Senyuman Mamaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 21 June 2014

Aku masih termenung mempertanyakan takdir hidup ku, Tuhan, mengapa aku begini bukankah aku masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah keluargaku, usia ku baru 9 tahun dan belum siap untuk melihat ibuku menangis melihat ayahku dibawa paksa ke kantor polisi, kenapa harus aku yang melihat kejadian ini, kenapa bukan kakak ku yang 4 tahun lebih tua dariku yang menyaksikannya

Aku mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di keluargaku, dan aku mengetahui ternyata ayahku ditipu rekan kerjanya, apa yang harus aku lakukan ya ALLAH, tak sampai hati ku melihat mama dan adik ku menangis,
Ketukan pintu memecahkan renungan ku, aku membuka pintu dan ternyata, betapa bahagianya aku, ayahku pulang, dengan bersemangat aku panggil mamaku, “mamaaaaa, ayah pulang ma” mulai dari situ aku mulai melihat mamaku tersenyum kembali.

Cobaan terus datang menyentuh keluargaku dan saat itu lagi, dan lagi aku melihat mama menangis, yaa di usiaku yang ke 15 tahun, dimana saat keluargaku benar-benar jatuh, usaha ayahku bangkrut, hutang dimana-mana, dan saat itu aku baru saja lulus smp. Hidup memang harus berjuang, hingga takdir memutuskan aku dan keluarga ku pindah keluar pulau.
Dengan memanfaatkan warisan yang kakek berikan kepada ayah, kami sekeluarga memulai hidup baru

Saat itu pukul 8 malam, saat kami makan malam, ayah membuka percakapan, dan percakapan itu membuat aku muak, mereka menyuruhku untuk menangguhkan pelajaran 1 tahun, tanpa kawalan air mataku jatuh, dan spontan saja aku luapkan apa yang ingin aku katakan, “ma, aku ingin lanjut sekolah, cukup kalian daftarkan aku ke sekolaah yang paling murah pun aku mau, aku janji nggak akan nyusahin kalian, plis cukup kalian daftarkan aku” aku lihat mamaku menangis setelah mendengarkan kata-kataku, aku merasa berdosa, maafkan aku ma, aku sedikitpun tak ada niat untuk menambah beban fikiranmu.

Dan akhirnya orangtuaku menyekolahkanku di smk dekat tempat tinggal ku, betapa bersyukurnya aku, terimakasih ya ALLAH.

Entah dari mana orangtua ku dapat uang lebih untuk membiayakan sekolah aku dan adikku, dengan ego ku aku tak ingin tau masalah itu, biarkan saja orangtua ku yang mengurusnya, yang terpenting sekarang adalah belajar.

Aku kira masalah beban keluargaku telah hilang, dan seperti apa yang orang katakan, bumi itu berputar dan takkan mungkin orang akan selalu dibawah. Tetapi ini bukan waktunya untuk keluarga ku naik, baru naik 1 tangga tapi ada batu besar menimpa keluarga kami dan kami pun jatuh kembali.

Sepulang sekolah, aku merasa heran, kenapa tiada 1 orang pun di rumah, aku mecari di semua sudut rumah, tapi tak ku temukan siapapun, aku pun keluar dan bertanya ke tetanggaku, mereka bilang, “indah, kakakmu mengalami kecelakaan, ia jatuh ke jurang saat perjalanan ke tempat kerjanya, dan sekarang dia sedang di rumah sakit”
Aku terkulai lemas dan tak berdaya, yang kufikirkan hanya mama ku, bukan kakakku, pasti mamaku menangis lagi, pasti orangtua ku bingung mencari dana rumah sakit. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, aku merasa aku ini tidak bisa berbuat apapun untuk membantu keluargaku, jangankan membantu mencari dana, untuk menghapus air mata ibuku pun aku tak sanggup. “mama, aku berjanji, suatu saat nanti aku akan kembalikan senyum mu yang indah dulu”.

Dan waktu pun berlalu, akhirnya aku lulus dari smk, seperti kebanyakan anak yang lainnya, pasti ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi lain halnya dengan ku, yang aku inginkan hanya ingin cepat cepat membuat mamaku tersenyum iklas untuk kami, tanpa ada beban yang mengganjal senyum indahnya. Aku beniat untuk bekerja ke luar negeri, agar cepat melunasi hutang-hutang bank yang muncul saat kakakku kecelakaan dulu. Berat hati ini meninggalkan mama dan yang lainnya, tapi aku yakin bahwa saat aku pulang nanti akan ku lihat senyum terindah dari mamaku.

Bekerja di luar negara tidak mudah, aku harus berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupku sekarang, mulai dari bahasa, gaya berbicara, berpakain dan banyak lagi, ini semua aku lakukan untuk mama. Dan Alhamdulillah ALLAH SWT memudahkan ku untuk mencari rezki di sini. Bekerja sebagai operator produksi di perusahaan yang cukup tenar di dunia. sedikit demi sedikit hutang ayah ku mulai berkurang, kehidupan keluarga ku pun membaik, alhamdulillah uang yang aku berikan keluargaku, cukup untuk menutupi kebutuhan keluargaku. Dan ini waktunya keluarga ku bangkit dari keterpurukan, bukan mungkin lagi, tapi harusss bangkit, aku ingat janji Allah, siapa yang berusaha pasti ia akan berhasil.

Waktu terus berlalu, dan kontrak kerja ku pun habis, tanpa terasa sudah masanya untuk aku pulang ke negaraku, tanah air ku. Dengan langkah yang penuh semangat saat pesawat telah mendarat aku cepat-cepat keluar dari pesawat menuju ruang tunggu, Betapa bahagiaku ya ALLAH, semua keluarga kecilku menjemput ku, dan tak ketinggalan Mama ku dan senyum indahnya yang telah lama aku rindukan. Terimakasih YA ALLAH.

Cerpen Karangan: Indah Lestari
Facebook: Indah Lestari Gokiel CintaDamaiy

Cerpen Senyuman Mamaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kafe Kafein (Part 1)

Oleh:
Betapa banyaknya ketidakyakinan di dunia ini. Kita tidak yakin akan nasib kita hari esok, atau kita tidak yakin betapa besarnya seluruh alam semesta ini. Kita tidak yakin dengan potensi

Warisan Duka

Oleh:
Malam pekat tanpa rembulan, mendung hitam menggantung di langit senja sejak tadi. Hujan seperti tercurah dari langit. Hatiku seperti mendung itu, sedari tadi aku menahan sesak di dalam dada

Esok Kan Lebih Indah

Oleh:
“Sudahlah Ratna jangan menangis terus, orangtuamu pasti akan diterima di sisi-Nya. Percayalah.” Ucap Novia, sahabat Ratna. “Ta-ta.. pi.. apakah ini akan terus terjadi. Satu bulan lalu Adikku sudah meninggal.

Alone

Oleh:
Selama dalam perjalanan, kejadian tadi selalu terulang dalam pikiranku. Entah apa yang aku mimpikan tadi malam sehingga ini harus terjadi padaku. Perasaan bersalah selalu bernaung dan menghantuiku. Untuk yang

Nyanyian Untuk Kakak

Oleh:
Siang ini begitu panas. Sinar matahari seakan membakar kulitku. Tapi aku harus bisa bertahan dan dapat melawannya. Karena aku harus tetap pada tugasku yaitu menjadi vokalis band. Namaku Stella,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Senyuman Mamaku”

  1. Fidy says:

    Mantapppp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *