjadi penyanyi terkenal.

Pesawat yang di tumpanginya mulai mendarat. Ia takut untuk pulang, karena saat ia pergi Bapaknya sangat marah padanya hingga Nadela tidak sempat berpamitan pada Bapaknya. Nadela pulang ke rumah dengan hati yang gugup, Nadela disambut dengan hati yang dingin oleh Bapaknya.

“Assalamu’alaikum Pak”
“Wa’alaikumsalam”
“Sudah makan Pak?”
“Belum” Jawab dingin Ayahnya
“Ini Nadela bawa makanan kesukaan bapak”
“Aku ndak bisa makan itu”
“Tapi coba dulu Pak”
“Ndak”

Nadela sedih mendengar perkataan Bapaknya.
“Pak kenapa bapak jadi kasar begini?”
“kenapa katamu, aku ndak suka kamu jadi penyanyi”
“Tapi apa salahnya jadi penyanyi Pak?”
“Sudahlah aku mau ke masjid”
“Pak..”

Selang beberapa waktu Nadela bertemu dengan Bapaknya yang baru pulang dari mesjid.
“Pak, Nadela sudah siapkan makan siang, Bapak makan ya..”
“Ndak”
“Lho.. kenapa Pak?”
“Aku sudah kenyang”
“Kenyang?, bukannya Bapak belum makan”
“Sudah-sudah jangan ngatur-ngatur Aku, urus saja urusanmu sendiri”
Nadela menagis mendengar ucapan Bapaknya.

Malam pun tiba, Nadela melihat Bapaknya sedang termenung di ruang tamu. Dengan hati yang gugup Nadela menghampiri Bapaknya.
“Pak lagi ngapain?”
“Bapak lagi mikirin Ibumu”
“Ibu.. ada apa sama Ibu?”
“Nadela kamu harus tau Ibumu itu meninggal bukan karena kecelakaan”
“Lalu kenapa?”
“Ibumu dulu juga seorang penyanyi sepertimu, setelah dia melahirkanmu dia kembali berkarir tapi karirnya tidak sesukses sebelumnya, dokter mengatakan bahwa Ibumu mengalamai kanker suara yang membuat Ibumu menjadi depresi dan akhirnya dia meninggal dunia”
Nadela menagis mendengar cerita Bapaknya.

“Nadela bukannya Bapak melarangmu untuk menjadi penyanyi, tapi Bapak takut nasibmu akan sama seperti Ibumu”
“Pak Nadela minta maaf, seharusnya Nadela mendengarkan kata-kata Bapak”
“Tidak semua ini salah Bapak”
“Pak Nadela janji tidak akan menyanyi lagi”
“Jangan, Bapak tau menjadi penyanyi adalah cita-citamu, jangan kamu hancurkan hanya karena Bapak”
“Makasi Pak”
“Banggakan Ibumu di surga”
“Iya Pak”

Semenjak kejadian itu Nadela semakin sukses, ia berhasil menerima banyak penghargaan atas semua usahanya. Ia senang karena dapat melihat kembali senyum ayahnya.

Cerpen Karangan: Dea Safarina
Facebook: dea safarina

Cerpen Senyum Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Mungil Berwajah Ayu

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama aku duduk di bangku kelas 2 SMA jurusan IPA. “Eh.. eh.. Si cebol datang… Si cebol datang..”, ujar Tommy pada teman sebangkunya saat melihatku

Sadar di Ujung Hidup

Oleh:
Gadis cantik yang bernama rahma, rahma dikenal gadis yang suka menolong orang.. Rahma ini terlahir dari keluarga biasa. Hari ini adalah hari pertama rahma masuk sekolah di smp, dia

Inlah Hidupku

Oleh:
“Inaaa bangun lagi, cuci bajunya setelah itu ke pasar” seru ibu. Jeritan ibu pagi ini sungguh menggelegar. Seperti petir menyambar diriku. Tapi tunggu, apakah ini?. Ya, ini adalah perlakuan

Layang-Layang

Oleh:
Di suatu pagi yang cerah dengan bertiupkan angin yang lembut, terduduklah seorang gadis kecil di beranda rumahnya yang sangat sederhana. Ia sedang menatap angin, mendengarkan burung-burung pipit bernyanyi, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *