Sepotong Pizza untuk Sang Adik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 26 April 2014

Di sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari perkotaan terangkai rumah kecil nan mungil berdindingkan kayu dan beratapkan kardus-kardus bekas. Rumah yang terlihat kecil bahkan tak layak dihuni dan tak pantas disebut rumah. Dari kejauhan rumah itu terlihat kecil tepat di depan rumah itu terdapat tumpukan kardus bekas dan botol air mineral bekas semua itu milik penghuni rumah itu. Dia adalah kakak beradik bernama yuni dan dini. Sang kakak bernama dini bekerja sebagai pemulung di jalanan ia menghabiskan waktunya di jalanan demi sesuap nasi setiap harinya. Sedangkan sang adik duduk di bangku 6 sekolah dasar. Bukan hanya untuk keperluan sehari-hari saja dini harus rela bekerja keras namun juga untuk biaya sekolah yang adik.

Pagi itu ayam mulai berkokok saling bersahutan membangunkan dini dari tidurnya ia bergegas bersiap-siap untuk kembali mengais sampah di sepanjang perkotaan dan di sudut jalan. “adik ku sayang kakak pergi kerja dulu ya” pamit dini kepada sang adik.
“ia kakak, tapi kak” yuni tak melanjutkan ucapannya.
“tapi apa?” tanya sang kakak.
“kakak tidak lupa kan dengan janji kakak?” tanya sang adik.
Dini tersenyum manis “tentu saja tidak” ucap nya.

Dini segera pergi ia mengambil keranjang yang diletakan di belakang dan memakai topi sebagai pelindung kepala dari serangan mata hari.

Di perjalanan dini teringat akan sebuah janjinya kepada sang adik dimana tepat di ulang tahun adiknya ia ingin memberikan pizza untuk sang adik. Pizza yang keliatannya biasa saja bagi orang orang kaya namun sang adik begitu ingin menikmati kelezatannya.

Hari ini tepat tanggal 16 november adalah hari ulang tahun sang adik. Beruntung dini sudah mengumpulkan uang dari hasil menjual kardus-kardus, pagi sekali dini segera bergegas melangkahkan kakinya di sebuah resto pizza dengan semangatnya ia terus menelusuri jalan yang ia tempuh jalan kaki meski jaraknya begitu jauh. Sementara yuni menunggu di rumah dengan perasaan tak sabar setelah bertahun-tahun keinginannya mencicip sepotong pizza tinggal menghitung jam ia bisa menikmati pizza.

Setelah lama menunggu
“tok tok tok” suara mengetuk pintu
segera tanpa pikir lama yuni membuka pintu dengan wajah gembira. “kreekkk” yuni mulai membuka pintu. Betapa terkejutnya gadis kecil itu ternyata yang di hadapannya bukan sang kakak melainkan orang yang sama sekali tak ia kenal. Yuni terdiam sejanak dengan muka penuh tanya. “adik ini saudaranya dini kan?” tanya laki laki itu.
Yuni hanya menganguk. “kakak kamu tadi kecelakaan tertabrak motor” ucap laki laki itu.
Mendengar pernyataan itu jantung yuni berdegup kecang semua berubah menjadi kesedihan.
“dimana kakak saya? Apa dia baik-baik saja?” tanya yuni suara gemetar ditambah air mata bercucuran.
Tanpa berlama yuni dibawa oleh laki-laki itu di rumah sakit tempat ia diselamatkan.

Air mata masih mengalir deras di pipi mungil yuni tak ada pizza di otaknya hanya harapan agar kakaknya dapat diselamatkan yang kini ia harapkan.

“kak dini!!!” teriak yuni di ruangan tunggu sambil nangis tersedu-sedu. Tak lama kemudian dokter mempersilahkan yuni masuk. disana dini terbaring lemah dengan balutan di bagian kepala, tangan dan kaki. melihat keadaan kakaknya yuni langsung memeluk tubuh sang kakak yang tak berdaya. satu jam yuni menangisi kakaknya yang sama sekali belum sadar tiba-tiba jemari dini bergerak, “yuni sayang” ucap nya lirih.
“kakak? Kakak sudah sadar?” ucap yuni mulai lega mendengar suara kakak nya. “kak maafin yuni karena gara-gara yuni kakak jadi begini” ucap sesal sang adik.
Dini tersenyum manis mendengar ucapan sang adik.

Dini berusaha bangkit dan duduk tiba-tiba ia menunjukan sesuatu yaitu pizza, hanya sepotong pizza yang tersisa karena tabrakan maut tadi membuat sebagian melayang beruntung dalam keadaan setangah mati pun dini berusaha mengambil sepotong pizza yang sempat melayang.

Ketika sang kakak menunjukan sepotong pizza di hadapan sang adik, yuni pun tak mampu berkata apa-apa ia begitu terharu melihat pengorbanan sang kakak. “ini makan sayang” ucap sang kakak seraya tersenyum dan menyuapkan potongan pizza ke mulut sang adik.
“happy birth day dear” bisik sang kakak.
Haru bercampur kebahagianan menyelimuti kakak beradik itu.

Cerpen Karangan: Ayu Hardini
Facebook: Ayu Hardini

umur 19 tahun
hoby: nnton, baca buku, browsing, menulis, menggambar
saya lulusan SMAN 1 madang suku II kec. madang sk I kab. okut sumsel

Cerpen Sepotong Pizza untuk Sang Adik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dimana Tuhanku?

Oleh:
“Selamat pagi tuan putri”. Sapaku pada Anna dengan senyum mengembang. “Kak Zaki? Kakak kok di sini? Aduh, sepertinya aku lagi mimpi nih”. Kata Anna sembari mengucek matanya. Anna tampak

Biarkan Pergi

Oleh:
Binar-binar hujan itu masih ada, agaknya ia masih ingin berderai meninggalkan hawa dingin dari yang sedang hingga menusuk tulang, meninggalkan sepi dan perlahan meninggalkan keheningan malam. Malam ini agaknya

Kesedihanku

Oleh:
Sampai saat ini, yang menurutku telah 21 hari aku berada di sini, seingatku tak ada seorang pun dari keluargaku yang datang menjenguk. Suamiku, anak-anakku, ayah, ibu, mertuaku, semuanya. Tak

Tegar, Ikhlas dan Bersyukur

Oleh:
Aku adalah seorang pria yang boleh di bilang lugu, cupu dan kurang pergaulan, Semasa aku smk aku di kenal sebagai anak yang biasa saja tapi aku mempunyai mimpi dan

Pesan Yang Kurang

Oleh:
Sepi. Berat. Itulah yang setidaknya ku rasakan saat ini. Semua indraku belum berfungsi dengan baik. Telingaku, tengah berusaha menyempurnakan pendengarannya. Aku menarik nafas kembali. Mataku, masih terpejam dan seluruh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *