Serba Pertanyaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 23 November 2013

Haiii perkenalkan namaku anastasia, aku gadis berusia 16 dan sekarang aku duduk di kelas ehhh seharusnya maksudnya karena aku sudah tidak melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas karena… ehemmm pengen tahu?, ya udah baca sampai habis okay!

Tiga tahun yang lalu
“Kamu yang mulai duluan” papa
“terserah apa kata kamu, tapi yang jelas aku minta cerai” mama
“fine kita bertemu di pengadilan”.

Yah, suara itu yang sering aku, aku tidak tahu apa itu perceraian?
Mungkin itu berbentuk seperti permen atau jenis makanan lain, tapi bukannya permen itu manis dan sangat enak?, tapi kenapa mama selalu menangis jika dikaitkan dengan kata perceraian itu, entahlah aku tidak tahu sama sekali.

“Mama kamu belum jemput tasya?” kejut bu maria, “emmm belum buk” jawabku, “apa perlu kamu ibu antar pulang?”, “gak bu, bentar lagi mama dateng kok”, “oh ya sudah ibu pulang duluan”, “iya bu”.

Dua jam sudah aku mondar mandir di depan gerbag sekolahku ini, tiba-tiba dua unit mobil berhenti di hadapanku.
“Mama minta maaf ya sayang telat jemputnya” ucap mama
“Iya ma, gak papa” aku
“Ibu macam apa kamu ini, sudah jam segini baru jemput tasya, untung aku juga datang, jadi selama ini kamu selalu menelantarkan tasya” papa.
Dan bla bla bla, seperti biasa mereka bertengkar, mereka egois dan tidak pernah memikirkan perasaanku, dan tanpa sepengetahuan mereka aku pergi, tepat dugaanku mereka tak menyadari kepergianku dan mereka masih sibuk dengan perceraian tersebut.

Aku tak tahu sebenarnya itu terjadi apa karena aku? Mungkin iya.

Aku berjalan gontai, langkah demi langkah kulalui, hujan yang mengguyur seluruh dan entah mengapa aku merasa menjadi orang yang tidak memiliki siapapun dan aku hanya sebatang kara.

Sejak saat itu, aku memilih untuk pergi dari kehidupan orang tuaku, hari-hari kulalui dengan hidup sendiri dan untuk mendapatkan makanan pun aku harus harus bekerja, yah, aku bekerja sebagai kasir di salah satu minimarket.

Apakah tindakanku ini benar?, mungkin iya

Dan sesekali aku menengok kedua orangtuaku dari kejauhan, dan ketika aku menengoknya aku bahagia sekali karena mereka masih hidup bersama, aku sering melihat mamaku menggenggam sepucuk surat yang dariku, yaitu surat yang berisi pertanyaan apa itu perceraian?.
Sekarang di usiaku yang sudah belasan aku paham apa itu perceraian, aku bahagia dengan keputusanku, dan lebih baik aku yang harus pergi agar orangtuaku tidak bertengkar dan pasti tidak ada kata perceraian lagi.

Meskipun aku hidup tanpa mereka, aku cukup bahagia dengan kerukunan mereka, dan aku tidak merasa sendiri, jika aku merindukan kedua orang tua ku, aku cukup melihat mereka dari kejauhan. Aku merasa seperti manusia mistrius, hahahahhah.

Cerpen Karangan: Melinda Hasian Rambe
Nama: meylinda hasian
Alamat: janjimanahan, paluta, sumut
Kelas: X

Cerpen Serba Pertanyaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tangisan Pilu Dukaku

Oleh:
Ilalang malam membingkis kegelapan membentangkan mimpi di dekapan jiwa, Menyisahkan puing-puing duka yang terselip di balik doa. Lagu sendu menjelma dalam muara tangis, celoteh buih jeritan sakal musnah tenggerai

Dimana Tuhanku?

Oleh:
“Selamat pagi tuan putri”. Sapaku pada Anna dengan senyum mengembang. “Kak Zaki? Kakak kok di sini? Aduh, sepertinya aku lagi mimpi nih”. Kata Anna sembari mengucek matanya. Anna tampak

Friend and Boyfriend (Part 2)

Oleh:
Di kelas Hani masih memikirkan kata-kata Levin tadi. Memang benar Hani sangat membenci ibunya karena ibunya setahun yang lalu telah memarahi kakaknya yang gagal diujiannya dan membuat kakaknya bunuh

Tak Bisa Mengulang Waktu

Oleh:
Pagi-pagi sekali, samar-samar sahutan ayam membangunkanku. Kala mentari masih malu-malu menampakkan dirinya. Kurasakan hembusan angin dingin membelaiku. Aku melirik ke jendela kamar yang sepertinya terbuka. Ternyata dugaanku benar. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *