Sepenggal Kenangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Romantis, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 November 2013

Namaku, Giselle Trixiena. You can call me Giselle. Aku adalah seorang gadis yang beranjak dewasa. Lahir dari keluarga sederhana yang menginginkan kebahagian. Aku punya keluarga yang standard, sepasang orang tua dan seorang kakak perempuan juga (dua anak). Nama kakakku itu, Rachael Audrey. Aku selalu iri padanya, dia selalu menjadi yang terutama di keluargaku. Bukan hanya keluarga kecilku ini saja, tapi di seluruh keluarga besarku!

Hari ini aku dan keluargaku akan mendatangi rumah kakakku (anak dari kakak mama) dia baru saja menikah dan sekarang sedang melaksanakan acara keluarga bersama. Uhh, kapan sih aku tidak dibanding-bandingkan dengan kakak? Baru saja aku bangun tidur, sudah dimarahi!
“Gisell… Giselle… Lihat tuh Kak Rachel! Bangun pagi tiap hari! Kamu apa?” celoteh mama ketika aku bangun. Memang sih, ini udah jam 8. Tapi, tadi malam kan aku harus menyelesaikan tugas sekolah. Lagipula, ini hari libur, ya, walaupun hari ini ada acara.
“Kamu nggak ke depan, Selle?” Tanya Jessie yang mengagetkan ku.
“Enggak, ah. Nanti aku malah dimarahin mama. Dibilang pembuat masalah, lah. Lagipula, Kak Rachael kan lagi pidato. Dia kan primadona di keluarga.” Jelasku.
“Selle, kamu nggak iri apa sama kakakmu? Kamu tuh kayak nggak dianggap di keluarga tau.” Aku termenung mendengar kata Jessie. Huh.
“Giselle, kamu pulang sama Tante Merry, ya!” suruh mama. Ya, mau diapakan lagi? Nurut saja lah.

Di perjalanan, aku cukup senang. Tidak seperti biasa bersama papa dan mama. Aku bisa tertawa dengan Tante Merry, Jessie, Yerricho dan Keisha. Setidaknya mereka masih menghargaiku. Ketika sedang asik bercanda gurau. Tiba-tiba saja Keisha, dia yang paling kecil umurnya berteriak nyaring dan melengking “AWAAASSS!!! MAMMAAA !!”

Semuanya gelap, sakit, aneh. Aku takut sekali. “arrrgghh” aku mengerang, kepalaku sakit sekali. “Huhuhuhu… huhu..” kudengar suara isakan tangis, perlahan kubuka mataku. Lho, kok aku terbaring disitu! Kan aku disini! Aku mulai merasa aneh, aku nggak bisa menyentuh mama atau Kak Rachael.

Kini aku tau, aku sudah tiada. Kulihat, di samping diriku yang terbaring pucat tanpa nafas, ada Tante Merry, Yerricho, Jessie dan Keisha. Kulihat ke sampingku, Tante Merry, Yerricho, Jessie dan Keisha juga sudah menjadi arwah sepertiku.

Tiga hari sudah aku mengamati keluargaku yang sekarang tanpa ada aku. Mereka mungkin lupa kalau sebenarnya ini hari ulang tahunku. Kini, rumah itu kosong, biasanya, segelap apapun rumah itu, sesepi apapun rasanya aku disitu. Rumah itu tak akan pernah sunyi, aku selalu memperdengarkan tuts-tuts piano yang bisa menenangkanku jika aku kesepian. Aku tidak lagi mendengar keluhan dan banding-bandingan dari mama untukku. Aku sekarang mendengar penyesalan mereka yang telah mengecewakanku.

“Biasanya, hari ini Giselle berangkat bimbel, sebelumnya, dia pasti main piano, terus nyomot-nyomot masakan pagi ini buat dicicipi.” Keluh mama. Aku tak kuasa menahan deraian air mata yang terus membasahi pipi ini. Aku berharap Tuhan memberikan keluargaku kebahagiaan. Biarkanlah, aku saja yang merasakan sakitnya seperti ini.

Cerpen Karangan: Edenia Devina
Facebook: Edenia devina

Hi… Namaku Edenia Devina.
Facebookku : Edenia Devina (https://www.facebook.com/princess.wannna.be.edenia#)
E-mail : edenia_d[-at-]yahoo.com

Kalo kamu mau tahu tentang aku.. Add aku dan text me in E-mail..
See You ba-bye..
Winkin’ winklee… 😉

Cerpen Sepenggal Kenangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karangan Alyena

Oleh:
Alyena orang yang cantik dan pintar namun dia pendiam dia bingung setiap ia bersekolah tak ada yang menyapanya. Pada saat pelajaran nona herd, nona herd menyuruh semua murud muridnya

Aku Mau Beli Waktunya

Oleh:
Hari gua selalu sedih karena bokap sama nyokap gua kerja mulu. Gua sampai bosan nunggu mereka pulang sampai ke rumah. Pas gua ambil rapot, gua cuman ambil sendiri. Kadang

Love Song In The Rain (Part 2)

Oleh:
“Kenzie maaf. Aku harus kembali sekarang.” Finza tiba-tiba saja ingin kembali ke kotanya, tempat dimana masa masa depannya sedang menunggu. “Kemana?” tanya Kenzie hati-hati. “Kenzie, kita nggak bisa kayak

Bertepuk Sebelah Tangan (Part 1)

Oleh:
Malam terang, langit tak berawan, hanya dipenuhi miliaran bintang yang membentuk ribuan formasi. Angin malam membelai lembut pepohanan, membuatnya bergoyang-goyang, beberapa kumbang terlihat menari-nari, menggoda pasangannya dengan cahaya yang

Lukisan Di sudut Ruang Tengah

Oleh:
“ayah, ini wajah ibuku ya?” aku memandang dengan teliti sebuah gambar wajah ibuku di dinding sudut ruang tengah rumah kami. Lukisan ini mungkin sudah berusia 24 tahunan bisa lebih,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *