Setelah Kepergian Papa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 March 2015

Pagi ini perasaan ku diselimuti rasa gelisah, tapi aku tetap menepis rasa gelisah itu. Tepat jam 05.30 aku bersiap pergi ke sekolah. “Tok tok tok!!!” Aku mendengar suara dua orang pria yang mengetuk pintu rumah ku. “Siapa?” mama berteriak dari dalam kamar yang saat itu sedang merapikan tempat tidur.

Dengan rasa penasaran aku pun beranjak menuju pintu rumahku. Betapa terkejutnya aku melihat dua orang pria yang mengenakan seragam polisi yang sejak tadi mengetuk pintu rumahku. “Mamanya ada dek?” pria itu bertanya padaku. “Ada om! silahkan masuk dulu om”

Aku pun langsung menuju ke kamar, “Siapa kak” Mama bertanya padaku. “itu ma ada dua orang cowok pake baju polisi” jawabku. “Oh, mungkin temen papa” Mama langsung menemui kedua pria itu setelah bertanya padaku. Dan aku pun bergegas untuk ke sekolah.

Setelah aku selesai bersiap dan ingin menuju ke sekolah, aku melihat mama yang sedang menangis histeris di ruang tamu setelah berbinacang dengan kedua pria tadi entah apa yang dibicarakan mereka tapi aku mulai merasakan takut dalam hatiku. “kakak gak usah sekolah dulu yah hari ini, mama mau pergi ke kantor sebentar!! kakak jagain adek dulu entar mama yang izin ke sekolah!!” kata mama. “iya ma” jawabku.

Jam 09.45 mama pulang dengan keadaan pingsan yang digotong-gotong oleh polisi-polisi yang menemaninya tadi. Ketika mama sadar dari pingsannya, mama langsung memelukku dan adikku. “Papa kak!!” mama berkata dengan suara terbata-bata yang bercampur dengan tangisnya. “iya ma.. papa kenapa?” aku pun menjawab dengan heran. “papa udah gak ada” mama yang udah gak bisa berkata apa-apa lagi bingung. “gak ada gimana ma maksudnya?” aku menjawab dengan lemas. “Papa meniggal!!” ujar mama. Aku hanya bisa diam dan tak bisa berkata apa-apa lagi setelah mama melanjutkan perkatannya itu.

Jenazah papa dibawa ke rumah kami yang pada saat itu mama langsung mengusulkan bahwa jenazah papa akan dibawa lalu dimakamkan di tempat nenekku yang ada di luar kota. Tepat pukul 19.00 kami pun langsung menuju rumah nenek yang diperkiraran akan sampai besok pagi.

Itu adalah kenangan paling menyakitkan dalam hidupku. 10 tahun sudah berlalu sekarang umurku 17 Tahun setelah kepergian papa kehidupanku berubah. Aku cenderung pendiam, selalu memilih menyendiri dari keramaian, dan lebih fokus kepada tujuan utamaku yaitu membanggakan mama yang sudah 10 tahun berjuang untuk menyekolahkanku dan kedua adikku, dan yang lebih penting adalah aku ingin memperlihatkan kepada papa betapa tegarnya anakmu ini berjuang menjalani kerasnya kehidupan dunia ini tanpa seorang papa saat ini. Terkadang aku suka iri kepada teman-temanku yang masih bisa merasakan pelukan seorang ayah untuk saat ini. Tapi aku akan berusaha lagi agar papa bisa merasa bangga dan bahagia melihat aku dan adik-adikku sukses di kemudian hari walaupun aku tak bisa melihat senyuman langsung papa, tapi aku yakin papa bisa melihat senyum banggaku ini di surga sana. Satu kata yang dari dulu belum sempat aku ucapkan pada papa, walaupun kata-kata itu sangat sederhana ‘I Love You Dad” dan satu kata yang mewakili perasaanku saat ini “I Miss You So Much Dad”.

Cerpen Karangan: Elisabeth Thalia Peni Cwuta
Facebook: Elisabeth Thalia Peni Cwuta
Nama saya Elisabeth Thalia Peni Cwuta umur saya 17 tahun saya seorang siswi SMAN 7 Palembang kelas 2 SMA. ini adalah kisah nyata yang menceritakan tentng kehidupan saya.

Cerpen Setelah Kepergian Papa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri di Akhir Desember

Oleh:
Di tengah keramaian kota Jogja Jawa Tengah, sebuah mobil Avanza berwarna Silver melaju dengan kecepatan penuh menyalip mobil-mobil lain yang berlalu lalang di sekitarnya. Mobil itu tak lain adalah

Nasi dan Ayam

Oleh:
Nasi dan ayam, makanan favoritku. Tidak ada yang bisa mengalahkan betapa enaknya ayam goreng yang berkulit gurih dengan nasi hangat yang tersedia setengah bundar di atas piring putih bermotif

Sepucuk Surat Dari Kakek

Oleh:
Rumah mewah yang dihuni satu orang lelaki tua bersama dua orang anak wanitanya, terlihat seperti istana di antara gubuk-gubuk tua. Di sebelahnya terdapat toko bangunan yang besar yang jaraknya

Surat Usang Dari Samudra

Oleh:
Aku meletakan sebuah surat yang dibungkus dengan amplop coklat dan dihiasi pita pink di atas meja kerjaku. Amplopnya sudah usang warnanya. Tadi sepulang kerja, aku sengaja mengambilnya dari dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *