Senyuman Terakhir Mikha

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Perpisahan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 5 October 2013

Mikha sedang tertidur pulas dengan infusan di tangan nya. Mama menangis melihat kondisi mikha yang semakin parah. Mikha mengidap penyakit kanker darah (leukemia). Mikha terbangun oleh tangisan mama.
“Mama, kenapa menangis?”
“Mama khawatir sama Mikha”
“Mikha baik-baik saja kok ma”
Mama mengelus rambut Mikha.

Tak lama kemudian dokter datang untuk memeriksa kondisi Mikha. Mama menjauh dari Mikha, supaya dokter bisa memeriksanya. Mama menunggu di luar ruangan dengan khawatir. Tak lama kemudian, dokter keluar.

“Gimana dok, keadaan anak saya?”
“Keadaan nya semakin parah bu.. saya juga sempat angkat tangan untuk mengatasi penyakit Mikha, kita lihat saja dulu bagaimana kondisi selanjut nya”
“Iya dok, terimakasih”

Mama masuk ke ruangan menemui Mikha.
“Ma, aku kapan sembuh? capek disuntik terus”
“Minta doa sama yang di atas ya Mikha, agar Mikha cepat sembuh. Dan bisa sekolah lagi”
“Mikha takut, kalau Mikha nyusul papa. Mama sama siapa?”
“Ssst, jangan bilang gitu. Mama sayang sama Mikha”

Mama duduk di sofa. Mama memikirkan kata-kata Mikha tadi. Suaminya sudah meninggal, karena kecelakaan di pesawat. Mikha adalah anak satu-satu nya, mama sempat gugur waktu mengandung anak kedua setelah Mikha. Jika Mikha menyusul papa nya. Mama berfikir, tidak punya apa-apa lagi. Ia akan bersama siapa…

“Ma..”
“Iya sayang?” mama menghampiri Mikha.
“Mikha mau jalan-jalan ke luar”
“Ga boleh sayang. Kamu harus banyak istirahat”
“Ayolah ma, Mikha bosan di sini”
“Baiklah”

Mama membawa Mikha dan infusan nya ke luar. Di luar Mikha dan mama nya melihat-lihat taman di sekeliling nya.

“Ma, Mikha mau deh kayak anak itu. Bisa main bareng-bareng lebih lama sama orang tuanya”
“Mama juga mau seperti itu”

Tiba-tiba Mikha pingsan di pelukan Mamanya. Mama kaget dan minta tolong kepada suster di situ. Mikha cepat-cepat dimasukan ke dalam ruangan. Mama menunggu di luar, sambil menangis. Dokter pun keluar.

“Bu.. maaf.. Mikha tidak bisa ditolong. Hidupnya akan tak lama lagi. Ia sudah sadar. Silahkan ibu temui dia dulu”

Mama masuk ke dalam ruangan.

“Mikha kenapa?”
“Mikha ga kuat maa”
“Mikha harus kuat!”
“Ma, suatu saat nanti Mikha, mama dan papa akan bertemu lagi kok di surga..”
“……”
“Makasih ya ma, udah jagain Mikha dengan sepenuh hati mama. Mikha sayanggg banget sama mama. Mikha sebenarnya ngga mau kehilangan mama, tapi ini takdir Tuhan. Jangan sedih ya, ma. Mikha akan meminta kepada Tuhan untuk menjaga mama” kata Mikha sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, Mikha sesak nafas dan me… ning… gal… Mama tak kuasa melihat Mikha yang meninggal. Mama pun menangis terisak-isak.

Esok nya, Mikha dimakamkan di sebelah makam papa nya. Mama beserta keluarga Mikha, berdoa agar Mikha tenang di sisi-Nya.

Cerpen Karangan: Anera Raihana Romli
Blog: anerarhna.blogspot.com
Hai, nama ku Anera Raihana Romli. Aku kelahiran Jakarta, 8 Juli 2000. Bagi yang mau contact dengan ku, bisa hubungin di sini:
twitter: @anerarhna
id line: anerarhna

Terima kasih 🙂

Cerpen Senyuman Terakhir Mikha merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesedihan Yang Melanda

Oleh:
Pada suatu hari di sebuah hutan yang sangat lebat hiduplah berbagai macam hewan salah satunya ialah si anak kelinci yang bernama Lulu, Lulu adalah anak kelinci yang barusan lahir

Dear Mom, To Mother

Oleh:
Eommaui sarangui baraemdeuleul jikyeogalgeyo Haneobsi boyeojun sarangmankeum Ddaseuhan mameul gajilgeyo Sujubeo jaju pyohyeon moshaessjyo. “putri kecil korban k-popku.” Bisik Nayla seraya mematikan mp3 yang didengarkan Caca dengan headsetnya saat

Dari Rahim Yang Sama

Oleh:
Seharian penuh mentari menyinari bumi pertiwi. Kini ia telah kembali ke peraduannya, bercumbu dengan belahan bumi lainnya. Pendarnya yang memancar dari sela-sela awan sore di petala langit senja, kini

Untuk Ayah

Oleh:
Sepintas Kareen melewati rumah itu. Matanya berbinar ketika sesosok bidadari cantik tepat di depan rumah tersebut. Di ingat sosok bundanya yang telah pergi 3 tahun lalu. “Bunda.. sayangnya itu

Surat Untuk Papa

Oleh:
Dari anak gadismu yang paling kau sayangi, saat aku menuliskan ini untukmu umurku sudah beranjak dewasa. Apa yang aku tuliskan di sini adalah semua dari yang aku rasakan selama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Senyuman Terakhir Mikha”

  1. Hatake dewi says:

    Kasian sob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *